4 Kiat Sukses Bertahan di Industri Makanan dan Minuman

Makanan adalah kebutuhan utama untuk bertahan hidup di planet ini, demikian pula dengan bisnis makanan dan minuman (food and beverages) yang tidak pernah libur.

JEDA.ID-– Makanan adalah kebutuhan utama untuk bertahan hidup di planet ini, demikian pula dengan bisnis makanan dan minuman (food and beverages) yang tidak pernah punya hari libur sebagai bisnis tertua di dunia.

Setiap orang perlu makan setiap hari. Di Asia Pasifik, pendapatan dalam segmen makanan dan minuman senilai US$44.176 juta pada 2018 dan diharapkan menunjukkan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR 2018-2023) sebesar 10,8%, dengan perkiraan volume pasar sebesar US$73.888 juta pada 2023, menurut penghitungan Statista.

Tidak mengherankan jika industri F&B adalah salah satu bisnis yang disukai oleh sebagian besar pengusaha.

Setiap pengusaha memiliki impian untuk membangun bisnis yang tahan lama dan sukses. Semua orang ingin membangun sebuah bisnis besar dan diingat karena telah menciptakan sesuatu yang istimewa.

Namun tidak semua pengusaha mampu mempertahankan bisnis mereka.

Dilansir Bisnis dari Entrepreneur, lebih dari 90% bisnis pemula tidak bertahan lebih dari tiga tahun. Apakah pengusaha sukses pernah mengalami kondisi serupa? Tentu pernah. Namun, mengikuti jejak mereka tidak dapat menjamin kesuksesan yang sama meskipun dapat meningkatkan probabilitasnya.

Berikut tips agar sukses dan bertahan dalam bisnis makanan dan minuman seperti dulansir Bisnis, Kamis (16/7/2020).

Ingin Foto Lebih Menarik ala Selebgram, 6 Aplikasi Edit Boleh Dicoba

1. Dasar bisnis yang kuat

Aturan dasar untuk wirausahawan adalah konsistensi apa pun bisnisnya, termasuk F&B. Wirausahawan harus memiliki visi yang kuat dan tidak mudah goyah.

Motivasi untuk memulai bisnis dapat berasal dari mana saja. Beberapa di antaranya ingin menawarkan sesuatu yang istimewa kepada pelanggan dan membuat perbedaan, atau ingin diingat untuk prestasi mereka, yang lain ingin menghadapi sensasi menjalankan bisnis dan menangani segala sesuatu yang menyertainya dan beberapa pengusaha lainnya ingin menjadi kaya.

Apa pun motivasinya, itu pasti yang mendorong pengusaha. Mereka tidak akan pernah menyerah jika motivasi lebih kuat daripada masalah yang dihadapi bisnis.

2. Rencana bisnis

Saat memulai bisnis F&B, langkah pertama adalah menyusun rencana bisnis yang benar-benar jelas.

F&B adalah industri besar dengan berbagai segmen produk dan layanan ditambah dengan media penjualan tanpa akhir. Penting untuk mengidentifikasi ceruk pasar Anda sendiri dan memastikan strategi dan rencana bisnis ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar spesifik tersebut.

Ada usaha besar yang harus dilakukan dalam riset pasar awal dan memasangkannya dengan analisis rinci tentang kekuatan dan kemampuan Anda sebagai pengusaha serta sumber daya yang dimiliki. Pengetahuan ini akan sangat membantu dalam proses pengambilan keputusan serta menjaga pikiran tetap jernih dan percaya diri terhadap visi bisnis yang sudah ditetapkan.

3. Investasikan seluruh sumber daya untuk inti bisnis

Dalam satu waktu, nilai riil bisnis Anda akan meningkat seraya usaha yang dijalani memberikan nilai tambah kepada pasar. Jadi, sangat penting untuk tidak melupakan inti bisnis dan untuk terus menerus mendedikasikan waktu, energi, dan sumber daya yang Anda punyauntuk meningkatkannya.

Misalnya, jika Anda memulai sebuah restoran, kualitas makanan dan layanan adalah inti bisnis Anda dan mempertahankan konsistensi yang sama adalah faktor penting yang menentukan keberhasilan atau kegagalan bisnis jangka panjang.

Investasi sejak awal dalam operasi bisnis dan memastikan ketergantungan pada individu yang sangat spesifik minimal, akan meringankan beban pengusaha di masa depan. Selain itu, teknologi yang tersedia dibandingkan beberapa dekade yang lalu, membuat pekerjaan menjadi lebih mudah.

10 Fakta Kanye West, Rapper Berharta Rp20,1 Triliun yang Ingin Jadi Presiden AS

4. Visibilitas dan pemasaran

Tidak peduli seberapa bagus produk atau layanannya, Anda tidak akan menarik pelanggan yang Anda butuhkan kecuali mereka mengetahui brandnya.

Pemasaran dan visibilitas produk atau layanan dan menjadikannya merek yang diketahui konsumen penting untuk mendapatkan target yang Anda butuhkan untuk menghasilkan pendapatan guna keberlangsungan bisnis dan profitabilitas.

Pada akhirnya, penting untuk diingat bahwa tidak peduli seberapa besar hasrat yang dicurahkan pada pembuatan suatu produk, ia perlu menjangkau konsumen akhir untuk menyadari nilainya.

Semua aspek yang disebutkan membutuhkan upaya dan dana yang besar sehingga penting untuk diperhitungkan sejak tahap awal perencanaan. Kita tentu tidak ingin bisnis yang dibangun hanya dapat bertahan satu atau dua tahun saja karena kurangnya perencanaan.

Anda juga perlu memahami bahwa bahkan dengan perencanaan terperinci kita hanya dapat mengendalikan kurang dari 70% rencanaya, sisanya tergantung pada seberapa mudah beradaptasi Anda dan seberapa cepat Anda dapat menganalisis dan menghasilkan solusi untuk masalah yang ada pada Anda.

Di sinilah kekuatan visi Anda dan kepercayaan dalam diri Anda ikut berperan.

Sebagian besar pengusaha gagal bukan karena ide, mereka gagal karena mereka menyerah terlalu dini. Jadi tetaplah berusaha dan mencapai keberhasilan.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.