Benarkah Ningsih Tinampi Cucu Rasulullah?

Pria kesurupan menyebut sosok Mbah Kholil Bangkalan sebagai kakek buyut dari Ningsih Tinampi.

JEDA.ID – Ningsih Tinampi adalah praktisi spiritual dan sosok di balik pengobatan alternatif di Pasuruan, Jawa Timur yang sering viral di Youtube. Namanya semakin dikenal akhir-akhir ini seiring dengan maraknya konten mistis di kalangan Youtuber.

Ningsih Tinampi membuka praktik pengobatan alternatif di Jl Raya Lebaksari, Karang Kepuh, Karang Jati, Kecamatan Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur.

Sebelum tenar dan rumahnya dipadati pasien seperti saat ini, Ningsih Tinampi berkeliling mencari orang sakit akibat ilmu hitam. Kala itu ia mengobati tanpa meminta bayaran.

“Setelah saya sadar bisa menyembuhkan orang sakit, saya minta sama Allah agar aku bisa melupakan suamiku agar aku tenang dan ilmu ku terus jalan. Saya terus berkeliling mencari orang sakit untuk diobati setiap hari,” kata Ningsih dilansir Detik.com, Selasa (17/9/2019).

Viral di Youtube

Ibu dua anak ini mengaku, aktivitas itu ia jalani karena merasa memiliki kewajiban untuk menolong.

“Karena saya merasa bisa mengobati, sedangkan orang lain nggak tahu kalau saya bisa mengobati. Sehingga saya terus keliling cari orang sakit. Memang ada yang memberi uang, tapi uang itu saya belikan sayuran dan makanan, saya bagikan ke semua orang kampung sini,” terang perempuan kelahiran Malang itu.

Entah bagaimana mulanya, Ningsih lantas mengunggah video-video pengobatan alternatifnya hingga meraup banyak penonton.

Terkait video-video yang diunggah ke Youtube, Ningsih mengaku semuanya itu atas inisiatif orang-orang dekat yang membantunya. Video-video proses pengobatan mulai diunggah sejak sekitar satu tahun lalu.

Saat berkomunikasi dengan orang yang kesurupan, Ningsih menyebut mahluk yang menguasai tubuh pasiennya dengan sebutan dukun.

“Kenapa? capek?. Kamu dukun dari mana? Duh sombong amat. Amat aja nggak sombong. Dukun aja sombong. Kita sama-sama dukun,” kata Buk Ning dalam sebuah video unggahannya.

Kadang beberapa orang yang kesurupan mengungkap hal-hal yang cukup mengejutkan. Salah satunya dalah di video unggahan 29 Maret 2019.

Video berjudul Kiamat sudah dekat # Ningsih Tinampi Pandaan Jawa Timur memperlihatkan seorang pria kesurupan lantas mengingatkan soal akhir zaman.

Pria tersebut lantas menyebut Ningsih Tinampi sebagai keturunan Rasulullah. “Ini cucunya Rasulullah, demi Allah, cucunya Rasulullah ini!” kata pria itu sambil memegang Ningsih Tinampi.

Pria ini menyebut sosok Mbah Kholil Bangkalan sebagai kakek buyut dari Ningsih Tinampi. Mendengar ucapan itu, Ningsih tidak banyak bereaksi. Dia hanya sedikit mengangguk, tidak tampak membenarkan atau menyangkal.

Di video itu juga tak jelas bagaimana awal mula pria itu menyebut cucu Rasulullah. Video adalah potongan adegan dari rangkaian aksi pengobatan alternatif Ningsih Tinampi.

Mbah Kholil Bangkalan

Mbah Kholil Bangkalan adalah ulama karismatik dari Madura. Beliau dikenal dengan nama Muhammad Kholil bin Abdul Lathif Basyaiban al-Bangkalani. Beliau adalah putra dari KH. Abdul Lathif yang mempunyai pertalian darah dengan Sunan Gunung Jati.

Mbah Kholil adalah guru dari tokoh-tokoh besar seperti pendiri Nahdlatul Ulama, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, hingga KH. Bisri Syamsuri. Selain tiga nama itu, Mbah Kholil juga menjadi induk dari banyak ulama karismatik lain.

Syekh Kholil dididik dengan sangat ketat oleh ayahnya. Mbah Kholil kecil memiliki keistimewaan yang haus akan ilmu, terutama ilmu Fiqh dan nahwu. Bahkan ia sudah hafal dengan baik 1002 bait nadzam Alfiyah Ibnu Malik sejak usia muda.

Setelah dididik, orang tua Mbah Kholil kecil kemudian mengirimnya ke berbagai pesantren untuk menimba ilmu. Mengawali pengembaraannya, Mbah Kholil muda belajar kepada Kiai Muhammad Nur di Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur. Dari Langitan ia pindah ke Pondok Pesantren Cangaan, Bangil, Pasuruan.

Kemudian ke Pondok Pesantren Keboncandi. Selama belajar di Pondok Pesantren ini beliau belajar pula kepada Kiai Nur Hasan yang menetap di Pondok Pesantren Sidogiri, 7 kilometer dari Keboncandi. Di setiap perjalanannya dari Keboncandi ke Sidogiri, ia tak pernah lupa membaca Surat Yasin.

Sewaktu menjadi santri, Mbah Kholil telah menghafal beberapa matan, seperti Matan Alfiyah Ibnu Malik. Disamping itu ia juga merupakan seorang Hafidz Al-Quran dan mampu membaca Al-Qur’an dalam Qira’at Sab’ah.

Mbah Kholil adalah penyusun kitab Al-Matnus Syarif al-Mulaqqab bi Fat-hil Latif ini merupakan kitab matan (inti) yang berbicara mengenai fundamen dasar hukum Islam (ilmu fiqih).

Yang menarik dari kitab setebal 52 halaman ini, adalah bukan hanya karena kemasyhuran penulisnya, melainkan kitab ini telah menampilkan landscape keilmuan yang selama ini terkesan rumit, menjadi demikian lugas dan mudah difahami.

Syarif Hidayatullah

Sedangkan Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah dikenal sebagai Sayyid Al-Kamil. Beliau seorang dari Walisongo, dilahirkan Tahun 1448 Masehi dari pasangan Syarif Abdullah Umdatuddin bin Ali Nurul Alam dan Nyai Rara Santang, Putri Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari Kerajaan Padjajaran.

Ayah Syarif Hidayatullah adalah seorang penguasa Mesir, putra dari Ali Nurul Alim bin Jamaluddin Akbar al-Husaini, seorang keturunan dari Sayyid Abdul Malik Azmatkhan dan Alwi Ammul Faqih dari Hadhramaut, Yaman.

Pada masa lalu terdapat puluhan naskah yang menjelaskan tentang silsilah Syarif Hidayatullah yang diklaim oleh beberapa pihak dan menimbulkan kesimpangsiuran. Tahun 1680 disusunlah kitab Negara Kertabumi yang memuat bab silsilah Syarif Hidayatullah (Tritiya Sarga) yang sudah diluruskan dari kesimpangsiuran.

Di kitab tersebut dijelaskan, nasab Syarif Hidayatullah tersambung ke Rasulullah melalui cucunya, Husein, putra dari Fatimah Az Zahra yang menikah Ali bin Abi Thalib.

Ditulis oleh : Jafar Sodiq Assegaf

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.