5 Bentuk Gunung Api Usai Heboh Gunung Lancip di Borobudur

Sebagian besar gunung api di Indonesia tergolong bentuk gunung api strato atau kerucut. Endapan berlapis-lapis menjadikan gunung bentuk ini semakin tinggi.

JEDA.ID–Foto yang mengambarkan panorama keindahan Candi Borobudur menjadi perhatian publik. Salah satunya keberadaan gunung api berbentuk lancip yang menjadi latar. Di Indonesia, bentuk gunung api kerucut berlapis atau strato paling sering dijumpai.

Foto Candi Borobudur dengan latar gunung api yang lancip itu di-repost akun Instagram Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Foto itu milik fotografer bule dengan nama akun @jerre_stead.

Pemilik akun memberikan klarifikasi lewat InstaStory. Dia mengunggah kembali cuplikan video drone yang merekam keindahan Candi Borobudur jelang sunrise. Merujuk pada rekaman video drone tersebut, foto viral itu juga dipotret pada momen bersamaan saat pengambilan video.

Candi Borobudur yang berada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah memang dikelilingi gunung api dan pegunungan. Setidaknya ada empat gunung yang mengelilingi candi itu.

Ada Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Kemudian ada pula Gunung Sumbing dan Sindoro. Di sisi selatan ada Pegunungan Menoreh yang membentang.

Tanda Kiamat yang Baru Terjadi Beberapa Tahun Terakhir

Suparno, pensiunan pegawai Balai Konservasi Borobudur (BKB) yang sekarang menekuni fotografi, menyatakan dilihat dari sudut pengambilan gambar gunung api dengan bentuk lancip itu kemungkinan adalah Gunung Sumbing. Hal ini sama dengan dugaan banyak pengguna Internet lannya.

“Yang saya tahu, Gunung Sumbing itu tidak selancip dalam foto itu. Jadi foto yang bener itu agak pipih tidak lancip banget. Tapi, sudut pengambilan sudah bener sekali dari tenggara dengan latar belakang gunung sudah pas banget,” kata dia sebagaimana dikutip dari Detikcom.

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki gunung api sangat banyak. Bahkan, Indonesia masuk dalam ring of fire Pasifik yang artinya daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Ada banyak jenis bentuk gunung api di dunia. Museum Gunung Merapi (MGM) di Sleman menyebutkan setidaknya ada 5 bentuk gunung api. Berikut deretan bentu gunung berapi sebagaimana dikutip dari laman resmi MGM, Jumat (31/1/2020).

Gunung Api Strato

bentuk gunung api

Gunung api strato (mgm.slemankab.go.id)

Bentuk gunung api strato atau kerucut berlapis ini cukup mudah dijumpai di Indonesia. Gunung api strato berbentuk runcing dan banyak terdapat di kepulauan Indonesia.

Bentuk gunung api ini terjadi akibat adanya tumpukan berlapis bahan-bahan piroklastika yang dikeluarkan ketika erupsi magma. Gunung api ini berbentuk seperti kerucut.

Puncak gunung api ini semakin lama semakin tinggi karena endapan erupsi lava dan bahan piroklastik dari kawah gunung. Pembentukan stratovolcano ini terjadi di zona subduksi. Di Indonesia gunung api strato paling banyak dijumpai.

Selain itu ada beberapa ciri lain dari gunung api bentuk ini seperti erupsi yang berganti-ganti antara efusif dan eksplosif. Ini menjadikan gunung memperlihatkan batuan beku yang berlapis-lapis pada dinding kawahnya.

Siap-Siap, Ada 3 Gerbang Ikonik Menuju Borobudur

Kemudian gunung api strato juga mengalami letusan yang berkali-kali dengan dapur magma yang dalam dan viskositas serta kekentalan magma tinggi. Misalnya Gunung Merapi, Gunung Tangkuban Perahu atau secara umum sebagian besar gunung api di Indonesia memiliki bentuk strato atau kerucut.

Strato artinya lapisan karena badan gunung api ini terdiri atas lapisan lapisan lava yang bercampur dengan hasil-hasil vulkanis lainnya seperti debu, pasir, kerikil, dan bom.

Campuran yang dikandungnya memungkinkan endapan pada lereng gunung berlapis-lapis sehingga gunung api semakin tinggi menjulang ke atas. Sebagian besar gunung api di Indonesia tergolong bentuk gunung api strato atau kerucut.

Gunung Api Kaldera

Gunung api kaldera

Gunung api kaldera (mgm.slemankab.go.id)

Kaldera merupakan suatu kawasan berbentuk bulat yang membentang rendah di tanah. Kawasan ini terbentuk pada saat tanah amblas akibat letusan eksplosif. Bentuk morfologinya seperti kawah tetapi garis tengahnya lebih dari 2 km.

Salju Gunung Everest Meleleh, Ribuan Kilo Tinja Ditemukan

Gunung api kaldera terdiri atas kaldera letusan yang terjadi akibat letusan besar yang melontarkan sebagian besar tubuhnya. Kemudian kaldera runtuhan yang terjadi karena runtuhnya sebagian tubuh gunungapi akibat pengeluaran material yang sangat banyak dari dapur magma.

Lantas kaldera resurgent yang terjadi akibat runtuhnya sebagian tubuh gunung api diikuti dengan runtuhnya blok bagian tengah. Ada juga kaldera erosi yang terjadi akibat erosi terus menerus pada dinding kawah sehingga melebar menjadi kaldera.

Gunung Api Mar

Gunung api mar

Gunung api mar (mgm.slemankab.go.id)

Gunung api mar atau maar ini terbentuk dari adanya ledakan atau letusan yang bersifat eksplosif. Biasanya cenderung terjadi sekali dengan kekuatan yang cukup hebat.

Bentuk gunung api ini memiliki beberapa ciri-ciri misalnya ada letusan besar yang membentuk lubang besar atau eksplosif pada puncak yang disebut kawah.

Bentuk gunung api ini sekali meletus dengan eksplosif, maka menjadi gunung api yang mati. Kemudian memiliki dapur magma yang dangkal dengan tekanan yang tinggi.

Gunung api ini memiliki corong. seperti Gunung Lamongan di Jawa Timur dengan kawahnya Klakah. Kata maar berasal dan bahasa Jerman yang berarti “kawah”.

Tak Hanya di Bukit, 5 Negara Ini Punya Ibu Kota di Pegunungan

Maar terjadi karena letusan gunung berapi hanya terjadi satu kali. Setelah itu aktivitas vulkanik berhenti sama sekali. Akibat letusan tersebut, sebuah lubang berbentuk corong besar, yang dikelilingi tebing berombak jika terjadi erupsi.

Jika dasar dan dinding maar tidak bisa ditembus oleh air, maka membentuk danau yang disebut danau maar. Namun, ada juga maar kering karena jenis tanah pada dasarnya tidak bisa menahan air.

Gunung api yang memiliki bentuk ini seperti maar di Pegunungan Eifel (Jerman), maar di Dataran Tinggi Auvergne (Prancis).

Gunung Api Kubah

bentuk gunung api

Gunung api kubah (mgm.slemankab.go.id)

Kadang juga disebut sebagai “kubah-sumbat (plug-dome )“. Gunung api bentuk ini terbuat dari lava kental mengandung asam yang keluar saat terjadi letusan.

Lava ini mengisi lubang kawah di bagian puncak gunung. Lava yang mengeras pada kawah ini dapat menurup lubang pada dinding gunung. Ini dapat mengakibatkan terjadinya ledakan.

Lava ini mengisi lubang kawah di bagian puncak gunung. Gunung api kubah umumnya memiliki sisi yang curam dan bentuk cembung. Ciri dari gunung api ini adalah akumulasi vikositas tinggi seperti Puncak Lassen di Sierra Nevada dan gunung Pelee di Martinique.

Gunung Api Perisai

Gunung api perisai

Gunung api perisai (mgm.slemankab.go.id)

Gunung api bentuk perisai bukan terbentuk dari adanya letusan melainkan lebih karena adanya aliran lava basal bersifat tipis dan basah. Tersusun dari batuan aliran lava yang pada saat diendapkan masih cair sehingga tidak sempat membentuk suatu kerucut yang tingggi.

Bentuk gunung api ini akan berlereng landai dan susunannya terdiri atas batuan yang bersifat basaltik. Gunung api yang juga dikenal sebagai gunung api tameng ini memiliki beberapa ciri.

Kisah Bocah 13 Tahun Mendaki 30 Gunung di Indonesia dan Kilimanjaro

Misalnya gunung api ini terjadi karena magma cair keluar dengan tekanan rendah hampir tanpa letusan atau letusan efusif. Dapur magma dangkal dengan magma yang sangat cair. Lantas lereng yang terbentuk menjadi sangat landai.

Contoh bentuk gunung berapi ini terdapat di kepulauan Hawai, Mauna Loa, dan Mauna Kea. Itulah deretan bentuk gunung api ada yang kerucut, namun ada juga yang mirip tameng.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.