Misteri dan Erosi Green Canyon Pangandaran

Bak pahatan alam, ngarai di Green Canyon Pangandaran ini terbentuk dari erosi tanah akibat aliran Sungai Cijulang selama jutaan tahun.

JEDA.ID–Jauh sebelum Green Canyon Pangandaran terkenal jadi destinasi wisata, warga jarang melintas karena disebut angker. Tempat wisata ini dibentuk oleh alam selama jutaan tahun hingga melahirkan pesona keindahan tiada duanya.

Nama Green Canyon ini memang mengambil nama dari Green Canyon di Colorado, Amerika Serikat. Bedanya, Green Canyon Pangandaran ini menawarkan pemandangan tebing-tebing alami yang menjulang dan dihiasi pepohonan hijau yang rindang. Selain itu, air sungai yang menyusuri tebing ini sangat jernih dan biru.

Green Canyon Pangandaran ini berada di Sungai Cijulang, tepatnya di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Warga setempat menamai tempat ini dengan Cukang Taneuh yang dalam bahasa Indonesia berarti Jembatan Tanah.

Bagi penduduk lokal lokasi ini dimaknai sebagai Jembatan Tanah karena karena di atas lembah dan jurang dari Cukang Taneuh terdapat sebuah jembatan dari tanah yang digunakan oleh para petani setempat untuk menuju kebun.

Menapaki Jalan Kenangan di Janjang Saribu

Sebelum dibuka sebagai tempat wisata, sungai di sepanjang objek wisata Green Canyon Pangandaran dikenal angker. Bahkan warga setempat jarang yang berani melintas di aliran sungai maupun di bantaran sungainya.

”Dulu, masyarakat sekitar lokasi tersebut dipercayai angker dan menyeramkan. Jadi, tak heran jika kebanyakan masyarakat enggan untuk menyambangi daerah tersebut. Mungkin hanya beberapa orang saja yang berani ke sana. Itupun biasanya orang yang berburu ular dan biawak,” dikutip dari Pesona Indonesia.

Green Canyon Pangandaran

Pesona Green Canyon Pangandaran (Pesona Indonesia)

Nama Green Canyon dipopulerkan seorang warga negara Perancis bernama Bill John pada 1993. Ketika itu ia melihat warna tebing serta sungai yang berwarna kehijauan. Lantas menyebutnya dengan nama Green Canyon yang masih dipakai dan populer hingga kini.

”Kekaguman tiga bule itu ketika melihat dinding air terjun yang berada di pinggir sungai. Kekaguman mereka makin menjadi ketika melihat relief-relief bebatuan stalaktit yang tidak henti-hentinya mengeluarkan air,” ujar Sunandar, pemandu wisata kawasan Green Canyon Pangandaran sebagaimana dilansir dari indonesia.go.id, Jumat (31/1/2020).

Stalaktit dan Stalakmit

Saat menyusuri aliran sungai di antara tebing ngarai ini, kita bisa melihat tumbuhan hijau menghiasi dinding batu indah hasil pahatan alam selama bertahun-tahun. Ngarai di ini terbentuk dari erosi tanah akibat aliran Sungai Cijulang selama jutaan tahun.

Aliran itu menembus gua dengan stalaktit dan stalagmit yang memesona. Aliran itu kemudian diapit dua bukit yang menjulang dengan bebatuan yang berhiaskan rerimbunan pepohonan. Benar-benar sebuah atraksi alam yang khas dan menantang.

Untuk mencapai tempat ini kita harus menyewa sebuah perahu dari Dermaga Ciseureuh dan menempuh perjalanan kurang lebih 30-45 menit dengan jarak sekitar 3 km.

Tarif tiket perahu berkisar Rp200.000 yang bisa didapat di loket pembelian tiket dengan harga tersebut sudah termasuk asuransi dengan maksimal 5 orang penumpang.

Green Canyon Pangandaran

Aktivitas body rafting (Pesona Indonesia)

Sepanjang perjalanan, mata kita akan dimanjakan oleh hijau teduhnya warna air sungai. Di mulut gua terdapat air terjun Palatar sehingga suasana di objek wisata ini terasa begitu sejuk. Kegiatan yang dapat dilakukan di antaranya lompat dari tebing, berenang atau body rafting.

Biasanya, ada dua pemandu yang mendampingi petualangan body rafting. Durasi setiap aktivitas body rafting sekitar 3-4 jam. Petualangan akan dimulai dari hulu Sungai Cijulang untuk kemudian menempuh jarak pengarungan sejauh 5 km sembari menikmati keindahan Green Canyon Pangandaran.

Setelah puas menyusuri keindahan aliran sungai di Green Canyon, kita bisa mengisi perut di tepian sungai. Jangan takut kehabisan pilihan makanan. Berbagai sajian tradisional nan nikmat menanti.

Pesona Kota Bunga dan Serba Tujuh di Tomohon

Ada nasi bakar ayam yang dibungkus daun pisang, serta melepas dahaga dengan meneguk segarnya air kelapa muda, atau sekadar menyantap gorengan ditemani secangkir kopi.

Mengingat destinasi ini merupakan favorit wisatawan, tak mengherankan jika setiap weekend dan libur nasional Green Canyon Pangandaran dipadati pengunjung.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.