Waspada Penularan Corona Terbanyak Terjadi di Kantor, Patuhi 7 Protokol Kesehatan Ini

Ruang kerja tanpa sirkulasi udara lancar dan hanya mengandalkan sistem pendingin udara akan menyebabkan penularan corona lebih mudah terjadi.

JEDA.ID-Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan transmisi penularan virus Covid-19 banyak terjadi di lingkungan kantor.

“Identifikasi berikutnya dari penambahan kasus ini, ternyata penambahan kasus banyak terjadi di lingkungan kerja, dengan kualitas udara yang tidak bagus,” kata pria yang akrab disapa Yuri ini dalam siaran pers BNPB melalui kanal YouTube dan dikutip dari detikcom, Kamis (16/7/2020).

Yuri menjelaskan, ruang kerja tanpa sirkulasi udara lancar dan hanya mengandalkan sistem pendingin udara akan menyebabkan penularan corona lebih mudah terjadi. Terlebih saat ini ada kekhawatiran penularan Covid-19 melalui mikrodroplet yang bertahan di udara khususnya di ruangan tertutup.

“Ruang kerja tanpa sirkulasi udara yang berjalan dengan lancar, yang hanya mengandalkan sistem pendingin udara dengan sirkulasi udara yang berputar di ruangan itu,” tambahnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)  sebelumnya mengakui bukti penularan virus Corona lewat udara. WHO pun memperbarui pedoman virus Corona dengan menambahkan imbauan waspada penularan corona di ruangan tertutup dengan memastikan ventilasi ruangan dibuat dengan baik.

Waspada, Merasa Insecure Berdampak Bagi Kesehatan Mental

Dikutip dari Daily Star, profesor Wendy Barclay dari Imperial College London telah memperingatkan bahwa mikrodroplet virus Corona dapat bertahan di udara selama lebih dari satu jam. Ahli semakin yakin bahwa rute penularan corona tidak hanya terjadi saat kontak dekat.

“Kita tahu bahwa virus yang menyebabkan Covid-19 dapat tetap hidup, tetap menular pada percikan yang sangat kecil ini [mikrodroplet],” jelas Prof Wendy.

Ahli menyebut hasil studi menunjukkan bahwa virus corona bahkan bertahan di udara lebih dari satu jam. “Studi laboratorium menunjukan bahwa Covid-19 dapat tetap bertahan di udara selama lebih dari satu jam dan berpotensi menular,” kata pakar.

Ladies, Pikir Ulang Sebelum Menjadi Pelakor

Maka dari itu, pakar mengingatkan untuk tidak berbicara dengan keras atau bernyanyi dengan lantang. Sebab, hal ini bisa berpotensi menularkan virus Covid-19.

Sementara itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklarifikasi bahwa virus corona  menyebar terutama melalui percikan yang keluar dari hidung atau mulut, yang dikeluarkan melalui batuk, bersin, atau berbicara. David Nabarro dari WHO mengatakan bahwa walaupun transmisi melalui udara menjadi kemungkinan rute penularan Corona, rute ini bukan menjadi rute utama penularan Corona.

Penting memakai masker meski berada di dalam ruangan dan tetap menjaga jarak antar satu sama lain ketika di kantor atau ruang tertutup lainnya. (Freepik)

“Cara utama penyebaran virus ini adalah melalui percikan yang keluar saat Anda batuk, bersin, atau bahkan berteriak,” kata David kepada program BBC Radio 4.

“Tapi, tampaknya ada kemungkinan partikel sangat kecil yang mengandung virus dapat bergerak lebih jauh,” lanjut David.

Jaga Jarak

Selain itu, Yuri mengatakan bahwa tidak disiplin menjaga jarak antar rekan kerja juga menjadi penyebab transmisi Corona rentan terjadi di kantor. Kebanyakan orang menganggap rekan kerja sudah sangat akrab sehingga kepatuhan menjaga jarak dan memakai masker tidak lagi diindahkan.

“Meski kita sudah terbiasa bertemu dengan rekan kerja di kantor, perlu diingat bahwa mereka juga berasal dari lingkungan risiko yang beda dengan kita. Oleh karena itu untuk tetap gunakan masker,” bebernya.

Menurut Yuri, potensi lain penularan ada beberapa orang juga menurunkan kewaspadaannya akibat merasa aman berada di tengah rekan kerja yang dikenal. Masker jadi tidak dipakai dan sebagian menghabiskan waktu istirahat makan siang untuk ngobrol bersama-sama.

“Meski kita sudah terbiasa bertemu dengan rekan kerja di kantor, perlu diingat bahwa mereka juga berasal dari lingkungan risiko yang beda dengan kita. Oleh karena itu untuk tetap gunakan masker,” ungkap Yuri.

Dikutip dari detikcom, Jumat (17/7/7), untuk menghindari risiko penularan Corona di kantor, yuk simak protokol kesehatan berikut:

1. Atur jam masuk menjadi dua bagian (shift). Tujuannya supaya kondisi di kantor tidak terlalu ramai.

2. Atur tempat duduk sehingga bisa menjaga jarak aman 1-2 meter. Bila memungkinkan tambah penyekat di antara meja.

3. Jangan lepas masker di dalam ruangan, usahakan selalu dipakai.

4. Cuci tangan dengan air dan sabun setiap menyentuh peralatan kantor yang dipakai bersama.

 

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.