Wanita Harus Tahu, Ini Penyebab Haid Tidak Teratur

Siklus haid yang tidak teratur atau tidak lancar ini dipicu oleh berbagai faktor.

JEDA.ID—Haid atau menstruasi tidak teratur atau menjadi lambat, cepat, bahkan lewat beberapa bulan harus diwaspadai. Sebab haid tidak teratur bisa menandai beberapa kondisi medis.

Menstruasi adalah proses luruhnya dinding rahim yang disertai dengan perdarahan, biasanya terjadi selama 3-7 hari. Sewajarnya siklus menstruasi terjadi setiap 28-36 hari dan berlangsung sebanyak 11-13 kali dalam satu tahun. Tapi bagaimana jika proses menstruasi ini tidak lancar? Apakah penyebabnya?

Siklus haid yang tidak teratur atau tidak lancar ini dipicu oleh berbagai faktor dari mulai kondisi kejiwaan, ketidakseimbangan hormon, hingga berat badan yang terlalu rendah.

5 Satwa Ini Monogami, Mereka Setia Pada Satu Pasangan Seumur Hidup Loh

Tips kesehatan kali ini bakal membahas penyebab haid tidak teratur. Seperti yang dilansir dari Detik.com dan Suara.com, Rabu (18/11/2020) berikut ini adalah penyebab haid tidak lancar.

1. Penurunan Berat Badan yang Drastis

Berat badan yang turun drastis dalam waktu singkat bisa berakibat pada telatnya menstruasi. Kondisi gangguan pola makan serius seperti anoreksia dan bulimia adalah penyebab utama orang mengalami penurunan berat badan drastis dan terlambat datang bulan.

2. Stres

Dokter spesialis kandungan Alyssa Dweck, M.D., seperti dikutip dari Women’s Health menjelaskan bahwa hypothalamus, salah saut bagian dari otak sangat terpengaruh oleh stres. Hypothalamus adalah tempat bernaungnya banyak hormon yang mengatur periode haid. Jadi ketika stres mengganggu kinerja hypothalamus maka produksi hormon pun jadi tak seimbang.

3. Gangguan Pada Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid yang terdapat pada leher berfungsi mengatur metabolisme tubuh Anda. Kelenjar ini juga berinteraksi dengan banyak sistem tubuh yang lain agar berjalan dengan semestinya.

Bawa Ponsel Saat BAB? Awas, Bisa Berakibat Fatal!

Tapi ketika terjadi ketidakseimbangan pada tiroid, baik itu hipotiroid maupun hipertiroid, maka akan berpengaruh juga terhadap kelancaran siklus haid.

4. Hormon Tidak Seimbang

Menurut dokter spesialis kandungan Kolonel Dr Frits Max Rumintjap, SpOG(K), penyebab utama menstruasi tidak teratur adalah hormon yang tidak stabil. Keseimbangan hormon merupakan hasil dari suatu kerjasama antara otak, kandung telur, kelenjar di otak, serta kelenjar tiroid. Bila terjadi gangguan dalam peredaran hormon tersebut dapat menyebabkan siklus menstruasi wanita terganggu.

“Gangguan hormon ini timbul karena beberapa faktor, seperti sering kelelahan, pekerjaan, atau stres. Beban pikiran yang terlalu berat bisa mempengaruhi hormon estrogen dan progesteron sehingga berdampak pada siklus menstruasi mereka.”

5. Pil Kontrasepsi

Siklus menstruasi juga bisa terganggu karena alat pengontrol kehamilan. Beberapa jenis pil kontrasepsi dosis rendah bisa menyebabkan haid tidak teratur. Menurut Alyssa, hal itu merupakan efek samping dari konsumsi pil KB dan tidak terlalu membahayakan.

Simak! Ini Menu Sarapan untuk Diet

Alat lainnya seperti IUD, spiral atau suntik KB juga bisa jadi penyebab haid tidak teratur.

6. Jamur atau Penyakit

Dr Frits mengatakan, jadwal mens yang berantakan bisa juga karena adanya penyakit seperti jamur. “Kalau misalnya dia seorang olahragawan, hidup dengan stres, haidnya jarang, seandainya ada penyakit bisa juga karena ada tumor,” tutur pria yang pernah menjadi konsultan ob/gyn di Universitas Padjajaran itu.

Ia menyarankan kepada para wanita yang mempunyai siklus menstruasi tidak normal sebaiknya segera konsultasikan ke dokter kandungan. Umumnya, bila permasalahannya karena hormon akan diberikan pil penyeimbang hormon. Namun bila ternyata ada gangguan penyakit biasanya akan ditindaklanjuti dengan obat atau operasi.

7. Menyusui

Hormon prolaktin yang bertanggung jawab dalam produksi ASI bisa membuat Anda tidak haid atau mengalami haid yang sangat ringan dan sebentar. Tapi, efek hormon prolaktin ini cuma sementara, kok. Haid akan segera kembali normal setelah Anda berhenti menyusui.

8. Perimenopause

Ini adalah fase transisi sebelum seorang perempuan memasuki masa menopause. Perimenopause biasanya dimulai pada usia 40-an, meski bisa saja terjadi lebih awal, dan dimulai dengan perubahan pada siklus haid. Tingkat estrogen yang berfluktuasi selama waktu ini dapat menyebabkan siklus haid menjadi lebih lama atau lebih pendek.

Ditulis oleh : Nurdian Riyanti

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.