Bawa Ponsel Saat BAB? Awas, Bisa Berakibat Fatal!

BAB sambil memainkan ponsel kerap membuat orang lupa waktu, sehingga menghabiskan waktu terlalu lama dalam posisi duduk.

JEDA.ID-Kebiasaan membawa ponsel saat BAB ternyata berdampak negatif terhadap kesehatan. Dampak yang ditimbulkan dari kebiasaan membawa ponsel saat BAB antara lain memicu wasir dan persebaran bakteri E.coli. Waduh!

Tips kesehatan kali ini membahas dampak buruk membawa ponsel saat buang air besar (BAB). Para pakar mengingatkan, kebiasaan membawa ponsel saat buang air besar (BAB) bisa berdampak fatal. Pada beberapa kasus, kebiasaan ini dikaitkan dengan haemorrhoid atau wasir serius hingga membutuhkan operasi.

Kenapa bisa begitu? BAB sambil memainkan ponsel kerap membuat orang lupa waktu, sehingga menghabiskan waktu terlalu lama dalam posisi duduk atau jongkok sehingga sphincter di dubur mendapat terkanan ekstra.

Simak! Ini Menu Sarapan untuk Diet

Wasir bukan satu-satunya risiko yang dihadapi ketika BAB dengan membawa ponsel. Sebuah studi tahun 2017 menyebutkan, ponsel yang sering dibawa saat BAB menjadi sarang bakteri E.coli. Riset lain bahkan menyebut ponsel lebih kotor dibanding toilet itu sendiri

Namun yang menjadi masalah sesungguhnya bukanlah ponsel, melainkan durasi BAB yang menjadi terlalu lama karena keasyikan main ponsel. Karenanya, para pakar mengingatkan untuk tidak lupa waktu.

“Jika gerakan usus tidak muncul dalam beberapa menit, jangan dipaksa. Bangkit dan lakukan sesuatu yang lain. Saat sudah kebelet, baru kembali lagi,” saran ahli bedah usus besar, Karen Zaghiyan, dikutip dari Healthline dan detikcom, Senin (23/11/2020).

Ia menyarankan, BAB sebaiknya tidak lebih dari 15 menit. Lebih lama dari itu artinya ada masalah sembelit atau konstipasi. Cari tahu penyebabnya lalu atasi, atau periksakan ke dokter.

Tahun lalu, ahli pencernaan di Sydney Prof Chris Berney melakukan operasi haemorrhoid thrombectomy pada wanita 23 tahun yang mengalami wasir parah.

Menghilangkan Kantung Mata dengan Cepat, Aman, dan Alami, Begini Caranya

“Saya tanya berapa lama menghabiskan waktu di toilet, dan sekejap saya menyadari bahwa orang-orang ini akan menghabiskan 20 menit, 25 menit, setengah jam, hingga sejam rata-rata,” katanya kepada News Corp Australia, dikutip dari News.com.au.

Saat seseorang berlama-lama jongkok di toilet, umumnya karena asyik main gadget, spinchter atau katup di dubur akan bekerja lebih keras dan penggumpalan darah bisa terjadi. Wasir atau haemorrhoid bisa terbentuk saat tekanan di area tersebut meningkat.

Prof Berney mengingatkan bahwa wasir pada masa kini kemungkinan besar disebabkan oleh duduk terlalu lama di toilet. Peringatan itu ia sampaikan dalam tulisan di jurnal Australia New Zealand Surgery.

Mengutip sebuah studi di AS, Prof Berney menyebut 9 dari 10 orang menggunakan ponselnya saat berada di toilet. Pendapat itu diperkuat dengan hasil sebuah penelitian lain di Turki mengaitkan penggunaan ponsel di toilet dengan wasir.

Di kalangan Gen Z yang lahir antara tahun 1995-2010, teramati 95 persen tidak lupa membawa ponsel saat ke kamar mandi.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.