• Sun, 5 December 2021

Breaking News :

Waduh! Ternyata Jamur Bisa Muncul pada Paru-paru, Apa Penyebabnya?

Tahukah Anda ternyata jamur juga bisa muncul pada organ paru-paru? Kira-kira apa ya penyebabnya? Yuk cari tahu di sini!

JEDA.ID — Jika biasanya muncul pada kulit manusia, ternyata jamur juga bisa menyerang paru-paru. Kira-kira apa penyebabnya?

Penyakit yang dalam bahasa medis disebut mikosis paru ini penyebabnya ada beragam. Mulai dari lingkungan yang tidak bersih dan juga imunitas tubuh seseorang yang lagi menurun.

Baca Juga: Formasi CPNS 2021 Ini Sepi Peminat, Tertarik Daftar?

Oleh sebab itu, penderita HIV/AIDS, kanker, dan juga TBC mempunyai kerentanan yang tinggi terserang jamur pada organ paru. Seperti halnya diungkapkan dalam penelitian di RS Persahabatan Jakarta pada 2017 lalu.

Dalam penelitian itu disebutkan penderita HIV/AIDS, asma, dan TBC mempunyai tingkat keparahan yang tinggi ketika terkena jamur pada paru-parunya. Sehingga mereka harus dirawat intensif di ICU.

Baca Juga: Bacaan Niat dan Jadwal Lengkap Puasa Arafah 2021

Selain itu, penderita Covid-19 juga mempunyai kerentanan yang tinggi terkena jamur pada organ paru. Hal ini dikarenakan imunitas penderita Covid-19 sedang menurun.

“Iya ini terjadi pada pasien yang memiliki daya tahan tubuh menurun. Pasien Covid-19 imunitasnya sedang menurun sehingga sangat mudah terkena jamur. Dan ini bisa membuat kondisi mereka semakin drop,” jelas dokter spesialis paru RSUD Dr Moewardi Solo, dr. Yusup Subagio Sutanto, seperti dikabarkan Solopos.com, Sabtu (3/7/2021).

Baca Juga: Bingung Masak Apa Saat Iduladha? Coba Deh Resep Tengkleng Kambing Khas Solo Ini

dr Yusup menambahkan berdasarkan data, 26 persen penderita Covid-19 di Jerman terpapar jamur pada paru-parunya. Sedangkan di Indonesia sendiri, hal ini belum terdeteksi karena penderita Covid-19 tidak dilakukan pengecekan dengan bronkoskopi.

“Kalau di Eropa pasti sudah ada. Tapi kalau di Indonesia belum dites. Soalnya kan pasien Covid-19 di negara kita jarang yang dibronkoskopi,” imbuh dia.

Baca Juga: Daftar Harga 11 Obat Covid, Paling Mahal Berapa?

Kebersihan Kunci Terhindar dari Jamur Paru-paru

Faktor utama seseorang mudah terpapar jamur pada organ parunya adalah kebersihan lingkungannya. Salah satunya adalah menjamin sirkulasi udara di dalam ruangan mengalir dengan baik.

Ditakutkan di lingkungan yang tak bersih terdapat bakteri, kuman, dan lainnya yang bisa masuk ke tubuh manusia. “Bagaimana jamur bisa tumbuh di paru? Manusia menghirup spora dari udara secara tidak sengaja. Spora kemudian berubah menjadi ragi dan terjadi pembelahan sel dalam saluran napas,” kata dr Yusup.

Baca Juga: Kritis karena Covid-19, Ini Profil Jane Shalimar yang Pernah Menikah dengan Cucu Soekarno

Gejala yang kerap muncul jika paru-paru terserang jaur, adalah demam, batuk, sesak naps, nyeri dada hingga batuk darah. Gejala-gejala ini semakin berat jika menyerang pada orang yang memiliki imunitas rendah.

Beberapa orang yang memiliki imunitas renda dan rentan terpapar jamur pada parunya adalah, kanker darah, transplantasi sumsum tulang, HIV/AIDS, Diabetes melitus dan gagal ginjal. Kemudian, sirosis hati, lupus, TBC, asma, serta kanker paru.

Baca Juga: Cara Memasak Daging Kambing Biar Empuk dan Tak Bau, Mudah Ternyata

Untuk memeriksa paru-paru seseorang terkena jamur adalah dengan rontgen, CT scan dan juga bronkoskpi.

“Penegakkan diagnosis mikosis paru sulit hanya dengan pemeriksaan fisik. Sehingga harus dilakukan pemeriksaan penunjang, berupa radiologi rontgen dada atau CT scan dada, hasil laboratorium klinis tertentu, serta hasil pemeriksaan jamur sangat bermanfaat. Sampel jamur dapat diperoleh dari dahak yang
dibatukkan atau diambil dari bilasan tindakan teropong (bronkoskopi), darah jaringan hasil biopsi, cairan pleura atau cairan tubuh lainnya,” jelas dr Yusup.

Baca Juga: Waspada Anak Banyak yang Tertular Corona, Kenali Gejalanya Sejak Dini!

Pada kesempatan itu, dr Yusup mengatakan jika jamur pada paru-paru tak ditangani secepat mungkin bisa memperparah kondisi. “Dapat diobati, namun keterlambatan pengobatan akan menyebabkan kondisi serius,” tutup dia.

 

Ditulis oleh : Nugroho Meidinata

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.