Tentang Aurora, Fenomena Cahaya Indah di Langit Buruan Para Traveler

Aurora merupakan fenomena alam yang merupakan pancaran cahaya yang indah di langit. Banyak traveler di penjuru dunia yang ingin melihatnya.

JEDA.ID— Aurora merupakan fenomena alam dari pancaran cahaya yang indah di langit. Banyak traveler di penjuru dunia yang menginginkan untuk dapat berkunjung ke sejumlah destinasi yang memiliki cahaya langit aurora yang paling indah.

Beberapa negara seperti Iceland, Norwegia, New Zealand hingga kutub Alaska merupakan tempat yang menempati posisi teratas sebagai lokasi pilihan untuk dapat menikmati fenomena alam tersebut.

Walaupun harus dengan biaya yang mahal, tidak menjadi masalah bagi para penikmat aurora. Pancaran cahaya dan warna-warna indah yang disuguhkan oleh aurora menjadi buruan para traveler.

Selain itu, fenomena alam itu juga menghasilkan cahaya yang menyala dan menari-nari di langit malam. Berikut beberapa fakta tentang cahaya menari di langit malam dilansir oleh detik.com dan sumber lain, Selasa (14/7/2020).

Ilmuwan Inggris Sebut Virus Corona Bertahan di Udara Lebih dari 1 Jam

1. Di balik nama Aurora

Pengambilan nama Aurora sendiri berasala dari kepercayaan Romawi Kuno tentang Dewi Fajar. Bagi penduduk Amerika Utara, Aurora dipercayai sebagai wujud dari roh orang-orang yang sudah meninggal. Ada juga yang beranggapan bahwa fenomena tersebut terjadi untuk memandu jiwa-jiwa orang yang sudah meninggal ke surga.

Untuk suku Inuit atau orang Eskimo, bahwa Aurora Borealis merupakan wujud dari roh-roh binatang yang sudah diburu selama ini.

2. Proses terjadinya Aurora

Aurora terjadi ketika atmosfer bumi berinteraksi dengan partikel yang dipancarkan oleh matahari. Saat terjadi ledakan besar di permukaan matahari, miliaran partikel terlontar. Kecepatan rambat yang dihasilkan mencapai 800 kilometer per detik.

Partikel itu kemudian menumpuk di ionosfer, lapisan atmosfer yang mengandung ion. Dan, sebagian dari ionosfer bertumpuk dengan magnetosfer atau medan magnet bumi.

Hingga akhirnya,pertemuan antara medan magnet dengan partikel ionosfer menyimpan banyak partikel matahari. Dan akhirnya,menghasilkan cahaya dengan warna hijau, biru, merah muda dan ungu.

3. Tempat Melihat Aurora

Tidak semua orang dapat melihat Aurora, karena fenomena ini hanya dapat dinikmati di negara yang jauh dari garis khatulistiwa. Di bumi bagian Selatan, traveler bisa menikmati Aurora berwarna kemerahan di negara seperti Antartika, Amerika Selatan, Australia hingga New Zealand. Sedangkan, di bumi bagian Utara berada di negara seperti Finlandia, Islandia (Iceland), Skotlandia, Norwegia, Swedia, dan Inggris.

Rambut Sulit Panjang? Sebaiknya Anda Gunakan Tips-Tips Ini

4. Jenis Aurora

Fenomena ini memiliki dua jenis, yaitu selatan dan barat. Aurora yang berasal dari kutub Selatan disebut dengan Aurora Australis, dan kutub Utara disebut dengan Aurora Borealis. Aurora Australis biasanya memiliki warna kemerahan seperti cahaya matahari terbit, sedangkan Aurora Borealis berwarna kehijauan.

5. Terjadi di planet lain

Nampaknya fenomena ini tidak hanya terjadi di bumi. Tetapi di planet lain yang memiliki atmosfer dan medan magnet juga terdapat aurora. Seperti di planet Jupiter dan Saturnus.

6. Matahari sebagai pusat

Peran matahari juga menjadi salah satu peran penting dalam proses terjadinya Aurora. Semakin tinggi suhu dari matahari, maka semakin indah pula cahaya Aurora yang dihasilkan.

7. Aurora bisa didengar

Menurut para ilmuwan, Aurora tidak hanya dapat dilihat saja namun juga dapat didengar. Hal ini karena ketinggian atmosfer yang menyebabkan fenomena ini dapat mengeluarkan efek suara. Suara Aurora menyerupai suara lembut dari gulungan ombak.

 

Ditulis oleh : Harwin Mega Olivia

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.