Sering Pakai Masker di Dagu? Waspada Ada Bahaya Mengintai

Pemakaian masker yang diturunkan ke dagu ketika dikenakan akan memudahkan virus untuk masuk melalui hidung dan mulut.

JEDA.ID-Di era new normal saat ini, menggunakan masker menjadi suatu kewajiban saat beraktivitas sehari-hari. Hal ini dilakukan untuk mencegah risiko penularan virus corona jenis baru penyebab Covid-19.

Namun, sayangnya masih banyak yang keliru saat menggunakan masker. Contohnya, kebiasaan menurunkan masker ke dagu karena merasa pengap. Kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko tertular virus corona.

Anggota tim komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro, mengatakan bahwa penggunaan masker yang benar bisa mengurangi risiko tertular virus corona hingga lebih dari 50 persen.

“Efektivitas mengenakan masker dengan baik dan benar dapat menekan peluang penularan lebih dari 50 persen,” kata dr Reisa dalam siaran langsung BNPB, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, dokter spesialis anestesiologi dan dosen di Yale School of Medicine, Shan Soe-Lin, mengatakan seseorang butuh waktu untuk membiasakan diri dalam menggunakan masker. Tetapi, ini tidak menjadi alasan untuk menurunkan masker ke dagu, karena risiko terpapar virus corona akan semakin besar.

“Jika kamu merasa sedikit pengap, kamu mungkin sudah menggunakan maskernya dengan benar,” kata Soe-Lin, dikutip dari New York Times dan dikutip detikcom, Sabtu (11/7/2020).

“Kamu tidak boleh menarik atau menurunkan masker ke dagu. Jika kamu merasa kesulitan mengenakan masker, biarkan saja,” lanjutnya.

Peneliti nanoteknologi dari Loka Penelitian Teknologi Bersih (LPTB) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Eng Muhamad Nasir, menuturkan bahwa masker yang diturunkan ke dagu ketika dikenakan akan memudahkan virus untuk masuk melalui hidung dan mulut.

“Masker jenis apa pun, kalau melorot dan hidungnya enggak ditutup berarti kan 100 persen percuma karena ada peluang masuk lewat hidung. Kalau misal mulut yang terbuka dalam artian sampai dagu, virus bisa masuk lewat dua-duanya (hidung dan mulut),” jelas Eng kepada detikcom pada wawancara beberapa waktu lalu.

Masker kain menjadi salah satu masker yang paling banyak diminati masyarakat. Selain modelnya yang beragam, masker kain juga termasuk masker yang dianjurkan untuk mencegah paparan virus Corona Covid-19.

Di Balik Pro Kontra Ekspor, Lima Daerah Ini Hasilkan Lobster Unggulan

Juru bicara pemerintah dalam penanganan virus Corona Covid-19 di Indonesia,  Achmad Yurianto, menjelaskan masker kain sebaiknya tidak didesain terlalu tebal. Sebab, pada akhirnya membuat beberapa orang tidak memakai masker dengan benar karena sulit bernapas.

“Banyak sekali yang menggunakan masker yang didesain terlalu tebal sehingga akhirnya tidak nyaman untuk bernapas atau menggunakan bahan elastis yang terlalu menekan hidung ini pun tidak nyaman digunakan sehingga seringkali penggunananya menurunkan maskernya hanya menutup mulut dengan alasan tidak bisa bernapas,” papar Yuri saat live update penanganan corona di BNPB pada Sabtu (11/7/2020)

“Oleh karena itu gunakan yang benar buatlah desain yang baik agar tidak menutup hidung dan mulut secara ketat namun mampu melindungi keseluruhannya dengan baik,” lanjutnya.

Yuri menjelaskan pemakaian masker yang benar perlu diperhatikan karena masker menjadi salah satu pencegahan terpenting yang harus dilakukan agar tehindar dari virus corona. Memakai masker tidak benar bisa menjadi sumber penularan virus corona.

“Menjadi sumber tertularnya seseorang karena tidak memakai masker dengan baik dengan berbagai alasan termasuk tidak nyaman menggunakan maskernya,” pungkasnya.

7 Aplikasi Asyik untuk Mengerjakan Tugas Sekolah, Apa Saja?

Lalu bagaimana dengan pemakaian face shield? Sekarang banyak orang memakai face shield. Bahkan anak-anak juga memakai face shield.

Pemerintah mengingatkan penggunaan masker tetap wajib meski face shield makin populer belakangan ini. Menggunakan pelindung wajah tanpa masker ibarat pakai payung tanpa jas hujan.

“Ibarat pakai payung yang bisa melindungi dari tetesan air yang dari atas tapi tidak melindungi yang dari samping,” jelas juru bicara pemerintah untuk penanganan  Covid-19, Achmad Yurianto, seperti dikutip dari detikcom, Sabtu (11/7/2020).

“Tetap gunakan masker sebagai pengaman. ibaratnya menggunakan jas hujan yang penuh,” pesannya.

Ia juga menyoroti penggunaan masker dengan desain yang terlalu tebal. Masker yang seperti itu menurutnya memicu rasa tidak nyaman sehingga malah bikin malas pakai masker dengan benar.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.