Seberapa Sehat Lansia Indonesia, Ini Datanya

WHO mencatat Angka Harapan Hidup Sehat (AHHS) Indonesia pada tahun 2016 adalah 12,7 tahun yang menandakan lansia Indonesia dapat menjalani hidup mereka dalam kondisi sehat sampai usia 72-73 tahun.

JEDA.ID–Bertambahnya usia biasanya diikuti menurunnya fungsi organ tubuh. Kondisi ini menjadi perhatian khususnya agar para penduduk lanjut usia atau lansia tetap sehat di usia senja mereka.

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik Penduduk Lanjut Usia 2018 salah satunya memotret tentang kesehatan penduduk lansia di Indonesia. Secara umum ada 51,28% penduduk lansia yang punya keluhan sakit dan 25,99% penduduk lansia sakit dalam sebulan terakhir.

Artinya 1 dari 4 lansia di Indonesia sakit dalam sebulan terakhir. Sisanya termasuk lansia sehat. ”Dalam empat tahun terakhir, angka kesakitan lansia terus menurun. Akan tetapi, penurunannya relatif tidak terlalu besar. Dibandingkan 2015, angka kesakitan lansia turun tidak lebih dari tiga persen,” sebut BPS sebagaimana dikutip Jumat (4/10/2019).

Di lihat dari segi umur, lansia muda yang berusia 60-69 tahun lebih banyak yang sehat. Di kelompok umur ini atau kerap disebut lansia muda tercatat 23,6% lansia yang sakit dalam sebulan terakhir.

Di kelompok umur yang lebih tua yaitu 70-79 tahun atau lansia madya, persentase yang mengalami sakit lebih tinggi yaitu 29,12%. Di lansia tua atau 80 tahun ke atas, lansia sakit menjadi 33,32%.

Lansia sehat tentu tidak terlalu menghadapi masalah pengobatan. Namun, bagi lansia yang sakit pengobatan menjadi hal penting agar mereka segera pulih. BPS menyebut sebagian besar lansia Indonesia sudah memiliki respons aktif yang baik terhadap keluhan kesehatan yang mereka alami.

Ada yang mengobat sendiri, berobat jalan, maupun keduanya (95,85 persen). Meskipun demikian, masih ada empat dari 100 penduduk lansia yang enggan untuk mengobat keluhan kesehatan yang mereka alami.

Pilih ke Dokter dan Bidan

Ketika mengobat sendiri tiak cukup untuk menghilangkan keluhan kesehatan, lansia perlu berkonsultasi ke tenaga kesehatan untuk mengobat keluhan mereka.

Lebih dari separuh lansia yang mengalami keluhan kesehatan melakukan berobat jalan dan mayoritas di antaranya memilih fasilitas kesehatan sebagai tempat tujuan berobat jalan. Hanya sebagian kecil saja yang melakukan pengobatan tradisional.

”Praktik dokter/bidan menjadi tujuan favorit lansia yang berobat jalan dengan persentase tertiggi yakni 35,30 persen. Hal ini kemungkinan terjadi mengingat keberadaan fasilitas tersebut lebih mudah dijangkau oleh para lansia,” sebut BPS.

Seperti penduduk lainnya, lansia berharap selalu sehat. Namun, ketika penyakit mendera, tidak sedikit dari mereka yang harus menjalani rawat inpa di rumah sakit. Ketika lansia di rawat di RS, mayoritas durasinya 4-7 hari. Berikut perinciannya sesuai data BPS

  • 1-3 hari 33,69%
  • 4-7 hari 44,26%
  • 8-14 hari 14,36%
  • Lebih dari 14 hari 7,69%

BPS menyebutkan lebih dari separuh lansia rawat inap menggunakan fasilitas jaminan kesehatan. Disebutkan perlu strategi yang baik untuk menjaga lansia selalu sehat.

WHO mencatat Angka Harapan Hidup Sehat (AHHS) Indonesia pada tahun 2016 adalah 12,7 tahun yang menandakan lansia Indonesia dapat menjalani hidup mereka dalam kondisi sehat sampai usia 72-73 tahun.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.