Punya 3 Kriteria, Sayembara Desain Ibu Kota Baru Berhadiah Rp5 Miliar

Desain ibu kota baru di Kalimantan Timur harus bisa menangkap keinginan pemerintah agar urbanisasi tidak lagi menjadi beban, namun peluang.

JEDA.ID–Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengumumkan sayembara desain kawasan ibu kota negara baru. Sayembara ini diganjar hadiah total Rp5 miliar.

Sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR, pengumuman sayembara dilakukan di laman sayembaraikn.pu.go.id. Di laman itu disebutkan visi ibu kota baru Indonesia harus merepresentasikan kemajuan bangsa yang unggul dan katalis peningkatan peradaban manusia Indonesia.

Ada tiga kriteria umum desain ibu kota baru Indonesia yaitu mencerminkan identitas bangsa, menjamin berlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi, serta mewujudkan kota yang cerdas, modern, dan berstandar internasional.

Kementerian PUPR menyatakan sayembara ini terbuka untuk umum baik WNI atau WNA. Bisa perseorangan atau kelompok yang memiliki kompetensi di bidang arsitektur dan perencanaan kota.

Pemenang sayembara itu diganjar hadiah Rp2 miliar (juara I), Rp1,25 miliar (juara II), dan Rp1 miliar (juara III). Juara harapan I dan II juga mendapatkan hadiah masing-masing Rp500 juta dan Rp250 juta.

Pendaftaran sayembara dilakukan di laman sayembaraikn.pu.go.id pada 3-18 Oktober 2019. Ada 13 juri yang akan menilai sayembara itu, salah satunya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang selama ini juga dikenal sebagai arsitek.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur akan mengadopsi tiga syarat dasar yaitu perencanaan yang matang, regulasi yang mantap, dan dibiayai secara terencana dan cermat.

Urbanisasi

Hal ini dilakukan agar urbanisasi tidak lagi menjadi beban, namun peluang untuk berkembang. Dia menyatakan dengan konsep itu pemindahan ibu kota negara bisa menjadi pusat pertumbuhan kegiatan ekonomi wilayah. Terlebih, posisi Kalimantan Timur yang berada tepat di tengah-tengah Indonesia.

Basuki berkaca dari pengalaman Kazakhstan membangun ibu kota  baru di Astana saat kondisi ekonomi inflasi tinggi dan teknologi belum maju seperti sekarang. Lokasi ibu kota baru itu berada di tengah negara dan kini menjadi gravitasi pertumbuhan di masa depan.

Bappenas memprediksi pemindahan ibu kota negara akan memberikan dampak jangka pendek yaitu peningkatan investasi riil di Kalimantan Timur 47,7%, Pulau Kalimantan 34,5%, dan Indonesia 4,7%.

Hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi (PDB riil) di Kalimantan Timur akan tumbuh sebesar 7,3%, Pulau Kalimantan 4,7%, dan Indonesia 0,6%. Kemudian peningkatan kesempatan kerja Pulau Kalimantan 10,5% dan nasional 1,0 %.

Untuk jangka menengah-panjang peningkatan pertumbuhan ekonomi memiliki dua skenario. Pertama Kalimantan Timur 6,8%, Pulau Kalimantan 4,3%, nasional 0,02%. Skenario kedua Kalimantan Timur 7,6%, Pulau Kalimantan 4,9%, Nasional 0,1%.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.