Mutasi Corona dari Inggris Mendunia, Sudah Ada di Negara Mana Saja?

Jenis baru virus Corona ini diberi nama 'VUI - 202012/01' karena varian pertama yang diselidiki pada bulan Desember.

JEDA.ID-Mutasi baru  Corona dari Inggris telah menyebar ke sejumlah negara. Mutasi baru Corona ini disebut-sebut 70 persen lebih menular dan menjadi penyebab lonjakan kasus Covid-19 di Inggris.

Mutasi baru virus Corona ini diberi nama ‘VUI – 202012/01’ karena varian pertama yang diselidiki pada bulan Desember. Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock,  menyebutkan bahwa mutasi baru virus Corona ini tumbuh lebih cepat dari varian sebelumnya.

Selain itu di Inggris, mutasi baru ini telah menyebar kemana saja? Simak terus ulasannya di tips kesehatan kali ini ya.  Kepala teknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Maria Van Kerkhove mengatakan bahwa varian baru virus corona ini juga ditemukan di Denmark dan Belanda.

Negara-Negara Ini Sudah Lakukan Vaksinasi Massal, Indonesia Kapan?

“Kami memahami bahwa varian ini telah diidentifikasi juga di Denmark, di Belanda dan ada satu kasus di Australia dan tidak menyebar lebih jauh di sana,” katanya kepada BBC dan dikutip detikcom, Jumat (25/12/2020).

Dikutip dari berbagai sumber, berikut dua negara lainnya yang terkena sebaran varian baru virus corona dari Inggris, selain Denmark dan Belanda:

1. Italia

Varian baru Corona dari Inggris telah tersebar ke Italia. Hal ini terbukti dari adanya pasien yang terkena varian baru virus Corona ini.

“Italia telah mendeteksi seorang pasien yang terinfeksi jenis baru virus corona yang juga ditemukan di Inggris,” kata kementerian kesehatan dikutip dari Reuters.

Pasien tersebut baru kembali dari Inggris beberapa hari terakhir. Ia mendarat di bandara Fiumicino Roma dan saat ini tengah menjalani isolasi.

2. Australia

Negara Kangguru ini juga terkena dampak penyebaran varian baru virus Corona. Dua pelancong dari Inggris yang terbang ke negara bagian South Wales, Australia, ditemukan ‘membawa’ varian virus tersebut.

Kebiasaan Belanja Orang RI Saat Harbolnas, 58% Responden Belanja Terencana

Saat ini, kedua pelancong tersebut sedang menjalani karantina. Pihak kesehatan setempat juga menyatakan bahwa kasus ini tidak ada kaitannya dengan lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Sydney.

Varian baru Corona yang ditemukan di Inggris ini juga sudah sampai ke Singapura. Singapura mengonfirmasi kasus pertama Covid-19 dari mutasi tersebut pada Rabu  (23/12/2020) malam.

Dikutip dari Channel News Asia, varian baru virus Corona datang dari seorang pelajar berusia 17 tahun. Dia telah belajar di Inggris sejak Agustus lalu.

Singapura Laporkan Kasus Pertama Varian Baru Corona

Remaja ini kembali ke Singapura pada 6 Desember dan menyampaikan pemberitahuan tinggal di rumah di fasilitas khusus saat kedatangan.

“Siswa itu mengalami demam pada 7 Desember, dan dipastikan terinfeksi Covid-19 pada 8 Desember,” kata Departemen Kesehatan Singapura seperti dikutip dari Detikcom.

Setidaknya ada sejumlah orang yang melakukan kontak erat dengan siswa tersebut. Apakah ikut dinyatakan positif Corona?

Waduh! Amuba Pemakan Otak Mudah Menyebar Melalui Air

“Semua kontak dekatnya telah ditempatkan di karantina, dan dinyatakan negatif untuk infeksi Covid-19 pada akhir masa karantina mereka,” jelas Depkes setempat.

“Karena dia telah diisolasi setibanya di Singapura, kami dapat mencegah kasus ini sehingga tidak ada penularan lebih lanjut yang timbul darinya,” lanjut keterangan otoritas kesehatan Singapura.

Sebanyak 31 kasus impor virus Corona dari Eropa, yang tiba di Singapura antara 17 November dan 17 Desember, dipastikan terinfeksi Covid-19 pada Desember.

Di antara 30 kasus yang tersisa, 12 tidak terinfeksi jenis varian baru Corona B117.

“Lima sampel tidak dapat diurutkan karena viral load (jumlah virus) yang rendah, dan kami menunggu hasil konfirmasi untuk 11 kasus lain yang pada awalnya positif untuk jenis B117,” kata Depkes.

“Untuk mengurangi risiko penyebaran ke Singapura, kami memberlakukan pembatasan perbatasan baru bagi para pelancong dari Inggris untuk tindakan pencegahan lebih lanjut,” kata kementerian itu kemudian.

Di bawah langkah-langkah baru, warga negara Singapura yang kembali dari sana dan penduduk setempat tetap akan diminta untuk menjalani tes PCR Covid-19 setibanya di Singapura, pada awal pemberitahuan tinggal di rumah 14 hari.

Singapura melaporkan 21 kasus Covid-19 baru pada hari Rabu, sehingga total kasus menjadi 58.482.

Kenali Gejala Varian Baru Corona

Varian baru Corona ini disebut memiliki kemampuan menular yang sangat cepat. Meski begitu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memastikan bahwa virus Corona jenis baru tersebut tidak lebih berbahaya atau mematikan daripada jenis yang umum ditemukan.

Dikutip dari Times of India, National Health Service (NHS) pun menyoroti gejala Covid-19 yang dialami oleh pasien saat terinfeksi virus Corona jenis baru ini.

WhatsApp Web Tidak Bisa Dibuka? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Dijelaskan, selain gejala umum Covid-19, seperti demam, batuk kering, dan hilangnya indera penciuman dan perasa, ada 7 gejala lain yang telah dikaitkan dengan varian baru Corona tersebut. Di antaranya sebagai berikut.

1. Kelelahan
2. Kehilangan selera makan3.
3. Sakit kepala
4. Diare
5. Kebingungan
6. Nyeri otot
7. Ruam kulit.

“Jika Anda mengalami gejala apa pun terkait Covid-19 jangan ambil risiko. Anda dan keluarga harus segera melakukan isolasi dan idealnya sesegera mungkin untuk melakukan tes,” ucap peneliti dari King’s College.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.