Mengenal Hepatitis yang Merenggut 1,5 Juta Penduduk Dunia

Hepatitis yang banyak menginfeksi penduduk Indonesia adalah Hepatitis B, Hepatitis A, dan Hepatitis C.

JEDA.ID–Kejadian luat biasa (KLB) Hepatitis A di Pacitan, Jawa Timur menjadi sorotan. Hepatitis menjadi penyakit serius yang dihadapi banyak negara. Bahkan, setiap tahun ada 1,5 juta penduduk dunia yang meninggal karena berbagai jenis Hepatitis.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam Infodatin Hepatitis menyebutkan Hepatitis adalah peradangan hati yang bisa berkembang menjadi fibrosis (jaringan parut), sirosis atau kanker hati. Hepatitis disebabkan oleh berbagai faktor seperti infeksi virus, zat beracun misalnya alkohol, obat-obatan tertentu, dan penyakit autoimun.

Penyebab paling umum Hepatitis adalah yang disebabkan oleh virus Hepatitis B dan C. Terdapat lima jenis Hepatitis dan jenis Hepatitis yang banyak menginfeksi penduduk Indonesia adalah Hepatitis B (21,8%), Hepatitis A (19,3%), dan Hepatitis C (2,5%). Berikut beberapa hal yang perlu diketahui mengenai hepatitis.

Hepatitis A

Penyakit ini disebabkan virus Hepatitis A. Penyakit ini endemis di beberapa negara berkembang. Selain itu, Hepatitis A merupakan Hepatitis yang ringan, bersifat akut, dan bisa sembuh spontan tanpa gejala sisa.

Penularan Hepatitis A melalui fecal oral. Biasanya sumber penularan melalui sumber air minum yang tercemar, makanan tidak dimasak, makanan tercemar, sanitasi yang buruk, dan higenitas yang rendah.

Gejala pasien Hepatitis A biasanya bersifat akut dan tidak khas seperti demam, sakit kepala, mual dan muntah, sampai pembengkakan hati. Tidak ada pengobatan khusus hanya pengobatan pendukung dan menjaga keseimbangan nutrisi.

Pencegahan Hepatitis A adalah menjaga pola hidup bersih dan sehat dan menjaga kebersihan lingkungan terutama makanan dan minuman.

Hepatitis B Akut

Virus Hepatitis B dari golongan virus DNA dengan masa inkubasi 60-90 hari. Penularan vertikal yaitu 95% terjadi saat proses persalinan dan 5% melalui intra uterina. Sedangkan penularan horizontal bisa melalui transfusi darah, pisau cukur, hingga jarum suntik tercemar.

Gejala yang mungkin timbul adalah lesu, nafsu makan berkurang, demam ringan, hingga air kencing menyerupai warna teh. Pencegahan yang digencarkan adalah melalui imunisasi. Deteksi dini Hepatitis B pada kelompok berisiko/ibu hamil telah dilaksanakan sejak 2015.

Hepatitis B Kronik

Hepatitis B kronik berkembang dari Hepatitis B akut. Bila penularan terjadi saat bayi, 95% akan menjadi hepatitis kronik. Namun, bila terjadi pada balita potensinya menjadi 20%-30%, dan hanya 5% bila pada orang dewasa.

Biasanya penyakit ini tanpa gejala. Sudah ada berbagai macam obat Hepatitis B kronik ini yang tujuannya memperpanjang harapan hidup dan menurunkan kemungkinan terjadinya hepatoma. Prinsip pengobatannya tidak perlu buru-buru, namun tidak boleh terlambat.

Hepatitis C

Penyebab utama penyakit ini adalah sirosis dan kanker hati. Penularan Hepatitis C melalui darah dan cairan tubuh, jarum suntik, transplantasi organ. Bila dikukur kronisitasnya, 80% penderita Hepatitis C akan menjadi kronik. Pencegahan Hepatitis C adalah mengurangi faktor risiko karena belum ada vaksin.

Virus Hepatitis C termasuk golongan virus RNA dengan masa inkubasi 2-24 pekan. Pengobatan Hepatitis C adalah kombinasi pegylated interferon dan ribavirin.

Hepatitis D

Virus Hepatitis D paling jarang ditemukan, namun paling mematikan. Virus Hepatitis D biasa juga disebut dengan virus Delta. Virus ini memerlukan virus Hepatitis B untuk berkembang biak sehingga kasus Hepatitis D hanya ditemukan pada orang yang terinfeksi Hepatitis B.

Meski paling berbahaya dan belum ada vaksin, namun otomatis orang akan terlindungi jika telah diberi imunisasi Hepatitis B.

Hepatitis E

Hepatitis E dulu dikenal dengan Hepatitis Non A-Non B. Penularannya seperti Hepatitis A yaitu fecal oral. Virus Hepatitis E termasuk virus RNA dengan masa inkubasi 2-9 pekan.

Gejala sakit ini menyerupai sakit flu. Pencegahan dari penyakit ini adalah menjaga kebersihan lingkungan utamanya makanan dan minuman.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.