Tutup Iklan

Masker Kain Punya Masa Kedaluwarsa, Disarankan Hanya Dipakai Sebulan

Saat ini ahli merekomendasikan penggunaan masker medis dilapisi masker kain.

JEDA.ID-Masker kain punya masa kedaluwarsa, karena itu masker kain disarankan hanya dipakai sebulan.  Meski efektivitasnya tak sebesar masker medis, namun pemakain masker kain tetap bisa mencegah penularan Corona.

Simak ulasannya di info sehat dan tips kesehatan kali ini. Memakai masker menjadi upaya penting untuk memutus penularan Corona. Saat ini sudah banyak sekali jenis masker yang tersedia di masyarakat salah satunya masker kain.

Meski efektivitasnya tak sebesar masker medis, penggunaan masker kain tetap dirasa perlu sebagai alternatif untuk digunakan di tempat umum. Namun perlu diingat bahwa masker kain juga punya masa tahan dan tak bisa digunakan terlalu lama.

Baca Juga: Ini Cara Meredakan Sakit Gigi Saat Pandemi Covid-19

“Kalau masker kain bisa dicuci saja tapi ini jangan lebih dari satu bulan kita pakai terus karena biasanya sudah mulai renggang, sehingga partikelnya mudah masuk,” kata Ketua Subbidang Penanganan Limbah Medis Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Lia G Partakusuma, dalam dialog BNPB dan dikutip detikcom, Jumat (19/2/2021).

“Dan setiap empat jam sekali sebaiknya ganti maskernya karena pasti sudah penuh dengan droplet,” sambungnya.

Saat ini ahli merekomendasikan penggunaan masker medis dilapisi masker kain. Kombinasi ini disebut bisa memberikan perlindungan ganda terhadap infeksi virus Corona.

Penting untuk diingat, setiap masker punya potensi untuk menularkan bahaya infeksi termasuk Covid-19. Oleh karena itu masker kain tetap harus dicuci menggunakan detergen untuk menghilangkan partikel bakteri dan virus yang berada di dalamnya.

“Masker kain bisa dicuci dan dipakai kembali keesokan harinya,” jelas Lia.

Masker bedah yang telah dipakai oleh pasien Covid-19  bisa menjadi media penularan virus Corona. Oleh karena itu, masker ini tidak boleh dibuang secara asal-asalan. Ketua Sub Bidang Penanganan Limbah Medis Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Lia G Partakusuma, mengatakan bahwa ada tata cara tersendiri dalam membuang masker bedah bekas bagi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri.

Pertama, masker bedah harus didisinfeksi terlebih dahulu sebelum dibuang, bisa dengan cara direndam di dalam larutan detergen. “Kemudian kita gunting, kita rusak termasuk talinya. Itu supaya tidak ada oknum yang menyalahgunakan masker tersebut sehingga dijual lagi,” ucap  Lia dalam konferensi pers BNPB, Jumat (19/2/2021).

Baca Juga: Cheetos hingga Lays Sebentar Lagi Hilang di Pasaran, Ini Sejarah dan Alasannya

Selanjutnya, kata  Lia, masker bekas tersebut dimasukkan ke dalam kantong kertas atau plastik ramah lingkungan dan diberi tulisan ‘infeksius’. Tempat sampahnya pun tidak boleh sembarangan, sebaiknya masker bedah bekas dibuang di dalam tempat sampah berwarna kuning khusus untuk limbah medis.

“Sebaiknya dikumpulkan di tempat sampah khusus nanti akan diangkut dan dikelola sebagai limbah medis, dari pihak ketiga atau puskesmas yang akan mengolahnya,” jelasnya.

Berikut detail urutan tata cara pengolahan masker bedah bekas bagi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri, seperti dijelaskan oleh  Lia.

– Sediakan wadah sementara untuk masker bekas pakai (tertutup)
– Disinfeksi masker dengan cara direndam di larutan klorin, detergen, atau sabun
– Rusak masker dan talinya dengan cara digunting, kemudian masukkan ke dalam kantong kertas atau plastik ramah lingkungan dan beri tulisan ‘infeksius’
– Buang masker bekas tersebut ke dalam tempat sampah khusus berwarna kuning khusus limbah medis
– Petugas desa, kelurahan, kecamatan, dinas lingkungan hidup, atau kebersihan akan mengangkut sampah tersebut
– Limbah medis sementara akan disimpan di puskesmas
– Pihak ketiga atau dari pemerintah daerah akan mengangkut limbah medis di puskesmas
– Pengolahan limbah medis akan dilakukan oleh pemerintah daerah.

Baca Juga: Duh Sugar Daddy Indonesia Terbanyak Kedua di Asia, Segini Jumlahnya

Hal ini penting untuk dipahami adalah bahwa limbah masker bisa berbahaya jika tidak dikelola dengan baik, karena virus Corona Covid-19 disebut dapat bertahan cukup lama di bagian dalam masker bedah.

Menurut Ratih Asmara Ningrum dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), virus Corona dapat bertahan hidup selama 7 hari di permukaan bagian dalam masker bedah.

“Masker bedah di bagian dalam itu 7 hari dan di permukaan bagian luarnya ternyata lebih dari 7 hari stabilitas virusnya,” kata Ratih dalam webinar yang diadakan oleh LIPI, Selasa (16/2/2021).

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.