Cegah Penularan Virus Corona, Hindari Ngobrol di Angkutan Umum

Untuk mencegah penularan virus corona di ruang tertutup termasuk di angkutan umum, sebaiknya tetap patuhi protokol kesehatan.

JEDA.ID-Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui adanya potensi penularan virus corona penyebab Covid-19 di udara. Para ahli menjelaskan ini karena percikan liur berukuran ekstra kecil (mikrodroplet) bisa tidak langsung jatuh ke tanah, bertahan lama di udara sehingga berisiko terhirup orang lain.

Mikrodroplet ini diketahui bisa dihasilkan seseorang saat berbicara, bersin, batuk, atau bernyanyi.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengikuti panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebut virus corona Covid-19 memiliki potensi menyebar luas lewat udara alias airborne. Hal ini terutama berlaku di ruangan tertutup yang ramai oleh orang-orang.

Anggota tim komunikasi gugus tugas, dr Reisa Broto Asmoro, menjelaskan bahwa informasi yang berkaitan dengan Covid-19 ini bisa berubah karena terus menyesuaikan perkembangan temuan terbaru.

“Pengetahuan kita tentang penyakit yang masih sangat baru ini akan terus selalu berubah, berkembang, sesuai penemuan dan penelitian terbaru oleh para ilmuwan. Perkembangan pengetahuan tentang SARS-COV-2 penyebab Covid-19 begitu cepat,” kata dr Reisa dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB dan dikutip detikcom, Selasa (14/7/2020).

Tentang Aurora, Fenomena Cahaya Indah di Langit Buruan Para Traveler

Diakuinya potensi mode penularan corona lewat udara ini berdampak terhadap penambahan protokol kesehatan yang perlu diikuti. Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, menjelaskan ruangan harus memiliki ventilasi udara yang baik, buka jendela, selalu pakai masker di dalam ruangan, hingga jangan berbicara di angkutan umum.

“Kami mengingatkan kembali gunakan masker. Pada saat berada di alat transportasi massal, public transportation, upayakan Anda memakai masker, menjaga jarak, dan tidak berbicara, tidak makan, tidak minum di dalam kendaraan umum atau di dalam kereta,” kata pria yang akrab disapa Yuri ini.

Etika Batuk dan Bersin

WHO menyebut bahwa mikrodroplet (percikan liur berukuran kecil) dapat keluar dari mulut saat seseorang berbicara, batuk, bersin, atau bernyanyi. Mikrodroplet ini bisa bertahan lama dan menyebar di udara sehingga berpotensi menyebarkan virus ketika dihirup oleh orang lain.

Hal kurang lebih senada diungkapkan dr. Reisa. Reisa Broto Asmoro mengatakan ada beberapa cara untuk mengurangi risiko virus corona menyebar melalui udara di ruangan tertutup.

“Ada 5 cara mengantisipasi peredaran udara di ruang tertutup ber-AC,” tuturnya dalam siaran pers BNPB, Selasa (14/7/2020).

Berikut 5 hal yang bisa kurangi risiko corona di ruangan tertutup ala dr. Reisa:

1. Atur ventilasi udara dengan baik, sirkulasikan dengan udara luar

2. Batasi jumlah orang dan pastikan duduk dengan jaga jarak aman

3. Wajibkan semua orang pakai masker dan mencuci tangan menggunakan sabun

4. Pastikan sehat ketika beraktivitas di luar rumah dan tempat publik

5. Patuhi protokol kesehatan.

masker timbul jerawat

Ilustrasi masker (Freepik).

Selain itu, saat batuk atau bersin jangan lupakan etikanya ya. Hal ini bertujuan agar bisa saling menjaga dan tidak menularkan penyakit ke orang lain. Dikutip dari detikcom, Selasa (14/7/2020), berikut ini etika batuk dan bersin di tempat umum:

1. Jangan lepas masker

Tujuan memakai masker adalah untuk menutupi hidung dan mulut sehingga meminimalisir kemungkinan kuman penyakit menyebar jauh atau terhirup. Namun, tampaknya ada sebagian dari kita yang memiliki kebiasaan melepas masker saat bersin atau batuk-batuk.

“Pakai masker. Pas bersin maskernya malah dibuka. Habis itu dipakai lagi. Sayang maskernya biar enggak kotor katanya,” ujar spesialis paru di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet, dr Jaka Pradipta, SpP, yang menyoroti kebiasaan tersebut.

Rambut Sulit Panjang? Sebaiknya Anda Gunakan Tips-Tips Ini

Karena itu, Jaka menyarankan, agar orang-orang selalu menyiapkan masker cadangan daripada melepas masker saat bersin atau batuk karena takut kotor.

“Kalau kita lepas, artinya kita membahayakan orang lain,” kata dr. Jaka pada detikcom beberapa waktu lalu.

2. Buang tisu atau benda yang terkontaminasi

Saat sedang tidak memakai masker, maka usahakan sebaik mungkin tutup mulut dan hidung setiap batuk atau bersin. Bisa dengan tisu, lengan bagian atas, atau benda lain.

Hanya,  ingat langsung buang ke tempat sampah tisu atau benda sekali pakai yang digunakan untuk menutup mulut.

3. Segera cuci tangan

Etika bersin atau batuk yang baik adalah segara cuci tangan usai mengalaminya. Ini bertujuan untuk meminimalisir risiko tangan kita menyebarkan kuman penyakit yang mungkin menempel di tangan ke permukaan benda sekitar.

4. Hindari menyentuh wajah

Menyentuh wajah seperti mengelus pipi, menggosok hidung dan mengucek mata sebaiknya dikurangi agar terhindar dari infeksi virus.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.