Bintik Matahari Terdeteksi, Adakah Pengaruhnya Terhadap Bumi?

Lembaga antariksa NASA pun terus mengawasi walaupun sampai sekarang belum ada peringatan,

JEDA.ID-Bintik Matahari atau sunspot terdeteksi di Matahari. Lalu apakah ada pengaruh bintik Matahari ini terhadap Bumi?

Bintik Matahari merupakan area di permukaan Sang Surya, yang disebabkan oleh aktivitas magnetis yang intens. Aktivitas itu hampir selalu berujung pada keluarnya suar Matahari dan terlontarnya massa, ketika radiasi dan gas nuklir di dalam Matahari menuju ke kosmos.

Dalam sistem tata surya kita, Matahari merupakan pusat. Aktivitas Matahari naik dan turun secara alami setiap 11 tahun sekali. Nah pada saat ini, para astronom meyakini kita akan memasuki masa-masa paling ‘sibuk’ Matahari. Fenomena alam ini jelas menarik perhatian peneliti untuk diikuti.

Manfaat Minum Air Lemon di Pagi Hari Sangat Banyak, Mau Coba?

Dikutip dari Sky News, Selasa (1/12/2020), hal itu antara lain ditandai dengan munculnya sekelompok Bintik Matahari baru di permukaan Matahari sejak awal tahun ini, melepaskan suar Matahari atau solar flare terbesar sejak tahun 2017.

Jika suar Matahari yang adalah semburan radiasi dari bintik Matahari cukup kuat, maka bisa merusak satelit ataupun mengganggu sinyal radio di Bumi. Lembaga antariksa NASA pun terus mengawasi walaupun sampai sekarang belum ada peringatan akan ada dampak buruknya dalam waktu dekat.

“Ini merupakan ledakan Matahari kelas M yang pertama terjadi sejak Oktober 2017 dan ilmuwan akan mengamati untuk menyaksikan apakah benar memang Matahari mulai terbangun,” sebut NASA pada pertengahan tahun ini seperti dikutip dari detikcom.

Namun pada 23 November kemarin, ada laporan bahwa frekuensi radio tertentu terganggu oleh suar Matahari. “Sunspot AR2785 meletus pada 23 November, memproduksi kelas C4 Solar Flare,” demikian disebutkan dalam situs Space Weather.

Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Bernapas Pakai Apa?

“NASA’s Solar Dynamics Observatory telah merekamnya. Hal ini menyebabkan blackout radio di Pasifik Seatan termasuk Australia timur dan Selandia Baru. Frekuensi yang terdampak terutama di bawah 10 MHz,” papar mereka.
Ancaman sejenis kemungkinan akan muncul lagi dari suar Matahari kategori C, bahkan ada peluang munculnya kelas M. lmuwan mengkategorikan solar flare dalam tiga jenis, C, M, dan X di mana C adalah terkuat dan X terlemah.

Suar Matahari bisa menyebabkan badai Matahari. Pada tahun 1859, pernah terjadi badai Matahari yangd disebut sebagai paling kuat. Salah satu akibatnya adalah rusaknya sistem telegrap di seluruh Eropa dan Amerika Utara dengan kerugian sangat besar pada ketika itu.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.