Tutup Iklan

Berapa Lama Imunitas Tubuh Melawan Covid-19?

Sel B memori memainkan peran yang sangat penting.

JEDA.ID-Imunitas tubuh menjadi kunci utama seseorang melawan Covid-19.  Lalu berapa lama imunitas tubuh bisa melawan Covid-19?

Tips kesehatan kali ini membahas berapa lama imunitas tubuh bisa melawan Covid-19. Mengingat fakta bahwa virus memengaruhi orang dengan cara yang sangat berbeda bergantung pada usia, jenis kelamin, dan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya, menjadi sangat penting untuk memahami bagaimana dan untuk berapa lama sistem kekebalan kita melawan virus.

Konon, sebuah penelitian baru-baru ini mengklaim bahwa sistem kekebalan kita memiliki potensi untuk ‘mengingat’ infeksi Covid-19 setidaknya selama 6 bulan, yang pada gilirannya mencegah infeksi ulang.

Lawan Kecanduan Gula dengan 12 Makanan Ini

Menurut penelitian yang berbeda, kekebalan pada Covid-19 bisa berbeda untuk setiap orang. Sementara beberapa orang memiliki kekebalan yang lebih kuat terhadap virus, membuat mereka kurang rentan terhadap virus mematikan, yang lain mungkin memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena infeksi Covid-19 yang parah, mengingat mereka memiliki kekebalan yang lebih lemah.
Lalu ada orang yang memiliki antibodi Covid-19 tanpa memiliki riwayat penyakit sama sekali.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kekebalan pada pasien yang terinfeksi Covid-19 bertahan lama. Namun, belum sepenuhnya ditentukan berapa lama sistem kekebalan benar-benar mengingat infeksi tersebut.

Sesuai studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal Nature oleh para peneliti di Amerika Serikat dan Swiss, menyebutkan pengamatan bahwa respons sel memori B tidak membusuk setelah 6,2 bulan, tetapi terus berkembang, sehingga orang yang terinfeksi SARS-CoV-2 dapat meningkatkan respons yang cepat dan efektif terhadap virus setelah terpapar ulang.

Studi tersebut mengamati lusinan pasien yang pulih dari Covid-19 dan mengamati bahwa sementara antibodi mereka mungkin berkurang seiring waktu, mereka mempertahankan tingkat sel B memori tertentu, yang memainkan peran penting dalam menangkis virus.

Ilmuwan Ini Sebut Efikasi Vaksin Pfizer Cuma 19%-29%

Dikutip dari Bisniscom, Rabu (20/1/2021), 87 orang berpartisipasi dalam penelitian dan ditemukan bahwa sementara antibodi menurun selama periode satu bulan hingga 6 bulan, tetap sama.

Studi lain yang diterbitkan dalam jurnal Science bulan ini menunjukkan bahwa sebagian besar sistem kekebalan, termasuk sel B memori spesifik lonjakan protein, dapat mengidentifikasi dan terus merespons virus selama setidaknya delapan bulan.

Peran sel B memori dalam mencegah Covid-19

Dalam pencegahan atau melawan infeksi SARs-COV-2, sel B memori memainkan peran yang sangat penting. Mereka adalah sejenis sel darah putih yang dibuat di kelenjar getah bening atau limpa selama infeksi. Meskipun mereka memungkinkan respons yang cepat dan kuat terkait antibodi terhadap infeksi ulang oleh virus atau bakteri yang sama, mereka juga dapat mencegah infeksi ulang Covid-19.

Studi baru-baru ini juga menemukan bahwa virus yang menghilangkan antibodi berkurang seiring waktu, tingkat sel B memori spesifik tetap tidak berubah dari waktu ke waktu. Dikatakan bahwa sel-sel ini dapat mengidentifikasi patogen yang mematikan dan, jika terjadi infeksi ulang, memicu sistem kekebalan untuk meningkatkan produksi antibodi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyadari makin banyak varian virus Corona baru yang dilaporkan di dunia. Beberapa varian mendapat perhatian khusus karena disebut memiliki potensi bersifat lebih mudah menular dan ‘kebal’ terhadap vaksin.

Direktur bidang imunisasi dan biologi WHO, Kate O’Brien, menjelaskan sebetulnya normal bagi sebuah virus untuk bermutasi. Ia menyampaikan setidaknya sampai saat ini belum ada bukti kuat varian-varian baru tersebut tidak bisa dilawan vaksin.

Lawan Kecanduan Gula dengan 12 Makanan Ini

“Evaluasi terkait apakah vaksin akan terdampak varian baru ini masih berjalan,” kata Kate seperti dikutip dari akun Twitter resmi WHO seperti dikutip dari detikcom, Rabu (20/1/2021).

“Tapi apa yang bisa kami katakan dengan keyakinan kuat adalah agar secepat mungkin masyarakat divaksinasi. Perubahan-perubahan pada varian baru ini kemungkinan tidak akan memengaruhi vaksin, tapi sekali lagi kita sekarang berada di zona yang sangat dinamis,” lanjutnya.

Beberapa varian Corona yang mendapat perhatian khusus contohnya adalah B117 yang pertama kali dilaporkan di Inggris. Selain itu belakangan juga ada varian 501.V2 yang muncul di Afrika Selatan dan varian D614G yang juga dilaporkan ada di Indonesia.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.