Anies Baswedan Positif, Ini Kriteria Orang yang Harus Ikut Diperiksa

CDC mengatakan gejala Covid-19 diperkirakan akan muncul antara 2 hari-14 hari setelah terinfeksi virus.

JEDA.ID-Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan positif Covid-19. Berkaca dari kasus Anies Baswedan, orang-orang yang terlibat kontak erat sebaiknya periksa.

Anies Baswedan juga meminta kepada pihak yang melakukan interaksi dengan dirinya, untuk melakukan swab test. Hal itu dilakukan untuk melakukan tracing Covid-19.

“Bagi siapapun yang pernah bertemu saya dalam beberapa hari terakhir, bisa kontak ke puskesmas terdekat untuk menjalani swab test. Tentu tim tracing dari Dinkes juga akan mendata dan menghubungi kontak erat saya. Seluruh prosedur terkait akan dijalankan,” katanya seperti dikutip dari detikcom, Selasa (1/12/2020).

5 Ciri Tidak Perawan Ini Hanya Mitos, Jangan Ditelan Mentah-Mentah

Dalam panduan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, disebutkan bahwa apabila menemukan kasus konfirmasi maka dilakukan penelusuran kontak atau tracing. Adapun kriteria kontak erat adalah sebagai berikut:

1. Kontak tatap muka/berdekatan dengan kasus probable atau kasus konfirmasi dalam radius 1 meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih.
2. Sentuhan fisik langsung dengan kasus probable atau konfirmasi (seperti bersalaman, berpegangan tangan, dan lain-lain).
3. Orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus probable atau konfirmasi tanpa menggunakan APD yang sesuai standar.
4. Situasi lainnya yang mengindikasikan adanya kontak berdasarkan penilaian risiko lokal yang ditetapkan oleh tim penyelidikan epidemiologi setempat.

Pada kasus konfirmasi yang tidak bergejala (asimptomatik), untuk menemukan kontak erat, periode kontak dihitung dari 2 hari sebelum dan 14 hari setelah tanggal pengambilan spesimen kasus konfirmasi.

Kapan kontak erat harus diperiksa?

Kontak erat akan dikarantina selama 14 hari. Karantina dilakukan sejak seseorang dinyatakan sebagai kontak erat selama 14 hari sejak kontak terakhir dengan dengan kasus probable atau konfirmasi Covid-19.

Jika setelah dilakukan karantina selama 14 hari tidak muncul gejala, maka pemantauan dapat dihentikan. Akan tetapi jika selama pemantauan, kontak erat muncul gejala maka harus segera diisolasi dan diperiksa swab (RT-PCR).

Manfaat Minum Air Lemon di Pagi Hari Sangat Banyak, Mau Coba?

Pada beberapa kasus, pasien bisa terinfeksi Covid-19 tanpa bergejala sama sekali. Namun pada beberapa kasus lain, infeksi terdiagnosis ketika gejala belum muncul. Butuh berapa lama sejak terinfeksi hingga muncul gejala?

Berapa Lama Gejala Muncul?

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan gejala Covid-19 diperkirakan akan muncul antara 2 hari-14 hari setelah terinfeksi virus. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine, 97 persen orang yang terinfeksi akan mengalami gejala selama 11 hari.

Dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa rata-rata periode inkubasi yang dialami oleh si pasien Covid-19 adalah kurang lebih lima hari. Berarti selama itu orang yang terinfeksi bisa saja menularkan penyakitnya tanpa disadarinya dan tanpa adanya gejala yang terlihat.

Untuk lebih jelasnya, Rumah Sakit Zhongnan, Wuhan,  mengidentifikasi pola gejala yang dialami pasien Covid-19. Mereka menemukan dua fase gejala, pertama berlangsung selama tujuh hari dan berikutnya dua pekan.

Dikutip dari Daily Star, hari pertama pasca terinfeksi gejala yang muncul kebanyakan seperti demam, batuk, diare, dan mual. Hari selanjutnya, barulah rasa lelah dan sesak napas di tubuh itu mulai muncul.

Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Bernapas Pakai Apa?

Namun, menurut penelitian beberapa orang bisa saja mengalami penyakit serius setelah gejala ini terjadi, seperti pneumonia akut. Meski begitu, sekitar 85 persen kasus gejala akan mulai berkurang dan kebanyakan akan hilang setelah tujuh hari.

Saat seseorang terinfeksi corona pertama kali, ada urutan gejala Covid-19 yang bisa dialami pasien. Hal ini diungkap sebuah studi di University of Southern California.

Studi terkait urutan gejala Covid-19 di awal terinfeksi ini memungkinkan untuk membantu mendeteksi penyakit Covid-19 dan melakukan pengobatan lebih awal pada pasien Corona.

“Ini semacam panduan yang bagus,” kata  seorang profesor kedokteran yang tidak terkait dengan penelitian tersebut, Bob Lahita, dikutip dari CBS News.

“Kami dapat mengatakan dengan aman, belajar seperti yang mereka lakukan, saya pikir itu 55 ribu pasien dari China (dalam studi baru), mereka melihat data dan melihat gejala dan menemukan bahwa urutan ini cukup dapat dijadikan patokan,” ujar Bob

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis Frontier Public Health urutan gejala yang dialami pasien Corona adalah sebagai berikut.

1. Demam diikuti batuk
2. Nyeri otot
3. Mual
4. Diare

“Demam itu nomor satu, diikuti batuk, diikuti nyeri, dan tidak semuanya harus muncul secara berurutan, bisa muncul bersamaan,” kata Lahita tentang pengelompokan gejala Corona pertama.

Penelitian tersebut menegaskan tidak semua pasien mengalami gejala yang sama. Tetapi temuan baru membantu menggarisbawahi bagaimana Covid-19 berbeda dari penyakit umum lainnya.

Seperti gejala demam dan batuk yang juga dikaitkan dengan penyakit lain, seperti flu, bisa dibedakan. Penelitian mencatat bahwa pada penyakit Covid-19 munculnya gejala demam dan batuk disertai gejala lain seperti gejala gastrointestinal.

Benarkah Reinkarnasi itu Ada? Simak Hasil Penelitian Ilmiah

Dalam siaran pers tentang studi tersebut, ilmuwan USC Peter Kuhn mengatakan bahwa memahami urutan gejala virus corona berguna selama banyak penyakit yang dihadapi, seperti musim flu yang akan datang.

“Dokter bisa menentukan langkah apa yang harus diambil untuk merawat pasien, dan mereka bisa mencegah kondisi pasien memburuk,” kata Kuhn.

Untuk menemukan urutannya, para peneliti USC, yang dipimpin oleh kandidat doktor Joseph Larsen, memeriksa rekam medis dan data lain pada lebih dari 55.000 kasus virus Corona di China yang dikumpulkan selama rentang sembilan hari pada bulan Februari, bersama dengan lebih dari 1.000 kasus dari Desember hingga Januari. Mereka juga membandingkan temuan mereka dengan data 2.470 kasus influenza di Amerika Utara, Eropa, dan belahan bumi bagian selatan dari tahun 1994 hingga 1998.

“Penting untuk memiliki informasi ini,” kata Lahita.

“Selain hal-hal yang kita semua bicarakan seperti kehilangan penciuman dan hilangnya rasa, sekali lagi, demam, batuk, nyeri otot, mual, muntah dan kemudian diare adalah indikator yang sangat baik dari fakta bahwa Anda mungkin mengidap Covid-19,” sebut para peneliti.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.