7 Langkah Kendalikan Kecemasan dan Tips Sederhana untuk Bahagia

Kecemasan adalah hal yang wajar di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Ketakutan akan tertular meningkatkan rasa khawatir berlebih.

JEDA.ID – Kecemasan adalah hal yang wajar di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Ketakutan akan tertular meningkatkan rasa khawatir berlebih.

Hal itu seharusnya dihindari karena cemas berlebih bisa menurunkan imunitas tubuh yang pada akhirnya membuat Anda rentan terinfeksi virus dan beragam penyakit lainnya.

Untuk menghindari kecemasan, ada banyak cara mengatasinya. Berikut 7 di antaranya seperti dilansir Antaranews, Selasa (30/6/2020).

1. Identifikasi pemicu

Apa pemikiran yang menyebabkan reaksi emosional dan fisik? Ini sebuah petunjuk. Salah satu penyebab paling umum dari pikiran khawatir adalah “Bagaimana jika?”

Seperti bagaimana jika saya sakit? Bagaimana jika seseorang dalam keluarga saya sakit? Bagaimana jika saya kehilangan pekerjaan? Bagaimana jika saya mengalami serangan panik? Bagaimana jika saya gagal?

2. Beri Nilai intensitas kekhawatiran Anda

Setelah Anda berhasil mengidentifikasi pemikiran yang membuat sistem saraf pusat Anda menjadi hiruk-pikuk, beri peringkat intensitas emosi dari 1-100. Misalnya, “Kecemasan, 85/100.”

Mematikan, Jamur Koral Api dapat Membunuh dalam Sekali Sentuh

3.Tuliskan pikiran dan gambar yang tidak membantu

Sering kali, kita yang bergumul dengan kecemasan dan kekhawatiran memiliki imajinasi yang sangat aktif. Kita segera melihat di mata pikiran kita skenario terburuk yang terjadi tepat di depan mata kita dan sistem pertarungan atau penerbangan kita langsung diaktifkan.

Luangkan waktu sebentar untuk menuliskan apa yang Anda bayangkan akan terjadi. Ini dapat mencakup reaksi Anda, reaksi orang lain, apa yang akan mereka katakan, apa yang akan Anda lakukan, dll.

4. Periksa bukti yang mendukung pemikiran khawatir

Tenemukan dukungan faktual yang memvalidasi pemikiran khawatir. Hal ini akan memberi Anda kesempatan untuk mundur dan melakukan inventarisasi seberapa benar dan realistis kekhawatiran ini.

5. Periksa bukti

Keluarkan kaca pembesar mental Anda dan mulailah memeriksanya. Seperti halnya seorang detektif yang mencari fakta dan bukan opini, kita perlu melakukan hal yang sama.

Fakta apa yang menunjukkan kepada Anda bahwa pemikiran khawatir ini tidak benar? Tanyakan pada diri sendiri, pernahkah rasa takut ini terwujud sebelumnya? Berapa kali? Anda mungkin menemukan bahwa itu hanya terjadi sekali seumur hidup Anda atau tidak sama sekali.

Sering kali bermanfaat untuk memberikan diri Anda dengan contoh-contoh ketika Anda telah berhasil menyelesaikan hal yang Anda khawatirkan di masa lalu. Juga bermanfaat untuk menilai kemungkinan ini terjadi dari 0-100 untuk membantu membantah pemikiran khawatir otomatis yang negatif.

6. Masukkan pemikiran yang lebih realistis dan seimbang

Berpikirlah positif. Seberapa besar kemungkinan sesuatu yang positif akan terjadi? Pernahkah saya memiliki pengalaman positif dengan situasi, orang, atau peristiwa ini di masa lalu?

Satu pertanyaan yang secara pribadi saya sukai adalah, “Dalam spektrum kehidupan saya, seberapa pentingkah situasi ini?” Apakah jumlah energi yang saya khawatirkan tentang situasi ini sebanding dengan pentingnya? ” Tidak? Kemudian kalibrasi ulang sesuai kebutuhan.

7. Tingkatkan kembali intensitas kecemasan dan kekhawatiran

Pada titik ini, sebagian besar akan mengalami pengurangan kecemasan yang signifikan dan bukti yang akan dikuantifikasi. Ini saja dapat memberi kita insentif untuk mulai menantang pikiran otomatis negatif alih-alih mempercayainya.

Ingat, jika latihan ini tidak berhasil untuk Anda, jangan menilai diri sendiri, itu hanya akan meningkatkan kecemasan. Terkadang kita sangat khawatir, sulit memikirkan kemungkinan alternatif. Raih orang yang Anda cintai atau teman dan lalui catatan pikiran bersama. Mungkin membantu untuk mendapatkan perspektif orang lain, terutama jika Anda menghargai pendapat mereka.

Cara Menjadi Bahagia

Di sisi lain, saat pandemi virus Corona (Covid-19), banyak orang yang tak henti memburu informasi terkait persebaran virus yang mematikan tersebut.

Mau tak mau, masyarakat di Indonesia juga harus beradaptasi dengan kenormalan baru (new normal). Banyak yang ketakutan, kekhawatiran hingga ada yang merasa seperti dihantui oleh virus corona, bila mengingat angka kematian yang disebabkan oleh virus corona.

Mengutip Psychology Today, orang-orang dalam keadaan ketakutan dan kegelisahan yang tinggi akan memicu hormon kortisol yang tinggi. Bila hormon kortisol tinggi, maka ini akan membuat Anda stres dan merusak sistem kekebalan tubuh.

Ironisnya, banyak masyarakat yang kurang siap untuk mengontrolnya hormon ini dari dalam tubuh. Ketidakmampuan ini bisa menjadi pintu masuk bagi virus corona. Berikut tips bahagia bagi diri sendiri di tengah pandemi:

Mobil Mewah Via Vallen Terbakar, Apa Bisa Dikaver Asuransi?

1. Sadarilah Apa yang Anda Konsumsi

Apa yang harus Anda lakukan jika ingin mengurangi kecemasan, depresi, dan kepanikan? Sadarilah, bahwa ini sama seperti Anda mengonsumsi makanan, seperti itu juga Anda harus mengontrol konsumsi berita.

Jika Anda pikir Anda akan tidur nyenyak setelah melihat-lihat berita pandemi terbaru, mungkin itu tidak akan terjadi. Dopamin yang distimulasi oleh informasi itu akan membuat Anda terus-menerus bergolak dan berputar.

2. Pelit Kognitif Saat Pandemi

Salah satu temuan besar psikologi kognitif saat pandemi virus corona adalah menjadi pelit secara kognitif atau tidak berpikir terlalu banyak. Semakin banyak orang berpikir tentang kondisi saat ini, maka dia akan semakin lelah.

Pandemi virus corona menawarkan pengingat bahwa kita harus belajar bagaimana mengendalikan penggunaan teknologi, bukan sebaliknya. Perasaan menjadi lebih memegang kendali akan memberi Anda kekuatan.

3. Ubah Hidup Anda

Letakkan aplikasi yang Anda buka beberapa kali setiap hari untuk berita terbaru virus corona. Putuskan berapa kali Anda ingin memeriksa aplikasi berita tersebut setiap minggu dan hanya menggesek ke layar akhir pada kesempatan itu.

Bacalah sumber berita yang sah. Sebagai aturan, saat Anda membaca berita yang meragukan, maka berhenti mengikuti orang yang menyebarkan berita tersebut.

Jangan pernah memeriksa berita terkait pandemi setelah jam 6 sore. Hormati kebutuhan manusiawi Anda untuk mengurangi dan menghemat energi Anda sehingga Anda dapat memperbarui hidup Anda melalui tidur malam yang nyenyak. Matikan semua layar setidaknya untuk satu jam sebelum Anda tidur.

Biarkan hati Anda memandu dalam menggunakan teknologi. Ini penting, agar Anda tidak jatuh ke dalam perangkap teknologi, yang membuat banyak waktu habis di layar smartphone dan laptop karena pandemi.

4. Lakukan Komunikasi

Lebih Anda bersenang-senang dengan anak-anak saya, berbincang mesra dengan istri ataupun suami, menelepon beberapa teman dan bernostalgia, dan tidak membaca pembaruan tentang pandemi, setidaknya sampai lusa.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.