Kenali Ciri-Ciri Gangguan Kecemasan dan Kiat Sehat Mengatasinya

Gangguan kecemasan bisa menyerang siapa saja jika sedang menghadapi masalah dalam kehidupan sehari-hari.

JEDA.ID—Gangguan kecemasan bisa menyerang siapa saja jika sedang menghadapi masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam beberapa kondisi, merasa gugup dan cemas adalah hal yang wajar, makanya gejala kecemasan ini kerap kali diabaikan oleh banyak orang. Tapi bagaimana jika gangguan kecemasan ini terjadi secara terus-menerus dan berlebihan?

Masalah kesehatan mental ini bisa muncul sejak anak-anak atau remaja, dan berlanjut hingga dewasa. Kecemasan ini dapat dialami dari berbagai hal, seperti trauma psikologis atau pengalaman negatif yang menyebabkan stres, keturunan, gangguan kepribadian, efek samping obat atau zat tertentu, dan lain-lain.

Gangguan cemas berlebihan ini merupakan gangguan mental yang serius dan dapat menyebabkan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari. Kecemasan datang dalam berbagai bentuk yang berbeda seperti serangan panik, fobia, dan kecemasan sosial sehingga perbedaan antara “normal” dengan berlebihan sulit dikenali.

Gangguan yang disebut juga dengan anxiety disorder ini perlu dikenali gejalanya agar bisa segera ditangani. Seperti yang dilansir dari suara.com, Senin (10/8/2020) berikut gejala umum atau ciri-ciri gangguan kecemasan.

Menyimpan Daging Tanpa Kulkas, Ini Caranya

1. Kekhawatiran berlebihan

Ciri khas dari gangguan kecemasan umum adalah terlalu mengkhawatirkan banyak hal, baik hal kecil maupun besar. Dalam kasus gangguan kecemasan, penderita merasa cemas yang kuat bisa terjadi hampir setiap hari selama enam bulan dan sulit diatasi.

Penderita juga merasa gelisah hingga perasaan tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari dan disertai dengan gajala yang nyata, seperti kelelahan. Orang di bawah usia 65 tahun paling berisiko mengidap ganguan kecemasan umum. Terutama orang yang kesepian dan memiliki beragam masalah dalam hidupnya.

2. Masalah tidur

Masalah tidur dikaitkan dengan berbagai kondisi kesehatan. Tak terkecuali untuk pengidap gangguan kecemasan. Jika seseorang berbaring tapi masih dengan perasaan gelisah, kemungkinan itu adalah tanda gangguan kecemasan. Menurut pakar, separuh dari semua penderita gangguan kecemasan mengalami masalah tidur. Banyak penderita gangguan kecemasan yang mengeluhkan sering terbangun di tengah malam dan susah tidur setelah itu.

3. Ketakutan irasional

Ketakukan ekstrem pada suatu hal seperti laba-laba, berada di ruangan yang sempit, ketinggian, dan lain-lain bisa jadi tanda fobia. Fobia didefinisikan sebagai kecemasan atau ketakutan ekstrem pada objek atau situasi tertentu. Seorang penderita gangguan kecemasan dapat merasakan ketakutan amat sangat terhadap suatu hal, hingga mengganggu aktivitas dan rasa takut itu melebihi porsi terhadap risiko sebenarnya.

4. Ketegangan otot

Sering mengalami ketegangan otot nyaris selama seminggu berturut-turut bisa jadi gejala kecemasan. Ketegangan otot yang hampir konstan, entah menggertakkan rahang atau mengepalkan tinju, sering menyertai gangguan kecemasan. Gejala ini sangat melekat sehingga orang yang melakukannya tidak sadar akan hal itu.

5. Menarik diri dari kehidupan sosial

Penderita gangguan kecemasan ada yang merasa takut dengan lingkar sosial sehingga memilih menarik diri. Mereka khawatir akan dihakimi, takut dipermalukan, atau dihina di depan orang lain. Kecemasan sosial ini timbul sejak usia dini. Mereka biasanya sangat pemalu, pendiam, atau tidak nyaman berada di sekitar orang lain. Meskipun tidak tampak tertekan di luar, namun mereka perasaan mereka didera rasa takut dan cemas yang ekstrem.

Kiat Sehat Mengendalikan Kecemasan Berlebihan

Anda bisa melakukan langkah-langkah berikut untuk mengendalikan atau mengatasi kecemasan berlebihan seperti dilansir alodokter.

1. Hindari Kafein

Hindari konsumsi minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, atau minuman berenergi, karena dapat memperburuk gejala gangguan kecemasan.

2. Olahraga Teratur

Lakukan olahraga secara teratur, seperti joging, senam aerobik, dan bersepeda, untuk membantu mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati.

3. Istirahat Cukup

Cukupi waktu istirahat selama 7–9 jam setiap malam.

4. Curhat

Coba untuk curhat atau bercerita kepada orang terdekat mengenai perasaan Anda dan masalah yang Anda hadapi.

5. Jauhi Alkohol

Hindari konsumsi minuman beralkohol, obat-obatan terlarang, dan merokok karena bisa memperparah masalah yang dialami.

Namun demikian, jika kecemasan berlebihan sudah sangat menganggu  sebaiknya  perlu  penanganan medis. Oleh karena itu, Anda perlu berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater, jika Anda merasakan kecemasan berlebihan yang sudah mengganggu aktivitas sehari-hari atau kehidupan sosial Anda.

Ditulis oleh : Nurdian Riyanti

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.