Setop Depresi Akibat Body Shaming, Hadapi dengan Tips Ini

Sekarang ini, marak sekali tindakan body shaming yang sering dialami seseorang. Namun jangan sampai tindakan ini membuat depresi.

JEDA.ID— Sekarang ini, marak sekali tindakan body shaming yang sering dialami seseorang. Bahkan, secara tidak sadar kita mungkin pernah melakukan itu kepada orang lain.

Mulai dari perkataan tentang tubuh gendut, kurus, pendek, tinggi, warna kulit, wajah berjerawat, dan lainnya. Gara-gara body shaming, sebagian besar orang akan minder dan menarik diri dari keramaian.

Media, termasuk media sosial berperan besar dalam menciptakan standard fisik yang ideal. Kitapun akhirnya menilai orang lain atau diri kita sendiri lewat kacamata tersebut.

Ketika bentuk tubuh tidak ideal, seperti gemuk atau kurus, orang lain langsung berkomentar. Komentar pedas yang terkesan merendahkan inilah yang disebut dengan body shaming. Hal ini bisa berujung depresi jika tidak dihadapi dengan baik.

Tanpa disadari, body shaming bisa mengikis kepercayaan diri seseorang. Mengomentari bentuk tubuh atau body shaming sangat tidak dianjurkan. Selain menyebabkan sakit hati, body shaming dapat mengganggu kesehatan mental seseorang.

Jika Anda mengalami body shaming, hadapi dengan tips ini agar Anda tetap percaya diri dan bahagia seperti dilansir dari berbagai sumber, Minggu (9/8/2020).

Fitur Baru Instagram Ini Mirip TikTok, Begini Cara Pakai Reels

1. Abaikan perkataan orang lain

Jika bentuk tubuh Anda kerap jadi bahan pembicaraan orang, mulai sekarang abaikan semua perkataan itu. Karena jika ditanggapi, hanya akan membuat sakit hati. Anda tidak perlu membalas perkataan yang tidak penting. Lebih baik gunakan waktu untuk berpikir positif agar bisa menerima diri sendiri apa adanya dan terus berusaha memperbaiki diri.

2. Bersyukur dan cintai diri sendiri

Sebelum mencintai orang lain, Anda harus belajar mencintai diri sendiri terlebih dahulu. Jika Anda berhasil mencintai diri sendiri, apapun yang orang lain katakan sama sekali tidak akan menyakiti perasaan Anda. Belajar mencintai diri sendiri itu tidak mudah dan tidak punya batas waktu. Anda bisa mulai fokus pada hal-hal positif dalam diri.

Dengan begitu, Anda akan semakin bersyukur atas apa yang Anda miliki. Belajar menerima itu sangat penting, terutama menerima kekurangan diri sendiri. Entah itu tubuh kurus, kulit gelap, rambut keriting, dan lain sebagainya. Anda tidak seharusnya mengeluhkan ketidaksempurnaan diri Anda sendiri. Karena itu hanya membuat Anda menjadi minder dan tidak percaya diri.

3. Belajar memaafkan

Memaafkan orang lain yang terus mengusik kekurangan pada diri Anda adalah solusi terbaik. Meskipun perkataan orang lain sangat menyakitkan, Anda harus mau belajar memaafkan mereka. Menyimpan dendam tidak baik untuk kebahagiaan jiwa Anda.

Daripada kesalahan orang lain terus-menerus mengusik hidup Anda, lebih baik maafkan mereka agar hidup Anda menjadi lebih tenang. Bangun energi positif agar Anda dapat melupakan kesalahan orang lain. Jika suatu hari mereka kembali mengejek, Anda tidak akan terpancing oleh ejekan body shaming karena hidup Anda sudah terlanjur bahagia berkat memaafkan.

Ingin Hilangkan Bau Kulkas yang Tak Sedap? Pakai 6 Bahan Alami Ini

4. Perluas lingkup pergaulan

Cara lain menghadapi body shaming yang bisa dilakukan adalah mendekatkan diri kepada orang-orang yang berbeda. Misalnya, berkumpul dengan mereka yang memiliki bentuk badan dan warna kulit beragam. Dengan cara sederhana itu, kita bisa memahami makna cantik, tampan, bagus, buruk, dari perspektif berbeda. Jika Anda mampu beradaptasi dengan baik, Anda akan menemukan satu atau dua orang yang bisa dijadikan teman baik.

5. Sosialisasikan Dampak Body Shaming

Korban body shaming semakin hari sepertinya terus saja ada. Guna mengatasinya, Anda bisa mensosialisasikan dampak dari body shaming kepada orang lain. Gunakan media sosial untuk mengajak orang lain agar berhenti memberikan kritik pedas terhadap bentuk tubuh orang lain. Agar orang lain semakin sadar betapa buruknya dampak body shaming bagi kesehatan mental.

Gunakan tips-tips di atas agar Anda dapat menghadapi body shaming dengan bijak dan tenang. Di samping itu, bangun rasa percaya diri sampai ke level maksimal agar perkataan orang lain tidak menurunkan rasa percaya diri Anda saat tampil di depan banyak orang.

Ditulis oleh : Nurdian Riyanti

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.