Terapi Pesan Daring, Terobosan Pengobatan Kesehatan Mental Selama Pandemi

Dampak pandemi Covid-19 mengacaukan banyak hal, termasuk kesehatan mental kita.

JEDA.ID – Dampak pandemi Covid-19 mengacaukan banyak hal, termasuk kesehatan mental kita.

Selama pandemi, banyak hal yang berubah. Ini juga menyebabkan banyak stres dan memperparah masalah kesehatan mental tertentu.

Adanya lockdown pun mungkin tidak mudah bagi pasien untuk menjadwalkan sesi tatap muka dengan terapis mereka. Hal ini menggugah para peneliti studi mengatakan mereka dapat menggunakan pesan teks untuk menjembatani kesenjangan.

Menurut halodoc, kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilaku seseorang. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat berupa kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, atau stres berat jangka panjang.

Jika kesehatan mental terganggu, maka timbul gangguan mental atau penyakit mental. Gangguan mental dapat mengubah cara seseorang dalam menangani stres, berhubungan dengan orang lain, membuat pilihan, dan memicu hasrat untuk menyakiti diri sendiri.

Untuk mengatasi masalah kesehatan ini banyak orang yang harus menjalani terapi. Dengan berkembangnya teknologi, terapi bagi kesehatan mental dapat dilakukan secara daring. Terapi berbasis Internet disebut bisa mengurangi gejala depresi.

Terkait hal ini, ada beberapa hal yang perlu Anda tahu, baik dari segi efektivitas, manfaat dan penggunaan terapi pesan daring dilansir Antaranews.com dan berbagai sumber, Rabu (5/8/2020).

Terapi Daring Mulai Tren

Dilansir klikdokter.com, terapi online atau terapi daring dikenal dengan e-terapi, e-counseling, teletherapy atau cyber-counseling. Terapi online adalah hal yang relatif baru dan dikhususkan untuk penyembuhan kesehatan mental, di mana seorang terapis atau konselor memberikan saran dan dukungan psikologis melalui internet.

Di Indonesia, layanan konseling daring mulai menjadi tren penyembuhan gangguan mental sejak awal 2015, ketika organisasi-organisasi kesehatan mental mulai menjangkau khalayak melalui situs web dan aplikasi.

Layanan-layanan terapi daring ada yang gratis maupun berbayar. Tarif yang dikenakan oleh penyedia layanan konseling daring berkisar Rp35.000 hingga Rp250.000, sesuai dengan tingkat gangguan psikologis pasien.

Kesehatan mental selama pandemi

Kesehatan mental memang menjadi perhatian serius bagi banyak orang belakangan ini akibat pandemi. Penderitanya pun membutuhkan bantuan segera agar hidupnya lebih tenang.

Hal ini perlu menjadi perhatian serius karena kesehatan mental dapat dialami oleh siapa saja dan tak ada hubungannya dengan kelemahan karakter atau pribadi seseorang. Dengan metode terapi online, harapannya risiko orang mengalami stres ataupun gangguan kesehatan mental lainnya bisa berkurang.
Harapan baru untuk kesehatan mental

Terkadang, orang yang mengalami gangguan kesehatan mental tidak bisa mendapatkan terapi yang tepat atau bahkan sama sekali tidak mendapatkan terapi untuk penyembuhan. Permasalahan yang kerap membebani adalah soal biaya. Pasalnya, terapi kesehatan mental biasanya lama dan akan menguras kocek.

Namun, kini ada terapi online yang bisa diakses oleh siapa pun dan kapan pun. Hal itu tentu memudahkan siapa saja yang punya masalah kesehatan mental. Terapi jenis ini dapat dilakukan melalui email, konferensi video, obrolan online, pesan, atau telepon internet.

Sering Dikira Produk Luar Negeri, 5 Sneakers Gaul Ini Merek Lokal Asli

Efektivitas terapi pesan daring

Namun, seberapa efektif melakukan terapi kesehatan mental secara daring atau melalui pesan teks saja?
Sebenarnya terapi online yang berjenis tanpa tatap muka bukan hal baru. Jauh di masa lampau, komunikasi ini sudah pernah dilakukan. Bapak psikoanalisis, Sigmund Freud bahkan menggunakan surat untuk berkomunikasi dengan kliennya.

Dikutip dari Antaranews.com, sebuah studi baru telah menemukan bahwa “intervensi berbasis pesan teks” (text-messaging-based intervention) dapat terbukti menjadi alat yang aman, menjanjikan secara klinis, dan layak untuk merawat orang dengan penyakit mental yang serius.

Menurut Science Daily, sementara layanan berbasis klinik mungkin tidak dapat memenuhi kebutuhan pasien secara memadai karena berbagai alasan, tim peneliti baru-baru ini menyelidiki dampak pesan teks sebagai ‘tambahan’ program perawatan kesehatan mental.

Dilansir Antaranews.com, telah ditemukan bahwa 91 persen peserta menemukan pesan teks dapat diterima, 94 persen mengatakan itu membuat mereka merasa lebih baik, dan 87 persen mengatakan mereka akan merekomendasikannya kepada teman. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Psychiatric Services.

“Studi ini sangat menarik karena kami melihat peningkatan nyata pada mereka yang memanfaatkan layanan berbasis pesan teks di atas perawatan normal. Ini berlaku untuk individu dengan beberapa bentuk penyakit mental yang paling serius,” kata William J Hudenko, asisten profesor riset di Departemen Ilmu Psikologi dan Otak di Dartmouth dan asisten profesor psikologi klinis di Dartmouth’s Geisel School of Medicine dikutip dari Antaranews.com.

“Hasilnya menjanjikan, dan kami mengantisipasi bahwa orang-orang dengan psikopatologi yang tak terlalu parah bahkan dapat melakukan yang lebih baik dengan jenis intervensi atau layanan seluler ini,” ujarnya menambahkan.

 

Ditulis oleh : Kristina Wulandari

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.