Cara Sederhana Bikin Bahagia saat Pandemi Virus Corona

Pandemi virus Covid-19 yang belum kunjung reda, tidak hanya mengancam kesehatan fisik, namun juga kesehatan mental setiap individu.

JEDA.ID— Menjaga hati dan perasaan agar tetap senang dan bahagia tampakya sulit di saat pandemi virus Corona yang belum kunjung reda.

Kondisi ini tidak hanya mengancam kesehatan fisik, namun juga kesehatan mental setiap individu.

Gangguan kesehatan mental yang terjadi selama pandemi dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti ketakutan terhadap wabah, rasa terasing selama menjalani karantina, kesedihan dan kesepian karena jauh dari keluarga atau orang yang dikasihi, kecemasan akan kebutuhan hidup sehari-hari, ditambah lagi kebingungan akibat informasi yang simpang siur.

Hal-hal tersebut tidak hanya berdampak pada orang yang telah memiliki masalah kesehatan mental, seperti depresi atau gangguan kecemasan umum, namun juga dapat memengaruhi orang yang sehat secara fisik dan mental.

Beberapa kelompok yang rentan mengalami stres psikologis selama pandemi virus Corona adalah anak-anak, lansia, dan petugas medis. Seperti dilansir alodokter.com, tekanan yang berlangsung selama pandemi ini dapat menyebabkan gangguan berupa:

Ketakutan dan kecemasan yang berlebihan akan keselamatan diri sendiri maupun orang-orang terdekat

Perubahan pola tidur dan pola makan

Bosan dan stres karena terus-menerus berada di rumah, terutama pada anak-anak

Sulit berkonsentrasi

Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan

Memburuknya kesehatan fisik, terutama pada penderita penyakit kronis, seperti diabetes dan hipertensi

Munculnya gangguan psikosomatis

Menguak Makna “Aku Mencintai dengan Sederhana” Warisan Sapardi Djoko Damono

Bekerja di Rumah

Pandemi virus corona telah terjadi selama berbulan-bulan. Belajar menerima kondisi pandemi ini bisa membuat Anda menyingkirkan ketakutan.

Sebagian orang masih bekerja dari rumah dan membantu keluarga tetap aman. Namun ada juga sudah bekerja di kantor. Mereka yang bekerja ke kantor, seperti melangkah keluar ke medan perang antara manusia dan patogen virus.

Namun ada hal yang membuat Anda bahagia merasa bahagia, saat seluruh keluarga bekerja atau belajar di rumah. Bahkan olahraga bersama setiap hari. Pandemi corona mengkhawatirkan dan menghancurkan.

Namun, seharusnya tidak melupakan tujuan utama dalam hidup yakni menjadi bahagia. Melansir laman Your Tango, berikut ini 5 alasan harus bersyukur di masa pandemi corona:

1. Waktu berkualitas bersama keluarga

Selama rutinitas normal banyak di antara kita yang bekerja lima-tujuh hari dalam seminggu, dan banyak di sekolah penuh waktu atau paruh waktu. Dengan imbauan tinggal di rumah ini, semua orang di rumah dengan keluarga mereka. Ini adalah waktu di mana Anda bisa menjaga keluarga dan menghabiskan waktu yang dilewatkan karena jadwal yang sibuk.

2. Fokus dengan kebugaran tubuh

Hampir semua pusat kebugaran ditutup sementara, sehingga Anda berusaha mencari cara terbaik untuk mempertahankan otot. Namun tak harus olahraga di rumah dengan peralatan bagus seperti di gym, ada banyak sumber daya online untuk membeli peralatan, atau aplikasi untuk membantu rutinitas olahraga di rumah.

Ingin Terlihat Keren, Coba Ikuti 8 Gaya Rambut Pria Ini

3. Berkutat dengan hobi

Sekarang kita berada di rumah dan berusaha menemukan cara untuk menghabiskan waktu. Anda dapat dengan mudah melakukan hobi favorit seperti menggambar, menyanyi, membaca, atau menulis puisi, ada banyak hal yang harus dilakukan sehingga Anda dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.

4. Bebas dari kemacetan

Salah satu hal yang saya khawatirkan setiap hari adalah mengemudi ke sekolah atau tempat bekerja, yang berjarak sekitar 30 menit perjalanan. Belum lagi, mencari tempat parker. Pikirkan saat ini jauh dari pekerjaan Anda sebagai cara untuk bersantai dan menikmati waktu di rumah.

5. Bertanggung jawab pada diri sendiri

Ini adalah salah satu alasan favorit untuk bersyukur karena berada di rumah. Anda tidak memiliki seseorang di tempat kerja yang berteriak kepada menanyakan pekerjaan. Selain tugas-tugas Anda untuk hari itu, Anda pada akhirnya adalah orang yang memutuskan seperti apa jadwal Anda nantinya. Karena Anda adalah bos Anda sendiri, keren kan?

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.