6 Tipe Hubungan yang Kerap Terjalin dari Pasangan Gay

Literatur psikologi menunjukkan mempunyai pasangan seksual yang tetap merupakan tujuan yang paling banyak dimiliki pada banyak gay.

JEDA.ID–Dosen dan mahasiswa di sebuah kampus di Padang, Sumatra Barat, yang diduga merupakan pasangan gay digerebek warga. Mereka kemudian dibawa ke Polsek Koyo Tangah, Padang, untuk menghindari amukan warga.

Penggerebekan dilakukan di salah satu rumah kontrakan, Senin (2/9/2019). Warga menggerebek rumah kontrakan itu karena sudah lama curiga kepada keduanya.

Warga menduga pasangan gay itu sedang berbuat mesum di kamar. Polisi yang datang kemudian membawa dosen dan mahasiswa itu ke mapolsek agar terhindar dari amukan massa.

Kapolsek Koto Tangah Kompol Joni Darmawan mengatakan dari pemeriksaan sementara, polisi menemukan banyak konten dan video porno pasangan sejenis di ponsel kedua orang tersebut.

”Memang ada film-film porno pasangan sejenis. Kami juga mengamankan kunci motor pasangan ini dan kunci rumah yang sebelumnya diamankan warga,” kata Joni sebagaimana dikutip dari Okezone.com.

Joni mengatakan dari hasil interogasi, keduanya mengaku sebagai pasangan gay. Untuk proses penyelidikan lebh lanjut, kedua pelaku ditahan di Mapolsek Koto Tangah dengan dijerat Pasal 284 KUHP tentang Perbuatan Asusila.

Selama ini banyak orang menduga pasangan gay memiliki hubungan yang relatif sama dengan pasangan heterogen. Berdasarkan kajian dari beberapa penelitian menyebutkan ada beberapa tipe hubungan dari pasangan gay.

Tipe-tipe hubungan pasangan gay ini dituangkan dalam penelitian berjudul Interaksi Simbolik Kaum Gay (Studi Fenomenologi Pada Kaum Gay di Kalangan Mahasiswa di Yogyakarta) yang dilakukan Nurul ‘Azmi Ulil Hidayati dari IAIN Surakarta pada 2017.

Disebutkan David Sonenschein mengidentifikasikan enam tipe hubungan sosioseksual yang terdapat pada gay.

Permanent Social Relationship

Pada bentuk hubungan ini, tidak terdapat adanya aktivitas seksual dari pasangan gay. Individu-individu akan menjelaskan diri mereka sebagai “teman atau sahabat dekat” yang mana persahabatan ini dijaga dari waktu ke waktu.

Nonpermanet Social Relationship

Pada bentuk hubungan ini, individu-individu menyatakan diri mereka sebagai teman baik, tetapi di luar kelompok (clique) tidak ada kontak yang berlanjut. Hubungan seksual/genital sangat jarang terjadi pada bentuk hubungan ini.

Permanent Sexual Relationship

Permanent sexual relationship mencakup “dipertahankan” dan hubungan didasarkan kepada sifat materialistik. Keterlibatan seksual dan emosional dengan pasangan tidaklah terlalu dalam dan sifatnya terpaksa.

Bentuk hubungan pasangan gay tipe ini mencakup seorang individu yang lebih muda ‘dipelihara’ oleh individu yang lebih tua. Ada yang memiliki kekayaan lebih yang mengharapkan permanensi dalam hubungan tersebut.

Bentuk hubungan ini sangat tidak stabil dan kemungkinan untuk terjadinya ketidaksetiaan oleh individu yang lebih muda tersebut lebih besar.

Nonpermanent Sexual Relationship

Jenis hubungan ini kerap disebut one night stand dan merupakan tipe hubungan yang paling sering terjadi dari pasangan gay. Individu akan melakukan hubungan seksual dengan orang yang tidak terlalu mereka kenal dan tujuan utama mereka hanyalah aktivitas seksual.

Perilaku promiscuous ini bisa disebabkan karena faktor psikodinamik seperti penghindaran terhadap komitmen interpersonal seperti keintiman dan tanggung jawab serta faktor sosiologis.

Permanent Sociosexual Relationship

Literatur psikologi menunjukkan mempunyai pasangan seksual yang tetap merupakan tujuan yang paling banyak dimiliki pada banyak gay. Seiring dengan bertambahnya umur (sekitar 30 tahun) menemukan pasangan menjadi hal yang sangat penting.

Hubungan ini didasarkan pada konsep cinta, bukan hanya seksual. Individu mulai berbagi dan menyamakan nilai-nilai dan minat masing-masing dari pasangan gay.

Nonpermanent Sociosexual Relationship

Pada tipe hubungan ini, individu mengidentifikasikan dirinya sebagai “teman” tetapi juga sebagai pasangan seksual yang potensial. Berbeda dengan nonpermanent sexual relationship, di mana aktivitas seksual terjadi terlebih dulu.

Sedangkan pada nonpermanent sociosexual relationship, interaksi sosial terjadi terlebih dahulu sebelum aktivitas seksual dari pasangan gay itu.

Banyak kajian yang menggali tentang perkembangan seseorang menjadihomoseksual. Ada yang menyebut kesadaran akan adanya ketertarikan pada sesam jenis antara umur 8-11 tahun. Kemudian perilaku seksual sesama jenis antara umur 12-15 tahun.

Pada usia 15018 tahun mulai mengidentifikasi sebagai gay atau lesbian. Berikutnya, kedekatan dengan sesama jenis pada 17-19 tahun, baru kemudian pengembangan hubungan romantis sesama jenis pada usia 18-20 tahun.

”Namun model ini tidak bisa secara akurat merefleksikan pengalaman yang mungkin saja dialami oleh kaum homoseksual yang lebih muda. Banyak di antara mereka yang merasa lebih bebas daripada masa sebelumnya untuk mendeklarasikan identitasnya,” sebagaimana tertulis di kajian Nurul ‘Azmi Ulil Hidayati.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.