8,5 Juta Orang Sudah Tes HIV, Usia Ini Paling Rentan

Tiap tahun jumlah orang yang tes HIV cenderung bertambah. Pada saat yang bersamaan, jumlah yang positif HIV juga bertambah.

JEDA.ID–A alias Rayya, 31, bos salon yang menjadi aktor video seks di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dinyatakan positif human immunodeficiency virus (HIV). Kondisi ini menjadi potret nyata fenomena gunung es pengidap HIV karena baru 8,5 juta orang Indonesia yang tes HIV.

“Untuk tersangka inisial A dinyatakan positif mengidap HIV,” ujar Kasatreskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng, Selasa (20/8/2019), sebagaimana dikutip dari Detikcom.

Sedangkan VA, biduan dangdut yang juga menjadi tersangka dalam kasus ini dinyatakan negatif HIV. Polisi telah melakukan tes HIV terhadap para tersangka pada Jumat (16/8/2019) lalu.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut selama enam tahun terakhir yaitu 2013-2018, tes HIV sudah menyasar 8,5 juta orang. Jumlah itu tergolong kecil bila dibandingkan penduduk Indonesia yang saat ini mencapai 265 juta orang.

”Tes darah merupakan satu-satunya cara untuk dapat mengetahui apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak,” sebut Kemenkes dalam Infodatin HIV/AIDS 2018 yang dikutip dari laman Kemenkes.

Dari 8,5 juta orang yang menjalani tes HIV, tercatat 208.567 orang positif HIV. Tiap tahun jumlah orang yang tes HIV cenderung bertambah kecuali pada 2017. Pada saat yang bersamaan, jumlah yang positif HIV juga bertambah. Berikut perinciannya:

2018
Tes HIV 3.077.653 orang
Positif HIV 46.659 orang

2017
Tes HIV 882.721 orang
Positif HIV 27.975 orang

2016
Tes 1.515.725 orang
Positif HIV 41.250 orang

2015
Tes 1.263.871 orang
Positif HIV 30.935 orang

2014
Tes 1.095.148 orang
Positif HIV 32.711 orang

2013
Tes 664.909 orang
Positif HIV 29.037 orang

Kemenkes menyebut banyak masyarakat yang enggan melakukan tes HIV/AIDS karena alasan malas dan takut terhadap stigma di masyarakat terhadap para penderita HIV. Padahal, orang yang telah terinfeksi HIV/AIDS hanya bisa bertahan hidup bila diberikan obat yaitu berupa obat antiretroviral (ARV) .

”Jadi sekalinya kita terinfeksi, kita akan minum obat seumur hidup. Hingga saat ini obat yang ada baru untuk obat yang diminum seumur hidup.”

Meningkat Tiap Tahun

tes HIV

Ilustrasi tes darah (Freepik)

Secara umum kasus HIV di Indonesia cenderung mengalami peningkatan tiap tahunnya, sedangkan kasus AIDS relatif stabil. Hal ini mengindikasikan semakin banyak orang dengan HIV/AIDS yang statusnya masih terinfeksi HIV, namun belum masuk stadium AIDS.

Di dunia, ada 35 juta orang yang terinfeksi HIV. Selain itu, ada sekitar 19 juta orang yang tidak tahu bila status mereka positif HIV. Tes HIV tidak lebih rumit dari tes darah pada umumnya.

Cuma perlu waktu sekitar 10 menit untuk tahu hasil. Dibutuhkan tidak lebih dari 1 cc darah untuk diteteskan bersama reagen tertentu.

Sebagaimana dikutip dari Detikcom, jika hasilnya positif bisa langsung berobat. Jika negatif, dianjurkan untuk periksa lagi 3 bulan kemudian untuk mengantisipasi kemungkinan virus belum terdeteksi selama periode jendela.

Tes HIV pada awalnya mungkin hanya bisa dilakukan di laboratorium namun kini sudah banyak muncul peralatan tes yang ringkas dan cepat sehingga bahkan bisa dilakukan siapa saja. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mempromosikan metode tes HIV sendiri di beberapa tempat.

”Ada banyak alat periksa HIV yang sudah teregulasi mulai dari yang membutuhkan cairan mulut hingga darah. Hasilnya bisa dilihat sekitar 20 menit atau lebih cepat. Pilihan alat ini penting bagi pengguna yang memiliki nilai dan keinginan tertentu,” kata ahli tes HIV, Cheryl Johnson.

Bila mengacu data Kemenkes, usia 25-49 tahun yang paling rentan terinfeksi HIV. Selama periode 2010-2017, orang yang positif HIV didominasi kelompok usia ini. Berikut perincian orang yang positif HIV berdasarkan kelompok umur pada 2015-2017:

2017
< 4 tahun 901 orang
5-14 tahun 425 orang
15-19 tahun 1.729 orang
20-24 tahun 8.252 orang
25-49 tahun 33.448 orang
50 > tahun 3.545 orang

2016
< 4 tahun 903 orang
5-14 tahun 406 orang
15-19 tahun 1.510 orang
20-24 tahun 7.154 orang
25-49 tahun 28.602 orang
50 > tahun 2.675 orang

2015
< 4 tahun 795 orang
5-14 tahun 338 orang
15-19 tahun 1.119 orang
20-24 tahun 4.971 orang
25-49 tahun 21.810 orang
50 > tahun 2.002 orang

Kemenkes menyatakan masyarakat sebetulnya tidak perlu takut untuk melakukan tes HIV/AIDS. Apabila ada orang yang ditemukan terdeteksi positif mengidap HIV, pemerintah telah menyediakan obat secara gratis seumur hidup.

Dengan meminum obat penderita dapat beraktivitas seperti orang normal, seperti tetap bisa bekerja, olahraga, dan kegiatan lainnya.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.