Pengidap Pertama AIDS hingga Menyebar ke Seluruh Dunia

Seorang Prancis keturunan Kanada Gaëtan Dugas adalah terduga penderita sekaligus pasie pertama AIDS.

JEDA.ID – Desember selalu dibuka dengan peringatan hari AIDS sedunia. Setiap tanggal 1 Desember warga dunia mengingatkan tentang pentingnya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk waspada terhadap penyebaran penyakit yang secara resmi belum memiliki obat ini.

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala dan infeksi atau sindrom yang muncul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia. Sistem kekebalan tubuh manusia ini melemah lantaran terjangkit infeksi Human Immunodeficiency Virus atau HIV.

Seorang Prancis keturunan Kanada Gaëtan Dugas adalah terduga penderita sekaligus pasie pertama AIDS. Meninggal 30 Maret 1984, Dugas lebih dikenal sebagai salah satu pria yang sangat aktif secara seksual menyebarkan HIV sebelum penyakit ini teridentifikasi.

Gaetan Dugas. (Istimewa)

Gaetan Dugas. (Istimewa)

Sebelum Dugas

Sebuah penelitian yang diterbitkan di American Journal of Medicine tahun 1984 melacak beberapa infeksi awal HIV di New York City sampai berujung ke seorang pramugara homoseks yang namanya tidak disebutkan.

Para epidemiolog berhipotesis bahwa Dugas membawa virus tersebut dari Afrika dan memperkenalkannya ke komunitas gay di dunia Barat.

Dugas memiliki perilaku nyaris sosiopatik dengan sengaja menularkan virus mematikan itu ke orang lain. Dugas memiliki ratusan pasangan seks setiap tahunnya dan mengklaim telah berkencan dengan lebih dari 2.500 orang di seluruh Amerika Utara.

Dugas meninggal dunia di Quebec City, Kanada, pada tanggal 30 Maret 1984 akibat gagal ginjal yang disebabkan oleh infeksi berkelanjutan terkait AIDS.

Selain Dugas, ada nama Robert Rayford. Menurut New York Times dalam artikel yang diterbitkan 11 Februari 2009, Robert Rayford sudah lama diakui sebagai korban HIV/AIDS terdokumentasi pertama di Amerika Utara.

Robert Rayford meninggal dunia pada usia yang relatif muda, 16 tahun pada Mei 1969. Ia dikabarkan telah mengalami gejala-gejalanya sejak 1966.

Pada kasus Rayford, dijelaskan virus ini berasal dari salah Kongo tahun 1959. Kasus HIV AIDS pertama dilaporkan terjadi di Kinshasha, Kongo, sampai akhirnya terbawa ke Atlantika dan menjangkiti Rayford, yang tinggal di Missouri, Amerika.

Robert Rayford. (Istimewa)

Robert Rayford. (Istimewa)

Sampai ke Rayford

Pandemi AID di Kongo terlacak dari tahun 1920-an. Perdagangan seks yang merajalela, pertumbuhan populasi yang cepat, dan jarum tak steril yang digunakan di klinik-klinik diduga menyebarkan virus tersebut.

Sementara itu, rel kereta yang dibangun dengan dukungan Belgia, di mana 1 juta orang melintasi kota tiap tahunnya, membawa virus HIV ke wilayah sekitarnya. Lalu ke dunia.

Tim ilmuwan dari University of Oxford dan University of Leuven, Belgia mencoba merekonstruksi “pohon keluarga” HIV dan menemukan asal muasal nenek moyang virus itu.

“Anda bisa melihat jejak sejarahnya dalam genom saat ini — data yang terekam, tanda mutasi dalam genom HIV tidak bisa dihapus,” kata Profesor Oliver Pybus dari University of Oxford, dilansir BBC, 3 Oktober 2014.

Virus ini menyebar pertama kali pada para pemburu simpanse mungkin ketika menangani daging hewan itu. Kasus pertama dilaporkan di Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, pada 1930.

Pada tahun 1920-an, Kinshasa adalah bagian dari Kongo yang dikuasai Belgia. “Kota itu sangat besar dan sangat cepat pertumbuhannya. Catatan medis era kolonial menunjukkan tingginya insiden sejumlah penyakit seksual,” kata Profesor Oliver Pybus.

Kala itu, buruh-buruh pria mengalir ke kota, memicu ketidakseimbangan gender, dengan perbandingan pria dan wanita 2:1. Hal ini memicu maraknya perdagangan seksual. Plus faktor praktik pengobatan penyakit dengan suntikan tak steril yang efektif menyebarkan virus.

“Aspek menarik lainnya adalah jaringan transportasi yang membuat orang-orang berpindah dengan mudah.” Sekitar 1 juta orang menggunakan jaringan rel Kinshasa pada akhir tahun 1940-an.”

Dan virus pun menyebar luas, awalnya ke kota tetangga Brazzaville, lalu meluas ke area provinsi yang perekonomiannya ditopang penambangan, Katanga. Bukan cuma itu, virus mematikan HIV/AIDS bahkan menyebar ke seluruh dunia lewat identifikasi pertama pada Rayford.

Dokter percaya bahwa Rayford mungkin adalah seorang penjaja seks pria, yang kemudian meninggal diserang AIDS tahun 1969.

Kemudian pada tahun 1977, virus ini telah sampai di Eropa. Seorang pelaut bernama Arvid Noe adalah korban pertamanya. Virus AIDS kemudian menjadi virus yang dengan cepat tersebar dari benua satu ke benua lain.

Dan diketahui penyebaran yang cepat dahulu disebabkan penggunaan kembali jarum suntik. Sehingga anak-anakpun menjadi korbannya, dan banyak yang meninggal dunia karenanya.

Virus Cerdas

Virus HIV AIDS dianggap sebagai virus yang cerdas karena dapat berkamuflase di dalam tubuh dan berpura-pura menjadi nutrisi, sehingga tubuh telah tertipu.

Begitu diijinkan masuk ke dalam tubuh, ia kemudian menyerang sistem immune dan merusaknya. Inilah sebabnya banyak orang yang tidak dapat bertahan lama setelah diserang virus ini.

Dikutip dari Environmental and Occupational Medicine (2007) suntingan William N. Rom dan Steven B. Markowitz, HIV bisa menyebar terutama melalui hubungan seksual tanpa pengaman, transfusi darah yang terkontaminasi, jarum suntik, juga dari ibu yang terinfeksi ke janin/anak selama kehamilan, persalinan, atau menyusui.

Namun, tidak semua cairan tubuh manusia bisa menularkan HIV. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (2004), virus ini tidak dapat menyebar melalui air liur dan air mata. Demikian pula keringat atau aktivitas sentuhan seperti berpelukan bahkan berciuman juga bukan penyebab penyebaran HIV.

AIDS termasuk salah satu penyakit mematikan bagi manusia di seluruh dunia. Hingga saat ini, belum ada hasil uji klinis resmi dari otoritas berwenang mengenai penemuan obat atau vaksin untuk menyembuhkan AIDS. Yang paling mungkin dilakukan adalah pencegahan agar HIV tidak menyebar.

Hingga kini pencarian obat HIV AIDS masih terus berlangsung. Penelitian terbaru menunjukkan kabar baik, seperti kasus yang dialami oleh Timothy Brown yang menderita penyakit HIV AIDS. Suatu hari, ia juga didiagnosa menderita leukimia, dan dokter kemudian menyarankan untuk transplantasi tulang sumsum.

Dokter menemukan donor yang gennya mengandung anti AIDS, dan kemudian secara ajaib Timothy sembuh dari jangkitan HIV.

Hari AIDS Sedunia

Pada 1988, WHO menetapkan 1 Desember sebagai Hari AIDS Sedunia. Tanggal 1 Desember dipilih agar mendapatkan peliputan maksimal dari media barat, terutama setelah berakhirnya Pemilu AS dan sebelum berlangsungnya libur Natal.

Saat itu, tidak semua masyarakat memahami bahwa AIDS bisa dialami oleh siapa pun karena ada stereotip bahwa penderita AIDS identik dengan gay, biseksual atau pengguna narkoba suntik.

Pada peringatan Hari AIDS Sedunia yang pertama, fokus pada anak-anak dan remaja. Tujuannya, untuk menumbuhkan kesadaran yang lebih besar tentang dampak AIDS terhadap keluarga, bukan hanya kelompok-kelompok yang selama distigmatisasi.

Pada 1996, kampanye Hari AIDS Sedunia diambil alih oleh program gabungan PBB untuk HIV/AIDS (UNAIDS), demi memperluas cakupan proyek kampanye.

Pada tahun 2004, kampanye AIDS sedunia terdaftar sebagai organisasi nirlaba independen yang berbasis di Belanda.

Ditulis oleh : Jafar Sodiq Assegaf

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.