Marak Prostitusi Online, Antara Gaya Hidup dan Ancaman Penyakit Menular

Polisi membongkar praktik prostitusi online di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, Jumat (25/10/2019) malam dan menjerat seorang public figure, PA,

JEDA.ID— Polisi membongkar praktik prostitusi online di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, Jumat (25/10/2019) malam. Dalam kasus itu, polisi menangkap seorang perempuan PA, bersama dua pria di hotel di Kota Batu.  Saat dihadirkan dalam rilis kasus oleh polisi, PA mengaku sebagai finalis dari ajang kecantikan di Indonesia.

Dalam ajang kecantikan itu, ia mengaku bukan sebagai pemenang. PA juga tidak menjelaskan tahun berapa dirinya mengikuti ajang tersebut. “Putri Pariwisata Indonesia, itu saya bukan pemenang. Dari Putri Pariwisata Indonesia terima kasih cuma finalis,” ungkap PA di Mapolda Jatim, Minggu (27/10/2019) seperti dilansir detikcom.

“Saya melihat pemberitaan PA merupakan Putri Indonesia. Itu sangat salah, karena saya tidak pernah mengikuti ajang Putri Indonesia. Saya tidak mengikuti, bahkan tidak pernah menjadi bagian Putri Indonesia,” lanjutnya.
Saat dihadirkan, PA terus menutupi wajahnya dengan masker dan kaca mata. Pada kesempatan itu, dirinya juga mengenakan topi dan terus tertunduk.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Magera membenarkan jika PA sudah dipulangkan dan berstatus sebagai saksi setelah menjalani pemeriksaan 1×24 jam. “Kita pulangkan karena statusnya sebagai saksi,” kata Barung kepada detikcom saat dimintai dikonfirmasi. “Wajib lapor setiap Kamis,” terang Barung.

Demi Gaya Hidup

Sebelum kasus prostitusi online bukan sesuatu yang baru. Beberapa waktu lalu, kasus serupa juga diungkap polisi yang menyeret artis Vanessa Angel. Para artis tersebut diduga menggunakan dunia prostitusi sebagai pekerjaan sampingan.

Seksolog klinis Zoya Amirin, M.Psi, FIAS menilai praktik prostitusi yang dilakoni oleh artis tercipta untuk memenuhi kebutuhan. Selebriti lebih memilih sebagai pekerja seks komersial (PSK) kemungkinan karena memperoleh uang dalam jumlah besar dengan waktu yang instan. “Ada yang memenuhi kebutuhan primer seperti pakaian, makanan dan kebutuhan hidup sehari-hari, tapi sekarang udah mulai ke kebutuhan gaya hidup,” ungkap Zoya seperti dilansir detikcom, belum lama ini.

“Kalau bisa cari duit gampang, kalau bisa sama-sama senang, ya kenapa tidak? Siapa sih sekarang yang tidak butuh uang banyak? Balik lagi bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan primer tapi sekarang demi ke kebutuhan gaya hidup,” imbuhnya.

Sebagian kalangan artis menginginkan mempunyai gaya hidup yang mewah dan serba berkecukupan. Sayangnya, untuk mewujudkannya membutuhkan biaya yang tak sedikit ada dari mereka yang memilih terlibat dalam prostitusi online.

Alasan Pengguna

Prostitusi online terjadi antara penyedia jasa dan adanya konsumen yang memberikan imbalan berupa materi. Dalam kasus prostitusi online yang melibatkan PA maupun sederet aktris perempuan lain, biasanya merupakan pria-pria yang memiliki kemampuan materi lebih.

Seksolog klinis Zoya Amirin, M.Psi, FIAS mengungkapkan bahwa menggunakan jasa pekerja seks jadi cara yang tak melibatkan perasaan dan tak perlu merepotkan pria saat melakukan hubungan intim. Mengeluarkan uang hingga puluhan juta untuk bercinta dengan artis itu pun dianggap bisa memenuhi ego pria dan kebanggaan atas dirinya sendiri.

“Dasarnya kalau soal duit mah gampang karena uang Rp80 juta itu kecil bagi pengusaha besar. Tapi, dari sisi psikologis sebenarnya harga diri dia yang besar, yakni perempuan dari pendampingnya dia, yang istilahnya dipakai sama dia bisa dibanggain,” ungkap Zoya seperti dilansir detikcom belum lama ini.

Dihubungi secara terpisah, psikolog Kasandra Putranto mengatakan hal yang lebih kompleks mengenai penyebab pria sampai mengeluarkan puluhan juta rupiah demi melakukan seks dengan artis. Kasandra menjelaskan prostitusi pada dasarnya muncul karena situasi sosial dipersepsikan sebagai tidak ada cara lain untuk bisa memperoleh nafkah dengan segala keterbatasan diri.

Manusia yang merupakan pelaku prostitusi dijelaskan Kasandra sebagai sosok yang dalam kepribadiannya memiliki faktor intelegensia, emosional dan sosial serta spiritual. Di sisi lain manusia juga memiliki kebutuhan primer yaitu makan, tidur dan seksual.

“Namun dengan batasan hukum agama dan etika, proses pemenuhan kebutuhan tersebut diupayakan dikendalikan sesuai dengan norma yang berlaku. Baik bagi pemakai jasa prostitusi maupun sebagai penyedia jasa dan pelaku jasa prostitusi, masing-masing berusaha memenuhi kebutuhan primer hidupnya. Ada yang sudah menikah ada yang belum, ada yang terus menerus karena terjebak kenikmatan dari reward yang akhirnya memperkuat perilaku,” jelas psikolog klinis dan forensik itu seperti dilansir detikcom.

Kasandra menambahkan reward yang didapat bagi pengguna jasa adalah pemenuhan kebutuhan seksual plus kebanggaan karena dapat berhubungan dengan artis. Sedangkan reward bagi penyedia jasa adalah uang yang bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dan reward bagi pelaku jasa adalah uang yang bisa dipakai memenuhi kebutuhan dan gaya hidup yang meningkat di samping kebutuhan seksual

Ancaman Penyakit

Prostitusi online memungkinkan orang melakukan hubungan badan dengan pasangan resmi atau bahkan berganti-ganti pasangan. Padahal hal ini sangat risiko bagi kesehatan, khususnya bagi kesehatan reproduksi. Berikut beberapa risiko penyakit yang muncul akibat prostitusi online seperti dilansir dari berbagai sumber.

1. AIDS/HIV

Penyakit ini bisa menulari semua profesi. Ibu rumah tangga (IRT) yang tidak gonti-ganti pasangan pun menderita HIV karena mungkin tertular dari suaminya yang suka jajan di luar. Human Immunodeficiency Virus atau HIV merupakan salah satu virus yang cara penyebarannya melalui cairan tubuh (pada kasus ini, cairan sperma bertemu cairan vagina). Virus paling mematikan ini, sering kali disebabkan oleh seks bebas, begitupun dengan hubungan dengan para penjaja layanan seks.

Pada dasarnya, virus menyerang sistem kekebalan tubuh, ketika sudah berkembang menjadi parah, virus ini akan berubah menjadi AIDS. Pertama kali Anda terinfeksi, mungkin tidak akan menunjukkan gejala. Apalagi jika Anda masih terus menggunakan jasa pemuas seks. Bahkan setelah bertahun-tahun Anda bisa saja tidak sadar bahwa Anda telah terkena. Berikut beberapa kondisi tubuh yang terkena gejala HIV:

Demam berkepanjangan

Sakit kepala dan pusing, rentan terkena virus infulenza

Sakit tenggorokan

Pembengkakan kelenjar pada getah bening

Muncul ruam

Lemah

2. Kanker Serviks

Dari sudut kesehatan gonta-ganti pasangan berisiko penyakit, kelompok penyakit akibat gonta-ganti pasangan ini dimasukan sebagai sexually transmitted disease (STD). Untuk para wanita yang gonta-ganti pasangan selain penyakit STD tadi juga berisiko untuk terjadinya kanker mulut rahim.

3. Hepatitis

Pasien dengan HIV positif atau dengan hepatitis B atau C sama dengan orang normal tanpa infeksi virus tersebut. Ketiga penyakit virus ini merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Yang membedakan bahwa satu dengan yang lain adalah bahwa didalam darah pasien dengan HIV atau pasien dengan hepatitis B atau C mengandung virus tersebut sedang yang lain tidak. Secara fisik terutama sebelum ada komplikasi, kita tidak dapat membedakan siapa yang didalam tubuhnya mengandung virus yang sangat berbahaya tersebut.

4. Human papillomavirus (HPV)

Human papillomavirus (HPV) adalah salah satu virus yang umum tertular lewat hubungan seksual. Sama seperti yang lain, terkadang virus ini tidak menunjukkan tanda-tanda kemunculannya, tapi tetap ada beberapa tanda yang bisa Anda perhatikan, berikut ini:

Terdapat beberapa kutil yang menyebar dengan jarak berhimpitan menyerupai bunga

Rasa gatal atau tidak nyaman di area genital Anda

Perdarahan saat berhubungan seks.

5. Ketagihan seks

Berbicara soal ketagihan, sesuatu yang dianggap “menyenangkan” pastinya akan dilakukan terus menerus, maka kebutuhan akan kesenangan ini menjadi adiktif. Bila sudah ketagihan seks, bila tidak melakukannya akan menjadikannya frustrasi dan berbagai gejala psikologis lainnya. Studi menemukan bahwa keterusan mencari dan “menggunakan” jasa layanan seks, akan menimbulkan kerusakan emosi (emotional damage) pada pria. Pada tahap ini maka kesadaran diri dan penyesalan tidak cukup, perlu ada terapi khusus mengatasi ketagihan seks ini.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.