11 Barang Ini Wajib Masuk Tas Siaga Bencana

Tas siaga bencana dipersiapkan untuk bertahan hidup saat bantuan belum datang.

JEDA.ID–Salah satu mitigasi bencana yang terus dikampanyekan adalah masyarakat bersiap menghadapi bencana termasuk memiliki tas siaga bencana.

Tas siaga bencana adalah tas yang dipersiapkan anggota keluarga untuk berjaga-jaga apabila terjadi suatu bencana atau kondisi darurat lainnya.

Tas ini dipersiapkan untuk bertahan hidup saat bantuan belum datang. Selain itu, tujuan dari tas siaga bencana juga untuk memudahkan masyarakat saat proses evakuasi dilakukan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sejumlah barang wajib masuk dalam tas siaga bencana. Tas ini harus dipersiapkan jauh hari sejak sebelum bencana tiba.

  • Surat-surat penting (surat tanah, surat kendaraann, ijazah, akta kelahiran, dan lain lain).
  • Sandang untuk tiga hari, meliputi pakaian dalam, celana panjang, jaket, selimut, handuk, jas hujan, dan lain lain.
  • Makanan ringan tahan lama (mi instan, biskuit, abon, cokelat, dan lain lain).
  • Air minum (setidaknya cukup untuk kebutuhan selama kurang lebih tiga hari).
  • Kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), berisi obat-obatan pribadi dan obat-obatan umum lainnya.
  • Radio/ponsel (radio/ponsel beserta baterai/charger/powerbank agar bisa memantau informasi seputar bencana).
  • Perlengkapan mandi (sabun mandi, sikat gigi, odol, sisir, cotton bud, dan lain lain).
  • Masker (alat bantu pernafasan untuk menyaring udara kotor/tercemar).
  • Peluit (alat bantu untuk meminta pertolongan saat darurat).
  • Uang (siapkan uang tunai secukupnya untuk perbekalan selama kurang lebih tiga hari).
  • Alat bantu penerangan, seperti senter, lampu kepala (headlamp), korek api, lilin, dan lain sebagainya.

Persiapan menghadapi bencana itu tidak berlebihan karena hasil kajian risiko bencana yang disusun BNPB pada 2015 menyebutkan penduduk Indonesia yang terpapar risiko bencana kategori sedang-tinggi mencapai 254.154.398 jiwa.

Jutaan Orang Mengungsi

BNPB menyebutkan selama 2018, terdapat 2.572 kejadian bencana yang mengakibatkan 4.814 jiwa meninggal dunia dan hilang. Ada 10,239 juta jiwa terdampak dan mengungsi.

”Rentetan peristiwa bencana besar yang melanda Indonesia pada tahun 2018 cukup menjadi cambuk bagi bangsa ini untuk menyiapkan diri dari ancaman bencana,” sebut BNPB dalam Hari Kesiapsiagaan Bencana pada 26 April 2019.

Mitigasi bencana pun membutuhkan peran semua pihak dari kelompok terkecil yaitu keluarga, lingkungan, hingga aparat terkait. Pada situasi darurat diperlukan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat untuk mengurangi risiko.

Saat bencana tiba, kadang kepanikan dan rasa takut yang lebih dominan sehingga diperlukan kesiapan menghadapi bencana. Selain mengetahui berbagai tindakan darurat saat bencana, hal yang harus diperhatikan adalah mempersiapkan tas siaga bencana.

”Mereka [warga] rata-rata sudah tahu apa itu gempa dan tsunami. Sudah tahu kemana harus lari menyelamatkan diri kalau tanda-tanda tsunami terjadi. Yang baru mereka tahu ya tas siaga bencana,” ujar Amirul Yasin dari Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat sebagaimana dikutip dari laman bnpb.go.id, Sabtu (3/8/2019).

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.