Unik! Kura-Kura Berwarna Kuning Menjadi Perhatian Warganet

Kura-kura berwarna kuning ini ditemukan pada 3 November silam di wilayah hutan Odisha, India.

JEDA.ID-Satwa unik berupa kura-kura berwarna kuning mencuri perhatian warganet. Kura-kura berwarna kuning ini ditemukan di India.

Fenomena alam berupa satwa unik mencuri perhatian warganet karena warnanya biasanya hitam dan cokelat. Maka ketika ada kura-kura warna kuning mencolok ditemukan, wajar jika timbul kehebohan saat dipajang di media sosial.

Warna  itu menurut para warganet mirip dengan keju atau kuning telur. Satwa unik ini ditemukan pada 3 November silam di wilayah hutan Odisha, India. Pada Juli lampau di kawasan yang sama, juga dijumpai kura-kura dengan warna serupa.

Ingin Lagu Kalian Viral di TikTok? Ini Tips dan Triknya

Satwa yang habitatnya di India ini, Lissemys punctata,  biasanya memiliki warna cokelat dengan beberapa bagian kuning dan putih pada bagian bawah. Spesies warna kuning beberapa kali sudah ditemukan, khususnya di Asia Selatan.

Kenapa sampai bisa berwarna kuning? Menurut ilmuwan penyebabnya adalah kurangnya pigmen di tubuh si kura-kura. Kondisi tersebut mirip dengan albino murni, tapi warnanya yang muncul bukanlah putih melainkan kuning, di mana pigmen yellow pteridine mendominasi.

Kura-kura berwarna kuning ternyata bukan fenomena sangat langka di antara spesies kura-kura tersebut, ilmuwan mengkategorikannya sebagai kondisi yang relatif tidak umum.

Ini Efek Tertawa Berlebihan, Jangan Diabaikan Ya

Seperti dikutip  dari Science Alert dan detikcom, warna kuning sang kura-kura memang menarik dan menimbulkan sensasi di internet. Akan tetapi di alam liar, warna berbeda semacam itu dapat merugikan mereka

“Misalnya, spesies yang berwarna normal bisa berkamuflase dengan jauh lebih baik di lingkungan perairan dibandingkan individu dengan warna seperti itu,” sebut sebuah jurnal ilmiah di Nepal.

Jika ditemukan di alam liar, kura-kura kuning kerap ditangkap untuk kemudian dilepaskan lagi ke tempat yang lebih aman. Tapi itupun mereka tetap berisiko dimakan predator atau terjebak jala nelayan. “Kebanyakan lokasi untuk relokasi mereka adalah untuk mencari ikan. Kita perlu menemukan alternatif untuk tempat mereka,” sebut ahli fauna Sneha Dharwadkar.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.