Sering Makan Korban, Begini Cara Menghindari Jerat Arisan Online Fiktif

Arisan online semakin marak di Internet. Namun bila tidak hati-hati kita bisa menjadi korban penipuan yang berkedok arisan online.

JEDA.ID–Seiring perkembangan teknologi, arisan online semakin marak di Internet. Namun bila tidak hati-hati kita bisa menjadi korban penipuan yang berkedok arisan online.

Saat iniJajaran Polres Sukoharjo berhasil membekuk TR, warga Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, karena kasus arisan fiktif yang dikelolanya. Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan tidak menutup kemungkinan adanya korban-korban lain.

“Sejauh ini kami sudah menerima beberapa laporan melalui telepon yang juga menjadi korban arisan fiktif. Karena itu kami terus kembangkan penyidikan menggali korban lainnya,” kata dia ketika dijumpai wartawan di Mapolres Sukoharjo, seperti dilansir solopos.com, Kamis (29/8/2019).

Kapolres mengatakan berdasarkan keterangan korban, sepak terjang pelaku dalam melancarkan aksinya dengan mengajak korban agar mengikuti arisan online yang dikelolanya. Korban bahkan telah menyetorkan uang hingga puluhan juta rupiah kepada pelaku. “Korban ini dengan pelaku sudah kenal sejak September 2018 lalu. Lalu diajaklah untuk ikut arisan secara online,” katanya.

Berdasarkan laporan ini, jajaran Satreskrim Polres Sukoharjo menangkap pelaku di wilayah Banaran, Kecamatan Grogol, Sukoharjo belum lama ini. Arisan diduga fiktif yang mengakibatkan kerugian lebih dari Rp2 miliar dengan 50-an korban di Kota Solo menggunakan sistem arisan menurun. Arisan diduga fiktif tersebut menawarkan keuntungan jutaan rupiah yang membuat para korban tergiur.

Antara Kebutuhan dan Gaya Hidup

Arisan sudah lama dikenal dan berkembang di masyarakat. Dalam arisan sekelompok orang akan berkumpul pada periode tertentu dan mengumpulkan uang dengan jumlah yang telah disepakati. Pada saat berkumpul, mereka akan mengundi siapa yang akan berhak mendapatkan uang yang telah terkumpul.

Semula arisan menjadi salah satu sarana untuk menabung, namun bagi sebagian orang arisan sudah menjadi bagian dari gaya hidup terutama bagi kaum perempuan.  Arisan pun mengalami pergeseran makna, mulai dari ajang silaturahmi dan berkumpul, menabung, hingga menjadi ajang gosip bahkan lahan bisnis.

Walaupun arisan tidak menjamin semua anggotanya menjadi sejahtera, tapi dari sisi ekonomi, sebenarnya kegiatan ini bisa menanamkan kedisiplinan kepada anggotanya untuk membayar iuran tepat waktu (dan tepat jumlah) untuk memenuhi kebutuhan sesama anggota secara bergiliran.

Dari ajang arisan sebenarnya banyak kegiatan yang bisa dilakukan selain mengocok dan menunggu siapa yang ‘narik’ di bulan tersebut. Ada grup arisan yang akhirnya juga menjadi komunitas yang melakukan kegiatan sosial seperti menyantuni anak yatim piatu, memberikan bantuan kepada fakir miskin dan lain-lain.

Kembali ke soal silaturahmi, ada juga yang menjadikan arisan sebagai lahan bisnis. Selain perempuan dan arisan, kaum perempuan juga biasa menjual barang-barang produk saat arisan. Mulai dari kain tradisional, hijab, pakaian sampai yang terbilang mewah seperti perhiasan, berlian dan tas branded.

Bagi kaum  perempuan yang bekerja, arisan juga bisa menjadi tempat untuk mendapatkan relasi secara profesional Tidak jarang anggota grup arisan merupakan seorang perempuan yang memiliki posisi strategis di perusahaan atau mungkin di pemerintahan.

Jenis Arisan

Besarnya animo masyarakat terhadap arisan memunculkan ragam arisan yang bervariasi, mulai dari yang biasa atau konvensional hingga online. Berikut beberapa jenis arisan yang biasa diikuti masyarakat terutama kaum perempuan.

Arisan biasa

Arisan ini biasa atau konvensional dilakukan dan lazim dilakukan. Arisan dimulai dengan pertemuan anggota kelompok arisan pada periode tertentu yang telah disepakati bersama. Saat berkumpul setiap anggota mengumpulkan sejumlah uang dengan nominal yang sama.

Setelah uang arisan terkumpul semuanya, kemudian dilakukan pengocokan nama-nama anggota kelompok arisan. Nama anggota yang keluar dari kocokan akan menjadi pemenang yang berhak untuk mendapatkan uang arisan tersebut. Sistemnya tak selalu harus kocokan, bisa juga penomoran di mana pemenang arisan didasarkan pada urutan nomor yang telah diundi lebih dulu.

Arisan tembak

Arisan tembak disebut juga sebagai arisan lelang. Ide arisan ini muncul dari adanya kelemahan pada ragam arisan biasa. Pada arisan tembak ini, tingkat kebutuhan anggota menjadi perhatian. Artinya, bisa dipastikan pemenangnya adalah anggota yang sedang membutuhkan uang.

Mekanismenya untuk pemenang pertama adalah orang yang ditunjuk sebagai ketua kelompok arisan, dengan konsekuensi bertanggung jawab mengumpulkan uang arisan dari para anggota dan memberikan talangan bagi anggota yang gagal bayar. Pada periode berikutnya, dilakukan pengundian bagi anggota yang sedang butuh uang.

Arisan tembak dinilai lebih menguntungkan dibandingkan arisan biasa, karena pemenang adalah orang yang benar-benar sedang membutuhkan uang. Selain itu, bagi pemenang terakhir akan diuntungkan karena ia menerima uang arisan secara penuh, meski tak selalu membayar iuran penuh setiap bulannya.

Arisan sistem gugur

Arisan sistem gugur merupakan sekelompok orang yang menyetorkan dana secara periodik dalam jangka waktu tertentu, di mana anggota yang telah putus atau memperoleh arisan tidak diwajibkan lagi membayar setoran.
Arisan dengan sistem ini umumnya diaplikasikan pada barang seperti sepeda motor, ponsel, bahkan properti. Mekanismenya, pengelola mengumpulkan sejumlah orang dan menetapkan nominal setoran per bulan juga jangka waktunya.

Misalnya arisan dengan setoran Rp1 juta selama 36 bulan. Pengundian arisan bisa dilakukan setiap bulan, per 3 atau 4 bulan sekali. Anggota yang mendapat undian akan mendapatkan barang yang menjadi objek arisan dengan ketentuan tidak diwajibkan membayar setoran pada bulan berikutnya alias gugur.

Jika dalam jangka waktu yang telah ditentukan terdapat anggota yang belum mendapatkan barang objek arisan, maka pada bulan ke-37 uang yang telah disetorkan dikembalikan seluruhnya dan biasanya plus bonus dalam jumlah tertentu.

Arisan sistem menurun

Arisan sistem menurun merujuk pada nominal setoran yang tidak sama antara anggota yang satu dengan lainnya. Nominal setoran ditentukan sesuai dengan urutannya, di mana urutan tertinggi nominalnya lebih besar dibandingkan dengan urutan di bawahnya.

Urutan pada arisan sistem menurun menunjukkan orang yang berhak mendapatkan arisan. Misalnya arisan diikuti oleh 5 orang dengan urutan nominal setoran sebagai berikut:

– A : Rp5 juta
– B : Rp4 juta
– C : Rp3 juta
– D : Rp2 juta
– E : Rp1 juta
Dari urutan tersebut, setiap anggota akan putus arisan sebesar Rp15 juta secara bergiliran. Giliran pertama adalah penyetor nominal tertinggi, yakni si A, dilanjut si B, dan seterusnya.

Arisan online

Sesuai dengan namanya arisan online dimainkan dengan perantara dunia maya, utamanya media sosial. Diantara anggota arisan bisa jadi saling kenal, bisa juga tidak. Sistemnya bisa saja flat bisa juga menurun, di mana anggota bisa memilih urutan dan nominal setoran yang disanggupinya. Arisan jenis ini cukup riskan dan berisiko tinggi, bahkan rawan penggelapan. Banyak kasus penipuan berkedok arisan dengan sistem online ini.
Seperti yang terjadi di Sukoharjo dan Solo tersebut. Seorang korban, WL, 24, warga Kecamatan Laweyan, Solo, saat ditemui Solopos.com di Kecamatan Laweyan, Rabu (19/6/2019), mengatakan kerugiannya mencapai Rp70 juta.

Cermati sebelum Mengikuti

Jangan hanya tergiur penawaran atau keuntungan besar. Agar tidak menjadi korban penipuan arisan online, sebaiknya Anda perhatikan tips-tips berikut

1. Kenali Identitas Penyelenggara atau Pemiliknya

Jika sebuah bisnis jasa atau produk itu benar, pemilik akan memberikan informasi mengenai seluruh identitas yang menyangkut usaha yang dijalani atau pribadinya secara terbuka. Mulai dari nama pemilik, alamat lengkap, nomor telepon, hingga surat izin atas usaha yang dijalankan. Termasuk dalam arisan, kenali benar siapa penyelenggaranya termasuk track record-nya. Ini penting jika ada masalah di kemudian hari, Anda akan tahu alamat dan kemana akan mencarinya.

2. Cari Tahu Sistemnya

Jika Anda mendapatkan tawaran untuk bergabung menjadi anggota arisan online dengan iming-iming keuntungan besar, sebaiknya jangan terburu-buru untuk menerimanya. Cari tahu terlebih dahulu mengenai proses kerjanya.

Anda berhak menanyakan secara detil, seperti bagaimana merekrut anggota, penyetoran, pengundian, cara memperoleh keuntungannya hingga sanksi jika ada salah satu anggota yang tidak amanah. Tujuannya agar tidak ada yang saling merasa dirugikan.

3. Jangan Mudah Tergiur Keuntungan Besar

Biasanya mereka yang ingin menipu akan menawarkan keuntungan besar, karena itulah yang biasanya menarik perhatian. Itu juga sering menjadi trik jitu para penipu arisan online yang sedang marak saat ini.

Biasanya pemilik arisan online akan memberikan penawaran berupa iming-iming keuntungan besar mencapai 50%-80% dari jumlah dana yang telah Anda setor dalam periode arisan yang telah ditentukan. Tetaplah mempertimbangkan dengan logika yang matang bila ada penawaran yang sepertinya tak masuk akal.

4. Berani Melapor

Jika Anda menjadi korban dalam penipuan arisan online, maka jangan ragu atau takut untuk melapor penipuan tersebut kepada pihak yang berwajib atau Anda bisa langsung melapor melalui situs OJK atau Otoritas Jasa Keuangan.  Tujuannya, agar para pelaku penipuan jera, tidak ada lagi kasus penipuan, dan tidak ada korban yang dirugikan.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.