Morotai, Pulau Cantik yang Disebut Jokowi “Bali Baru”

Morotai adalah pulau yang dikenal menyimpan sejarah Perang Dunia II.

JEDA.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal mengembangkan 10 destinasi di Indonesia yang disebutnya sebagai “Bali Baru.” Salah satu dari 10 tempat itu adalah Pulau Morotai. Destinasi di Maluku Utara ini disebut-sebut sebagai Maldives-nya Indonesia.

Lewat akun Twitter resmi Joko Widodo, @jokowi, menyebut lima tempat yang bakal jadi Bali baru. “Kita sudah punya Bali. Sekarang, kita kembangkan 10 Bali baru, lima di antaranya kita kebut dalam dua tahun ini,” seperti dikutip dari cuitan @jokowi, Minggu (1/12/2019).

Jauh sebelum Jokowi, Arief Yahya yang pada 2016 lalu masih menjabat Menteri Pariwisata juga menyebut istilah “Bali Baru.” Istilah itu dipakai sebagai kiasan dan untuk memberi tekanan agar tempat-tempat yang dimaksud memiliki pemasukan menyamai Bali yang setahun bisa mendatangkan empat juta wisatawan mancanegara.

Rencana pengembangan “Bali Baru” ini sepertinya cukup serius. Jokowi sudah membawa wacana ini dalam bentuk pameran di pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WB) 2018 di Nusa Dua, Bali pada Oktober 2018 silam.

Sepuluh destinasi pariwisata yang menjadi prioritas pemerintah antara Danau Toba (Sumut), Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jateng), Gunung Bromo (Jatim), Mandalika Lombok (NTB), Pulau Komodo (NTT), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

Di antara deretan nama itu, Morotai adalah salah satu yang cukup menarik. Morotai atau Pulau Morotai adalah pulau paling utara Indonesia yang merupakan bagian dari Kepulauan Halmahera, Maluku Utara. Morotai menawarkan keindahan pantai pasir putih dengan paduan hutan lebat.

Pulau Morotai

Morotai adalah pulau yang dikenal menyimpan sejarah Perang Dunia II. Di sini, wisatawan dapat melihat bangkai pesawat sisa-sisa peperangan hingga menemukan kerajinan dari sisa besi Perang Dunia II.

Selama abad ke-15 dan 16, Morotai berada di bawah pengaruh Kesultanan Ternate. Merupakan inti sebuah kawasan besar bernama Moro yang termasuk pulau dan pesisir Halmahera yang dekat dengan Morotai ke selatan.

Pada pertengahan abad ke-16, pulau ini menjadi tempat misi Yesuit Portugis. Kesultanan Muslim Ternate dan Halmahera merasa tersinggung akan pelopor aktivitas penyebaran agama itu dan berusaha mencegah misi itu dari pulau ini pada 1571, sebagai akibatnya Portugis hengkang dari kawasan itu.

Pada abad ke-17, Ternate menggunakan kekuasaannya atas Morotai dengan memerintahkan berulang-ulang pada penduduknya agar pindah dari pulau itu. Pada awal abad itu para penduduknya pindah ke Dodinga, sebuah kota kecil di titik strategis pesisir barat Halmahera.

Lalu pada 1627 dan 1628, Sultan Hamzah dari Ternate memerintahkan pindahnya penduduk Kristen ke Malayu, Ternate, agar lebih mudah dikendalikan.

Pulau ini menjadi lapangan terbang bagi Jepang selama PD II. Pulau ini diambil alih oleh angkatan Amerika Serikat pada September 1944 dan digunakan sebagai landasan serangan Sekutu ke Filipina pada awal 1945 serta ke Borneo timur pada Mei dan Juni tahun itu. Merupakan basis untuk serangan ke Jawa pada Oktober 1945 yang ditunda setelah penyerahan diri Jepang pada bulan Agustus.

Morotai memiliki 2 pulau besar dan 35 pulau-pulau kecil. Selain melihat jejak sejarah, ada pula berbagai aktivitas seru lain yang bisa dilakukan. Apa saja?

Pulau Dodola

Pulau Dodola merupakan pulau yang terbagi menjadi dua, yaitu Dodola Besar dan Kecil. Kedua pulau ini dihubungkan dengan hamparan pasir putih yang baru akan timbul saat laut surut. Di sini, wisatawan dapat menjajal berbagai olahraga air seperti kano, jetski, hingga banana boat.

Pulau Kolorai

Pulau Kolorai adalah salah satu pulau berpenghuni di Morotai. Total, ada skeitar 100 KK yang berprofesi sebagai nelayan tinggal di sini. Pulau Kolorai merupakan salah satu destinasi yang populer karena memiliki pasir putih dan laut biru jernih. Tak cuma snorkeling, wisatawan pun dapat mencicipi seafood yang masih segar di sini.

Air Kaca

Air Kaca adalah salah satu objek wisata paling terkenal di Morotai. Objek wisata ini sebenarnya adalah mata air, yang saking jernihnya maka disebut Air Kaca. Selain itu, Air Kaca pernah dipakai sebagai tempat mandi Jenderal Mac Arthur sehingga kerap disebut mata air Mac Arthur.

Pantai Nunuhu

Pantai Nunuhu merupakan pantai yang terletak kurang lebih 5 km di utara Desa Bido, Kecamatan Morotai Utara. Selain menikmati pasir putih dan laut yang tenang, wisatawan juga akan dimanjakan hamparan pohon yang masih hijau dan asri. Dari pantai Nunuhu, wisatawan juga bisa menyeberang ke pulau kecil yang dipenuhi pohon rimbun saat laut sedang surut.

Pulau Kokoya

Terakhir, ada Pulau Kokoya yang merupakan pulau tidak berpenghuni dengan kecantikan alami. Berkunjung kemari, wisatawan dapat merasa seolah-olah sedang liburan di pulau pribadi. Pulau Kokoya adalah spot yang tepat untuk snorkeling karena memiliki keindahan terumbu karang bawah laut yang masih terjaga.

Ditulis oleh : Jafar Sodiq Assegaf

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.