Ini yang Bikin Dokter Wajibkan Vaksin Hepatitis A

Vaksin hepatitis A diberikan sebanyak dua kali suntikan dengan rentang waktu 6–12 bulan.

JEDA.ID – Angka penderita Hepatitis A di Kota Depok meningkat dalam beberapa waktu terakhir menurut Kementerian Kesehatan, Kemenkes. Wabah ini ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) lantaran dampaknya yang cukup luas.

Kemenkes RI mendata hingga kini tercatat 171 orang positif terpapar Hepatitis A dari 262 yang menjalani Rapid Diagnostic Test (RDT) karena mengalami gejala Hepatitis A.

Ketua PB Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, Dr. dr. Irsan Hasan, Sp. PD. KGEH, mengatakan satu-satunya jalur yang bisa menularkan virus hepatitis hanyalah melalui mulut. Biasanya lewat makanan yang tercemar atau orang yang tidak bisa menjaga kebersihan saat makan, sehingga virus masuk.

(Baca Juga: Mengenal Hepatitis yang Merenggut 1,5 Juta Penduduk Dunia)

“Virus ini kalau masuk, masuknya kan lewat mulut, tertelan masuk ke lambung. (Padahal) lambung itu asam, tapi hebatnya virus hepatitis A ini super kebal, dia tahan terhadap asam, dia tahan terhadap dingin, di dalam es pun dia bisa hidup. Tapi dia tidak tahan pada panas,” ujar dr. Irsan saat konferensi pers di Kemenkes RI, Kuningan, Jakarta Selatan, dilansir Detik.com Rabu (4/12/2019).

Masalahnya, kata dr. Irsan, Depok masih mengadaptasi kebiasaan orang Jawa Barat, yaitu suka mengonsumsi sayuran mentah alias lalapan. Kebiasaan ini bisa jadi potensi penularan, apalagi jika sebelum dikonsumsi sayuran tidak dicuci dan dibersihkan dengan benar terlebih dahulu.

Depok bukan satu-satunya daerah diserang wabah hepatitis A. Mengutip Antara, 30 Juni 2019, Kejadian luar biasa penyakit Hepatitis A di Pacitan, Jawa Timur tengah menjadi sorotan masyarakat. Bagaimana tidak, berdasarkan data 26 – 27 Juni 2019, tercatat ada 1.525 pasien yang terserang penyakit tersebut. Tak sedikit yang merasa khawatir sebab penyakit Hepatitis A menyerang liver alias hati.

Hepatitis A

Hepatitis A merupakan infeksi pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis tipe A (HAV). Virus ini sangat mudah menyebar. HAV paling sering ditularkan melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi oleh tinja orang yang mengidap hepatitis A.

Misalnya, menyantap makanan atau minuman yang disajikan oleh pengidap hepatitis A yang tidak menjaga kebersihan tangannya. Itulah mengapa sangat penting untuk mendapatkan vaksinasi hepatitis A agar kamu bisa terlindungi dari bahaya virus yang bisa menyebabkan infeksi hati tersebut.

Penyakit Hepatitis A berbeda dengan Hepatitis B dan Hepatitis C. Ahli hepatologi dr Irsan Hasan, Sp.PD, KGEH menjelaskan perbedaan tersebut. Pertama dari cara penularan. Hepatitis A menular lewat makanan dan minuman serta kebersihan yang kurang terjaga dengan baik. Sedangkan Hepatitis B menular dari transfusi darah, hubungan seksual, dan jarum suntik.

(Baca Juga: Penjelasan Ilmiah Kerokan, Terapi yang Direkomendasikan Menkes Terawan)

“Hepatitis A bisa dikatakan tidak membahayakan atau berakibat fatal, jarang sekali orang meninggal karena penyakit ini, 99% pasien sembuh sendiri. Beda dengan Hepatitis B, kalau enggak dikasih obat bisa kronik. Tapi sama-sama menyerang hati atau liver,” terang dr Irsan dilansir Okezone, 1 Juli 2019.

Kendati demikian, Hepatitis A tidak bisa dianggap sepele. Dokter Irsan menambahkan, penyakit ini bisa menyebabkan peradangan hebat di hati sehingga bisa memicu terjadinya hepatitis fulminant.

Bila sudah sampai pada kondisi ini, maka kesadaran akan menurun dan gangguan ginjal. Gangguan kesadaran yang parah dapat menyebabkan pasien meninggal.

(Baca Juga: Iuran BPJS akan Naik Lagi, Ini Deretan Penyakit Paling Menyedot Dana JKN)

Gejala Hepatitis A cukup beragam dan hampir mirip dengan penyakit lain. Gejalanya meliputi meriang, mual, perut begah, terkadang menyebabkan muntah, urin berwarna seperti teh, lemas, penurunan kesadaran, dan mata kuning. Gejala-gejala tersebut biasanya baru muncul 2-4 minggu setelah terpapar virus.

Vaksin Hepatitis A

Vaksin hepatitis A wajib diberikan sejak dini untuk mencegah kerusakan hati. Terdapat tiga pilihan jenis vaksin hepatitis A yang bisa kamu dapatkan, yaitu vaksin kombinasi hepatitis A dan B, vaksin kombinasi hepatitis A dan tifus (demam tifoid), dan hanya vaksin hepatitis A saja.

Namun di Indonesia, jenis vaksin yang paling umum tersedia dan sering digunakan adalah vaksin yang hanya untuk hepatitis A dan vaksin kombinasi hepatitis A dan B. Kamu juga bisa berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter mengenai vaksin jenis apa yang paling tepat untuk kamu.

Vaksin hepatitis A diberikan sebanyak dua kali suntikan dengan rentang waktu 6–12 bulan. Dikutip dari laman Halodoc, Kamis (5/12/2019), berikut kelompok orang yang dianjurkan untuk melakukan vaksinasi ini:

Anak Balita

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menetapkan vaksin hepatitis A sebagai imunisasi dasar yang wajib diberikan pada anak-anak. Vaksin ini dianjurkan untuk diberikan setelah anak berusia 2 tahun dalam 2 dosis. Dosis pertama diberikan setelah anak berusia 2 tahun, dan dosis kedua diberikan 6–12 bulan setelah dosis pertama diberikan.

Wisatawan yang Akan Mengunjungi Negara Tertentu

Bagi kamu wisatawan yang ingin bepergian ke negara dengan kasus hepatitis A yang tinggi, maka vaksin hepatitis A juga sangat penting untuk kamu dapatkan.

Sebaiknya, kamu mendapatkan dosis pertama vaksin secepat mungkin sebelum melakukan perjalanan. Sebagai perlindungan tambahan, orang dewasa yang mengidap gangguan imunitas atau penyakit hati kronis juga bisa mendapatkan suntikan imunoglobulin.

Orang yang Mudah Terkena Hepatitis A

Selain itu, kelompok orang lainnya yang juga dianggap perlu diberikan suntikan vaksin hepatitis A adalah mereka yang rentan terkena infeksi HAV, antara lain pengidap penyakit hati kronis, pria yang berhubungan intim dengan sesama jenis, dan pengguna obat terlarang.

Orang yang mengidap penyakit yang bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh dan sistem darah juga memerlukan vaksin ini.

Adapun beberapa pekerjaan tertentu juga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena hepatitis A, misalnya penjaga atau perawat hewan yang terkena infeksi HAV, ilmuwan yang bekerja di laboratorium yang meneliti hepatitis A, para tenaga medis, dan mereka yang harus bekerja di area yang kurang higienis.

Ditulis oleh : Jafar Sodiq Assegaf

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.