Fakta Inovio Didanai Bill Gates dan Sederet Calon Vaksin Corona

Perusahaan Inovio jadi perhatian karena Co-founder Microsoft Bill Gates mengucuri uang supaya membikin vaksin virus Corona.

JEDA.ID– Perusahaan Inovio jadi perhatian karena Co-founder Microsoft Bill Gates mengucuri uang supaya membikin vaksin virus Corona. Namun ada fakta-fakta lain terungkap.

Perusahaan bio teknologi asal Pennsylvania bernama Inovio Pharmacuticals Inc adalah salah satu yang berupaya menemukan vaksin corona yang efektif dan aman. Mereka telah menerima pendanaan dari yayasan kemanusiaan Bill Gates, yaitu Bill & Melinda Gates Foundation.

Dihimpun detikcom dari berbagai sumber, Kamis (16/4/2020) ada sejumlah fakta unik dari keunggulannya sampai pendanaannya yang cukup kontroversial.

1. Profil Inovio

Menurut Crunchbase, Inovio didirikan tahun 1983 oleh J Joseph Kim di Pennsylvania, Amerika Serikat. Perusahaan ini bergerak di bidang bioteknologi, farmasi, layanan kesehatan dan therapeutic.

Bertindak sebagai Chief Operating Officer adalah Jacqueline Shea dan Chief Financial Officer adalah Peter Kies. Karena ini adalah perusahaa farmasi dan bioteknologi, mereka punya Chief Scientific Officer bernama Laurent Humeau.

2. Punya 2 calon obat corona

Inovio Pharmaceuticals mengembangkan vaksin INO-4800 berkolaborasi dengan Beijing Advaccine Biotechnology. Pada 3 Maret, mereka sudah mulai tahap uji pra-klinik. 3.000 dosis disiapkan untuk Amerika, China dan Korea Selatan, produksi massal juga disiapkan. Uji coba manusia akan dilakukan April 2020, hasilnya bisa diketahui September 2020. Inovio menargetkan produksi 1 juta vaksin di akhir 2020.

Namun, itu bukan satu-satunya calon obat yang mereka siapkan. Inovio juga membuat obat lain untuk corona berupa vaksin INO-4700. Mereka menggandeng GeneOne Life Science. Sebelumnya obat ini dipakai untuk MERS-CoV dan membangkitkan imunitas pada 94% pasien pada uji klinik Juli 2019. MERS dan Covid-19 memang sama-sama keluarga virus Corona.

3. Punya pendana militer AS yang perhatian soal senjata biologis

Inovio diungkap Crunchbase memiliki sejumlah pendana jutaan dollar yang menggelontorkan uang supaya mereka membuat penelitian soal virus Corona. Para pendana Inovio adalah Bill and Mellinda Gates Foundation serta Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI).

Inovio juga punya pendana untuk riset selain virus Corona yaitu dari Korea Investment Partners (KIP) sebesar USD 15 juta. Nah yang unik adalah 2 pendana terakhir.

Siapa sangka juga jika Inovio didanai US$8,1 juta oleh Defense Threat Reduction Agency (DTRA). Ini adalah badan militer Amerika untuk melawan ancaman senjata pemusnah massal termasuk senjata kimia dan biologi.

Inovio juga beberapa tahun silam, tepatnya 22 September 2015, ternyata didanai sebesar USD 45 juta oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA). DARPA adalah badan militer Amerika yang mendanai banyak lembaga untuk tujuan pertahanan. DARPA secara terbuka dalam publikasi menyambut HUT ke-60 mengungkapkan perhatian terhadap ancaman senjata biologi.

4. Sahamnya moncer

Saham Inovio diketahui sahamnya melesat tinggi karena pandemi virus corona. Marketwatch mencatat grafik kenaikan harga saham Inovio dalam 3 bulan terakhir sejak merebak pandemi virus Corona.

Sahamnya naik ketika CEPI menggelontorkan duit USD 9 juta untuk riset corona. Harga sahamnya mencapai puncak pada 6 Maret 2020 yaitu USD 14 perlembar ketika Inovio pada 3 Maret mengumumkan akan melakukan uji klikik virus Corona pada bulan April.

Pada 12 Maret 2020, Bill Gates langsung menyuntik duit USD 5 Juta supaya Inovio makin cepat menuntaskan vaksin virus Corona.

Baca Juga :  Diskusi Covid-19 Disusupi, Sejumlah Pihak Ini Sudah Melarang Zoom

Selain perusahaan tersebut, ada berbagai pengembangan terkait vaksin dan obat Covid-19 juga sedang dilakukan oleh industri kesehatan baik itu perusahaan farmasi maupun organisasi penelitian.

Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China, Xu Nanping, mengatakan bahwa vaksin Covid-19 pertama di China siap untuk uji klinis pada akhir April ini.

Dilansir dari clinicaltrialsarena.com, Jumat (17/4/2020), berikut beberapa vaksin virus corona yang sedang dikembangkan di seluruh dunia ;

1. ChAdOx1 nCoV-19

Vaksin bernama ChAdOx1 nCoV-19 yang telah dikembangkan oleh Lembaga Penelitian Vaksin Edward Jenner ini akan segera masuk dalam tahap uji klinis yang direncanakan akan dilakukan di Wilayah Lembah Thames. Sekitar 510 sukarelawan berusia antara 18 tahun dan 55 tahun terdaftar untuk penelitian ini.

2. Fusogenix DNA

Perusahaan Entos Pharmaceuticals mengembangkan vaksin Fusogenix DNA yang dikembangkan menggunakan platform pemberian obat Fusogenix untuk mencegah infeksi Covid-19. Vaksin ini diklaim bekerja mengembangkan muatan optimal yang mengandung beberapa protein epitop yang berasal dari protein SARS-COV-2, yang akan merangsang respons kekebalan dalam tubuh untuk mencegah infeksi Covid-19.

3. Gimsilumab

Perusahaan farmasi Roivant Sciences mengembangkan vaksin bernama Gimsilumab yang menargetkan faktor stimulasi koloni makrofaga granulosit (GM-CSF) yang ditemukan dalam peredaran darah dan vaksin ini diharapkan dapat mengurangi kerusakan paru-paru serta mengurangi tingkat kematian pada pasien Covid-19.

4. AdCOVID

Perusahaan Altimmune bekerja sama dengan Universitas of Alabama di Birmingham untuk menciptakan vaksin intranasal dosis tunggal untuk COVID-19 bernama AdCOVID. Saat ini perusahaan sedang melakukan studi lanjutan mengenai materi uji klinis fase satu mana yang akan dikembangkan.

5. INO-4800

Inovio Pharmaceuticals telah bekerja sama dengan Beijing Advaccine Biotechnology Company untuk memajukan pengembangan vaksin INO-4800, sebagai vaksin Covid-19. Perusahaan telah memulai pengujian pra-klinis untuk pembuatan produk klinisnya. Inovio bertujuan untuk memproduksi satu juta dosis vaksin pada akhir tahun 2020 untuk melakukan uji klinis tambahan atau penggunaan darurat.

6. NP-120 (Ifenprodil)

Perusahaan Algernon Pharmaceuticals telah mengumumkan bahwa mereka sedang mengeksplorasi NP-120 (Ifenprodil) sebagai pengobatan potensial Covid-19. Dalam vaksin buatannya, ia memanfaatkan senyawa kimia Ifenprodil yang diklaim telah menunjukkan kemanjuran dalam meningkatkan ketahanan hidup pada tikus yang terinfeksi H5N1.

7. Avian Coronavirus Infectious Bronchitis Virus (IBV)

Lembaga Penelitian MIGAL di Israel mengumumkan bahwa vaksin Infectious Bronchitis Virus (IBV) yang dipakai untuk avian virus corona yang menginfeksi burung telah dimodifikasi untuk mengobati COVID-19. Vaksin ini telah menunjukkan kemanjuran dalam uji coba pra-klinis yang dilakukan oleh Volcani Institute.

8. TJM2

I-Mab Biopharma mengembangkan TJM2 sebagai antibodi penawar untuk pengobatan pada pasien yang menderita infeksi virus corona parah. Obat ini menargetkan faktor stimulasi koloni makrofaga granulosit (GM-CSF) pada manusia, yang bertanggung jawab terhadap penyakit peradangan akut dan kronis. Perusahaan akan memulai pengembangan setelah menerima persetujuan dari Obat Baru Investigatif (IND) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (FDA).

Baca Juga :  Strategi 5 Negara Tetangga yang Dinilai Sukses Menekan Pandemi Corona

9. Vaksin virus corona buatan Medicago

Perusahaan Medicago akan mengembangkan obat yang dapat melawan COVID-19 setelah mendapatkan molekul virus yang sangat mirip dari virus corona. Selain itu, perusahaan telah berkolaborasi dengan Pusat Penelitian Penyakit Menular Universitas Laval untuk mengembangkan antibodi terhadap SARS-CoV-2. Kegiatan penelitian perusahaan sebagian didanai oleh Canadian Institutes for Health Research (CIHR).

10. AT-100

Airway Therapeutics sedang mengeksplorasi protein rekombinan manusia bernama AT-100 (rhSP-D) sebagai pengobatan untuk Covid-19. Perusahaan telah mengumumkan pengajuan ke Respiratory Diseases Branch dari National Institutes of Health untuk mengevaluasi obat tersebut.

AT-100 diklaim telah menunjukkan kemanjuran dalam studi praklinis dalam mengurangi peradangan dan infeksi di paru-paru, sementara ia juga menghasilkan respons kekebalan terhadap berbagai penyakit pernapasan.

11. TZLS-501

Tiziana Life Sciences sedang mengembangkan antibodi monoklonal bernama TZLS-501 untuk pengobatan Covid-19. TZLS-501 merupakan reseptor interleukin-6 (IL-6R) manusia, yang membantu dalam mencegah kerusakan paru-paru dan peningkatan kadar IL-6. Obat ini bekerja dengan mengikat IL-6R dan menipiskan jumlah IL-6 yang bersirkulasi dalam tubuh sehingga mengurangi peradangan paru-paru kronis.

12. OYA1

Vaksin OYA1 buatan perusahaan OyaGen diklaim telah menunjukkan kemanjuran antivirus yang kuat terhadap Covid-19 yang ditercantum dalam esai laboratorium. Dikatakan bahwa OYA1 lebih efektif daripada chlorpromazine HCL dalam menghambat SARS-CoV-2 dari replikasi dalam kultur sel. OyaGen berencana untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang obat ini terhadap virus corona.

13. BPI-002

BPI-002 yang dikembangkan oleh perusahaan BeyondSpring merupakan molekul kecil yang diindikasikan dapat mengobati berbagai infeksi termasuk Covid-19. Ia memiliki kemampuan untuk mengaktifkan sel T helper CD4 dan sel T sitotoksik CD8 yang menghasilkan respons imun dalam tubuh.

Obat ini diklaim memiliki kemampuan untuk menghasilkan perlindungan jangka panjang terhadap infeksi virus. BeyondSpring telah mengajukan perlindungan paten AS untuk hal ini.

14. Vaksin Covid-19 intranasal

Vaksin Covid-19 intranasal sedang dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi yang berbasis di AS, Altimmune. Desain dan sintesis vaksin dengan dosis tunggal ini telah selesai, sementara pengujian pada hewan akan menyusul.

Vaksin virus corona ini dikembangkan berdasarkan pada platform teknologi vaksin yang mirip dengan NasoVAX sebuah vaksin influenza yang dikembangkan juga oleh Altimmune.

15. APN01

Calon obat yang dikembangkan oleh APEIRON Biologics bernama APN01 sedang diuji di China dalam uji coba percontohan fase satu sebagai pengobatan untuk COVID-19. APN01 didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh seorang profesor di Universitas British Columbia untuk merawat pasien SARS. Penelitian mengungkapkan bahwa protein ACE2 adalah reseptor utama untuk menangkal virus SARS

16. Vaksin mRNA-1273

Perusahaan Moderna dan Pusat Penelitian Vaksin, sebuah unit dari Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID), telah berkolaborasi untuk mengembangkan vaksin untuk virus corona. Vaksin ini menargetkan protein Spike (S) dari virus corona. Vaksin pertama telah diproduksi untuk uji klinis manusia tahap pertama. Sebanyak 45 pria dan wanita berusia antara 18 dan 45 telah terdaftar untuk uji coba.

17. TNX-1800

Tonix Pharmaceuticals telah bermitra dengan sebuah organisasi penelitian nirlaba Southern Research, mengembangkan vaksin untuk virus corona bernama TNX-1800. Vaksin ini adalah virus horsepox yang dimodifikasi dan dikembangkan menggunakan platform vaksin horsepox eksklusif milik Tonix.

TNX-1800 dirancang untuk mengekspresikan protein yang berasal dari virus yang menyebabkan infeksi Covid-19. Southern Research akan bertanggung jawab untuk mengevaluasi kemanjuran vaksin ini.

18. Brilacidin

Perusahaan Innovation Pharmaceuticals mengumumkan telah mengevaluasi Brilacidin, kandidat obat defensin mimesis sebagai pengobatan potensial untuk Covid-19. Brilacidin telah menunjukkan sifat antibakteri, anti-inflamasi dan imunomodulator dalam beberapa uji klinis.

Perusahaan telah menandatangani dua perjanjian pengiriman bahan dengan sebuah universitas di AS dan 12 laboratorium biocontainment di AS untuk mengevaluasi Brilacidin sebagai pengobatan untuk COVID-19.

19. Vaksin Recombinant Subunit

Perusahaan Clover Biopharmaceuticals sedang mengembangkan vaksin subunit rekombinan menggunakan teknologi Trimer-Tag. Perusahaan sedang mengembangkan vaksin berdasarkan protein S trimerik (S-Trimer) dari Covid-19, yang bertanggung jawab untuk mengikat dengan sel inang dan menyebabkan infeksi virus.

Dengan menggunakan teknologi Trimer-Tag, Clover berhasil memproduksi vaksin subunit dalam sistem ekspresi berbasis kultur sel mamalia pada 10 Februari.

20. Vaksin corona Vaxart

Vaxart sedang mengembangkan vaksin rekombinan oral dalam formulasi tablet menggunakan platform vaksin oral miliknya, VAAST. Perusahaan berencana untuk mengembangkan vaksin berdasarkan genom yang diterbitkan 2019-nCOV untuk diuji dalam model pra-klinis untuk respon imun mukosa dan sistemik.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.