Catat! Fenomena Alam Ini Terjadi Sepanjang November 2020

Fenomena ini bukan sekedar pertunjukan semata, namun juga merupakan peristiwa alam yang dapat membawa perubahan dan sebab akibat terhadap Bumi.

JEDA.ID—Fenomena alam selalu menakjubkan dan membuat kita berdecak kagum.Apalagi fenomena alam ini tidak terjadi setiap hari, tentu saja ini menjadi momen langka.

Fenomena ini bukan sekedar pertunjukan semata, namun juga merupakan peristiwa alam yang dapat membawa perubahan dan sebab akibat terhadap Bumi. November sepertinya menjadi bulan istimewa lantaran ada sederetan fenomena alam yang bakal terjadi.

Melansir dari Suara.com, Selasa (3/11/2020) di bulan November 2020 ini, ada beberapa fenomena langit yang akan hadir. Kalau cuaca mendukung dan tidak ada penghalang dan polusi cahaya, Anda bisa melihatnya langsung. Catat jadwalnya, agar dapat mengamatinya di langit Indonesia.

1. Konjungsi Bulan dengan Venus

Bulan akan melakukan pendekatan dengan Venus pada 13 November mendatang. Venus akan berada sejauh 3 derajat di arah selatan Bulan dan akan terlihat seperti bintang paling terang yang tidak berkelap-kelip.

Tips Meningkatkan Produktivitas Kerja saat WFH

Pengamat mulai dapat melihatnya pada pukul 03.31 WIB, tepat satu jam 54 menit sebelum Matahari terbit, dan mencapai ketinggian 24 derajat di atas ufuk timur sebelum menghilang pada pukul 05.10 WIB.

2. Berburu Pleiades

Pleiades merupakan gugus bintang paling terang dan paling jelas yang dapat dilihat dengan mata telanjang, di rasi bintang Taurus serta salah satu yang terdekat dengan Bumi. Bintang ini juga dikenal sebagai Messier 45 atau M45.

Para pengamat di Bumi dapat berburu Pleiades pada 17 November mendatang karena itu adalah waktu terbaik untuk melihatnya. Pleiades dapat dilihat mulai pukul 19.58 WIB saat mencapai ketinggian 11 derajat di atas ufuk timur laut, kemudian akan mencapai titik tertinggi di langit pada pukul 00.55 WIB dengan ketinggian 59 derajat di atas ufuk utara.

Nyeri Sendi Dirasakan Melaney Ricardo, Ini Gejala Covid-19 Tak Biasa Lainnya

Pleiades akan menghilang saat fajar sekitar pukul 04.52 WIB saat mencapai ketinggian 25 derajat di atas cakrawala barat laut.

3. Pendekatan Bulan, Jupiter, dan Saturnus

Bulan akan melakukan pendekatan dengan dua planet terbesar di tata surya pada 19 November. Jupiter dan Saturnus akan berada sejauh 2 derajat dari Bulan.

Kedua planet tersebut dapat mulai diamati pada sekitar pukul 18:05 WIB saat mencapai ketinggian 55 derajat di atas ufuk barat daya. Jupiter dan Saturnus kemudian akan tenggelam ke arah cakrawala pada pukul 22:07 WIB. Kedua planet raksasa itu dapat dilihat dengan mata telanjang dan akan muncul seperti bintang terang yang tidak berkelap-kelip.

4. Konjungsi Bulan dengan Mars

Setelah melakukan pendekatan dengan dua planet terbesar, Bulan akan melakukan konjungsi dengan Planet Merah pada 26 November. Mars akan berada pada jarak 4 derajat dari Bulan.

Planet ini akan terlihat di langit malam sekitar pukul 18:05 WIB saat mencapai ketinggian 52 derajat di atas ufuk timur dan akan mencapai titik tertinggi pada pukul 20.28 WIB, sebelum akhirnya menghilang pada pukul 01.57 WIB dini hari. Bulan akan berada di konstelasi Cetus dan Mars di konstelasi Pisces yang berdekatan.

5. Gerhana Bulan Penumbra

Gerhana Bulan Penumbra akan terjadi pada 30 November mendatang. Gerhana Bulan Penumbra ini terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada garis lurus di bidang tata surya. Tetapi karena kemiringan bidang orbit Bulan, satelit alami itu tidak sepenuhnya masuk ke bayangan gelap Bumi (umbra) dan hanya masuk ke bayangan terang yang disebut Penumbra.

Sayangnya, pada peta yang ditunjukkan In the Sky, hanya wilayah Indonesia bagian timur saja yang menjadi lokasi terbaik untuk mengamati gerhana Bulan Penumbra di penghujung November. Bulan akan terbit pada pukul 14.33 WIB atau dengan kata lain belum terlihat di seluruh langit Indonesia. Namun, puncak gerhana Bulan Penumbra akan terjadi pada pukul 16.44 WIB ketika Bulan sudah terbit di Indonesia bagian timur karena di sana akan menunjukkan pukul 18.44 WIT.

Gerhana Bulan Penumbra akan berakhir pada pukul 18.54 WIB ketika Bulan masih berada di ufuk timur pada wilayah Indonesia bagian barat dan berada di posisi yang cukup tinggi di wilayah Indonesia bagian tengah. Selain Indonesia bagian timur, jalur gerhana Bulan Penumbra itu pun termasuk dari Oseania, Amerika, Asia Timur dan Tenggara, serta Eropa Utara.

Ditulis oleh : Nurdian Riyanti

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.