Calon Anggota DPD Cantik: Coblos Irunge hingga Foto Editan

Tercatat ada 14 provinsi yang suara terbanyak dalam pemilihan anggota DPD dikuasai perempuan.

JEDA.ID–Dua perempuan ini sama-sama bernama Evi. Keduanya merupakan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) cantik yang sama-sama mendulang suara terbanyak di masing-masing provinsi. Mereka sama-sama menjadi sorotan dengan strategi kampanye yang akhirnya mengantarkan ke Senayan.

Ada Evi Zainal Abidin di Jawa Timur dan Evi Apita Maya di Nusa Tenggara Barat (NTB). Evi Zainal Abidin mendulang 2.416.663 suara dalam Pemilu 2019 lalu.

Evi menjadi jawara calon anggota DPD di Jawa Timur mengalahkan tokoh tenar yang juga maju menjadi calon anggota DPD La Nyalla Mattalitti yang mendulang suara terbanyak kedua. Anggota DPD petahana Ahmad Nawardi juga dilibasnya sehingga hanya berada di urutan ketiga sebagai peraih suara terbanyak.

Evi memang bukan orang baru di kancah politik. Dia adalah anggota DPR periode 2014-2019 dari Partai Demokrat. Dalam pemilu lalu, Evi banting setir menjadi calon anggota DPD. Selama masa kampanye, Calon anggota DPD cantik ini menggunakan tagline “Coblos irunge” atau coblos hidungnya.

Strategi Evi ini berbuah manis. Banyak warga mengaku memilihnya karena teringat dengan poster, baliho, hingga kata-kata “Coblos irunge”.

Evi Zainal Abidin (Facebook)

“Saya sekeluarga DPD-nya nyoblos hidungnya Evi,” kata Muhammad Alim seorang warga Bangkalan, Madura, sebagaimana dikutip dari Liputan6.com.

Pernyataan senada datang dari Mahmudi, buruh bangunan di Kecamatan Socah, Bangkalan. Dia mengaku awalnya hendak mencoblos La Nyalla. ”Karena hanya nama itu yang saya tahu. tapi pas lihat ada yang cantik, saya coblos hidungnya, sesuai permintaan,” kata dia.

Halimatus Sakdiyah, warga Socah lainnya juga mengaku memiliki Evi karena diminta mencoblos hidungnya. Padahal, awalnya dia diminta oleh suaminya untuk mencoblos calon anggota DPD lainnya.

Selama masa kampanye, Evi memakai strategi berbeda dalam memasang baliho dan poster. Dia memilih poster ukuran kecil namun dalam jumlah banyak. Pola penyebarannya pun tidak terpisah-pisah. Di satu titik misalnya poster Evi dipasang berjejer lima atau enam poster sekaligus.

Meski poster kecil, namun wajah Evi dicetak nge-zoom maksimal. Yang membedakan dengan poster lain, dalam poster Evi dipasang gambar tangan memegang paku tepat di hidungnya. Juga ditambah kalimat ”Kerudung Putih Coblos Irunge”.

”Pertama kali lihat poster Evi di Suramadu dan menarik karena berbeda dari yang lain. Sudah cantik rela lagi hidungnya dicoblos. Akhirnya saya googling, ternyata dia anggota DPR. Kalau Evi lolos ke Senayan, dia harus ke Bangkalan karena banyak fansnya,” ungkap Muhammad Alim sambil tertawa.

Edit Foto Dibawa ke MK

calon anggota DPD

Evi Apita Maya (Facebook)

Urusan poster yang unik juga datang dari Evi Apita Maya. Calon anggota DPD dari NTB ini mendulang suara terbanyak di provinsi itu dengan meraup 283.932 suara. Dia mengalahkan Wakil Ketua DPD Farouk MUhammad hanya mengantongi 188.687 suara. Tidak terima dengan hasil itu, Farouk mengajukan sengketa ke MK. Salah satu poin gugatan adalah foo Evi yang diedit full hingga “kelewat cantik”.

”Bahwa calon anggota DPD RI dengan nomor 26 atas nama Evi Apita Maya telah melakukan manipulasi atau melakukan pengeditan terhadap pas foto di luar batas kewajaran atau setidak-tidaknya foto editan yang mengubah identitas diri antara lain dagu, hidung, mata, warna kulit dan struktur tubuh jika dibandingkan dengan gambar keadaan asli sebagaimana ditampilkan dalam rekaman video kampanye [akan dibuktikan dengan keterangan ahli], yang pada saat bersamaan foto tersebut dilampirkan pada saat pendaftaran calon anggota DPD RI,” demikian bunyi salah satu poin dalam gugatan Farouk.

Evi menganggap setiap pemilih punya alasan masing-masing dalam menentukan pilihan. ”Batasan apa yang menyatakan bahwa foto saya itu yang memengaruhi [pilihan]? Wajar saja setiap orang itu punya hak masing-masing lah dia memilih berdasarkan apa,” kata Evi sebagaimana dikutip dari Detikcom.

Evi menilai MK bukan ranah untuk memperkarakan editan foto itu. Dia memastikan bahwa proses pencalonannya sudah sesuai dengan prosedur yang ditentukan. Dia pun yakin tetap akan melenggang ke Senayan dengan predikat calon anggota DPD peraih suara terbanyak di NTB.

14 Provinsi

Berdasarkan data di KPU, tercatat ada 14 provinsi yang suara terbanyak dalam pemilihan anggota DPD dikuasai perempuan. Selain di Jawa Timur dan NTB yang dikuasai duo Evi, ada Emma Yohana di Sumatra Barat. Emma merupakan petahana yang mampu meraup 21,04% suara dalam pemilihan anggota DPD.

calon anggota DPD

Cherish Harriette (Facebook)

Di Riau ada nama Intsiawati Ayus yang juga mengungguli calon anggota DPD lainnya dengan mendapat 12,71%. Di Jambi, putri Gubernur Jambi Fachrori Umar, Ria Mayang Sari, juga menjadi jawara dengan mendulang 14,36% suara. Ada dua provinsi lain di Sumatra yang peraih suara terbanyaknya perempuan yaitu di Eva Susanti di Sumatra Selatan dan Jihan Nurlela di Lampung yang kerap disebut sebagai calon anggota DPD cantik .

Di DIY, dominasi G.K.R. Hemas belum tergantikan saat dia mendulang 44,96% suara pemilihan DPD di provinsi itu. Anggota DPD petahana asal Jawa Tengah, Denty Eka Widi Pertiwi juga meraup suara terbanyak.

Di Banten, pengaruh dinasti Ratu Atut Chosiyah belum pudar. Anak Ratu Atut, Andiara Aprilia Hikmat yang juga merupakan petahana mendulang suara terbanyak di Banten.

Empat provinsi lain yang pemenang pemilihan anggota DPD-nya perempuan adalah Hilda Manafe di NTT, Cherish Harriette di Sulawesi Utara, Andi Nirwana di Sulawesi Tenggara, dan Anna Latuconsina di Maluku.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.