• Wed, 30 November 2022

Breaking News :

Wow! Negara Ini Miliki Kinerja Perekonomian Terbaik se-Asia

Prestasi itu didapat karena selama 4 kuartal di tahun lalu negara itu tidak mencatat kontraksi sekalipun di saat ekonomi global dibebani pandemi Covid-19.

JEDA.ID-Negara dengan kinerja perekonomian terbaik bukan dipegang China atau pun Singapura, melainkan dipegang  Vietnam. Ya, Vietnam disebut sebagai negara dengan kinerja ekonomi terbaik di Asia pada 2020.

Prestasi itu didapat karena selama 4 kuartal di tahun lalu negara itu tidak mencatat kontraksi sekalipun di saat ekonomi global dibebani pandemi Covid-19. Simak ulasannya di tips keuangan kali ini bagaimana Vietnam bisa memiliki kinerja perekonomian terbaik di Asia.

Mengutip dari detikcom, Kamis (28/1/2021) berdasarkan berbagai sumber resmi dan Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (AS) menunjukkan Vietnam telah mengungguli China yang juga sukses melawan Covid-19.

Menurut pemerintah Vietnam, ekonomi negara tumbuh 2,9% tahun lalu dibandingkan 2019. Itu lebih baik dari pertumbuhan China yang tercatat sebesar 2,3% selama periode yang sama.

Baca Juga: Bus Social Distancing Mengaspal, Ini Spesifikasinya

Beberapa ekonom selama beberapa tahun terakhir mempertanyakan kebenaran data produk domestik bruto (PDB) Vietnam. Meski demikian, banyak ekonom tampak optimistis pertumbuhan ekonomi Vietnam akan melesat tahun ini.
Penanganan wabah Covid-19 di Vietnam dipuji secara internasional sebagai role model untuk diikuti negara berkembang lainnya. Hal itu pun yang membantu ekonomi negara Vietnam terus tumbuh sepanjang tahun 2020.

Menurut ekonom dari Bank of America perekonomian Vietnam yang kuat kemungkinan akan berlanjut tahun ini. Bank memperkirakan ekonomi Vietnam tumbuh 9,3% pada tahun 2021, tingkat pertumbuhan yang jauh lebih tinggi daripada ekspansi 6,7% yang diproyeksikan oleh Bank Dunia.

Tidak hanya penanganan Covid-19 yang menjadi alasan ekonomi Vietnam tumbuh. Sektor manufaktur Vietnam secara luas dalam keadaan baik, sebab permintaan ekspor yang stabil selama 2020. Menurut ekonom sektor inilah yang akan bertahan untuk tahun berikutnya.

Negara Asia Tenggara itu juga telah menandatangani beberapa perjanjian perdagangan baru. Seperti dengan Inggris dan Uni Eropa yang diharapkan dapat meningkatkan arus perdagangan.

Baca Juga: Peracik Bumbu Indomie Meninggal Dunia, Berikut Ini Faktanya

Selain itu, sektor jasa di Vietnam yang sempat terpukul parah akibat pandemi, meningkat menjelang akhir tahun 2020. Para ekonom mengatakan sektor jasa ini yang menentukan seberapa cepat ekonomi Vietnam kembali ke kondisi sebelum pandemi.

Ekonom Senior Asia di Capital Economics, Gareth Leather memperkirakan pertumbuhan sektor jasa di Vietnam akan tumbuh 10% tahun ini dan menjadi salah satu yang paling optimis di pasar.

Bangun Bandara Terbesar

Bahkan Vietnam malah membangun bandara terbesar di Kota Ho Chi Minh. Pembangunan fase pertama bandara ini dimulai pada 5 Januari 2021 kemarin. Dimulainya pembangunan itu diharapkan dapat mempercepat investasi publik dan menopang pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

Fase pertama bandara Long Thanh di provinsi Dong Nai itu akan menelan biaya US$4,66 miliar atau setara Rp 64,3 triliun (kurs Rp 13.800/US$). Bandara ditargetkan bisa beroperasi mulai 2025.

Pembangunan bandara di Vietnam tersebut akan mencakup landasan pacu sepanjang 4 kilometer (km), terminal dan fasilitas terkait yang mampu melayani 25 juta penumpang, dan menangani 1,2 juta ton kargo per tahun.
“Pembangunan bandara merupakan langkah penting untuk meningkatkan investasi publik dan mengurangi dampak buruk pandemi Covid-19  terhadap perekonomian,” kata Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc dikutip dari Bangkok Post, Selasa (5/1/2021).

Seluruh proyek, ketika beroperasi penuh, katanya akan mampu melayani 100 juta penumpang per tahun dan akan menelan biaya US$ 16 miliar atau setara Rp220,8 triliun untuk membangunnya.

Bandara terbesar itu akan menjadi pusat transit utama bagi penumpang Internasional. Sementara bandara Tan Son Nhat yang telah kelebihan muatan sejak 2015 dengan lokasi di dekat Kota Ho Chi Minh, Vietnam akan digunakan sebagai bandara domestik.

Bagaimana dengan ekonomi Indonesia, ada di urutan berapa di Asia?

Dalam statistik kontraksi pertumbuhan PDB ekonomi utama Asia, Indonesia berada di urutan keenam di bawah Pakistan dan Korea Selatan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat di bawah -0,2%.

Baca Juga: Ini Hubungan Obesitas dan Virus Corona

Meski tercatat masih minus, dari data itu ekonomi Indonesia mengungguli Jepang, Singapura, Malaysia, Hong Kong, hingga Filipina. Menurut ekonom dari Bank of America perekonomian Vietnam yang kuat kemungkinan akan berlanjut tahun ini. Bank memperkirakan ekonomi Vietnam tumbuh 9,3% pada tahun 2021, tingkat pertumbuhan yang jauh lebih tinggi daripada ekspansi 6,7% yang diproyeksikan oleh Bank Dunia.

Sedangkan Indonesia, berdasarkan catatan detikcom, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto percaya ekonomi RI 2021 bisa mencapai 5,5%. Meskipun berbagai lembaga internasional memproyeksi ekonomi RI di 2021 paling mentok tumbuh di level 4,8%.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah membeberkan sejumlah sinyal atau tanda-tanda ekonomi RI mulai pulih dari hantaman Covid-19.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.