• Sun, 14 August 2022

Breaking News :

Waspada! Penularan Covid-19 Terbanyak Saat Makan Bersama

Menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO penularan Covid-19 atau virus corona di tengah masyarakat terbanyak saat makan bersama.

JEDA.ID — Penularan Covid-19 disebut-sebut terbanyak saat makan bersama. Sebagaimana diungkap oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

Hal tersebut dibeberkan oleh dokter relawan Covid-19, Muhammad Fajri Adda’I dalam berita yang dikabarkan Solopos.com pada Sabtu (30/1/2021).

“Laporan WHO mengatakan penularan terjadi cukup tinggi saat makan bersama kolega, keluarga, karena dipikir aman,” ujar dia.

Baca Juga: Kasus Langka! Terlahir Tanpa Sidik Jari, Keluarga Ini Sulit Pergi ke Luar Negeri

Maka dari itu, ia tak henti-hentinya berpesan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni mengenakan masker, mencuci tangan dan juga menjaga jarak.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menunjukkan risiko penularan Covid-19 tanpa berperilaku 3M, bisa mencapai 100%. Dengan mencuci tangan risiko tertular turun 35%, ditambah memakai masker kain risikonya turun menjadi 45%. Apabila memakai masker bedah menurunkan risiko tertular hingga 70%, lalu ditambah dengan menjaga jarak 1 meter menurunkan risiko hingga 85%.

Baca Juga: Kopi Kenangan Tetap Raup Cuan Di Tengah Pandemi, Begini Strateginya

“Kita harus terus bersama-sama dengan pemerintah melakukan kewajiban 3T [testing, tracing, treatment], dan masyarakat menjalankan 3M. Kita sama-sama ambil bagian sebagai subjek penanganan pandemi ini,” tambah dia.

Sirkulasi Udara Diperhatikan

Dengan menggunakan masker, penularan Covid-19 bisa ditekan jauh. Lalu, perilaku menjaga jarak terutama di ruangan tertutup mengurangi risiko tertular lebih besar lagi.

Baca Juga: Tesla Model S dan X Adopsi Kemudi Pesawat Terbang Timbulkan Kehebohan

“Apabila terpaksa di ruangan tertutup, buka semua ventilasi, dan jangan terlalu berkerumun dan menghindari ruangan dengan ventilasi yang buruk. Yang lebih baik, dengan melakukan pertemuan virtual apabila diperlukan,” imbau dia.

“Kemudian pentingnya cuci tangan adalah untuk menghindari kuman atau virus yang tidak sengaja tertempel karena droplet di ruangan ber-AC bisa bertahan sampai beberapa minggu. Ini bisa menginfeksi apabila kita tidak sengaja mengucek mata, sehingga saya menyarankan cuci tangan dengan sabun di air mengalir,” beber Fajri.

Baca Juga: Benarkah Cuka Putih Bisa Membunuh Virus Corona? Cek Faktanya

Baca Juga: Seperti Apa Peluang Karier Industri Gaming 2021? Simak Ulasannya!

Ditulis oleh : Nugroho Meidinata

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.