Tutup Iklan

Waduh! Angka Kematian Covid-19 pada Anak Capai 40 Persen

Angka kematian Covid-19 pada anak mencapai 40 persen, seperti yang disebut dalam penelitian yang dilakukan RSCM Jakarta.

JDA.ID — Angka kematian Covid-19 pada anak mencapai 40 persen. Hal tersebut diperoleh dalam penelitian yang dilakukan RS Cipto Mangunkusumo atau RSCM Jakart.

Penelitan yang berlangsung dari Maret-Oktober 2020 ini melibatkan 490 pasien Covid-19 anak yang dirawat di rumah sakit.

Baca Juga: Vaksinasi Capai 50%, Angka Covid-19 di AS dan Inggris Menurun

Seperti yang dikabarkan Solopos.com pada Senin (7/6/2021), peneliti dalam riset tersebut, Rismala Dewi mengatakan penyebab angka kematian Covid-19 yang tinggi ini dikarenakan anak memiliki lebih dari satu penyakit penyerta alias komorbid.

“Sebagian besar pasien anak yang meninggal memiliki komorbid. Umumnya memiliki lebih dari satu komorbid. Kebanyakan yang dominan adalah pasien dengan gagal ginjal, kemudian pasien dengan keganasan” beber dia.

Baca Juga: Asal Usul Es Teler di Indonesia, Berasal dari Mana?

Selain itu, dalam penelitian yang berjudul Charateristics and Outcomes of Childern with Covid-19 ini Wes Nusa Tenggara Province, Indonesia yang diterbitkan RSUD Mataram, NTB, menyebutkan, angka kematian yang tinggi juga disebabkan karena anak terlambat di bawa ke rumah sakit serta pelayanan kesehatan yang sulit.

Angka Covid-19 pada Anak: 54,7 Persen Tanpa Gejala

Meski disebutkan angka kematian Covid-19 pada anak tinggi, dalam jurnal kesehatan Children and Adolescents with Sars-CoV-2 Infection menunjukkan anak yang terpapar virus corona, 54,7 persen tidak mengalami gejala.

Hanya 26,1 persen yang perlu dirawat di rumah sakit. Dan yang paling banyak dirawat adalah bayi berusia kurang dari satu tahun.

Baca Juga: Waspada! Ada 100 Daerah di Indonesia yang Terancam Tenggelam

Dari penelitian ini juga dijelaskan orang dewasa berperan krusial dalam penularan virus ini kepada anak-anak. Sementara itu, anak-anak menularkan ke sesamanya dalam level yang moderat. Kecenderungan level penularan yang tinggi juga tergantung dari usia mereka.

Meski data-data menunjukkan kasus Covid-19 pada anak biasanya tidak bergejala, orang tua perlu terus menjaga anak-anak mereka agar tidak tertular virus corona. Dikhawatirkan apabila anak-anak dengan penyakit penyerta seperti jantung, ginjal, TBC, asma, memperburuk kondisinya.

Baca Juga: Sering Dilupakan, Ternyata Mendongeng untuk Anak Punya Banyak Manfaat Hlo!

“Protokol kesehatan harus dijalankan dengan ketat untuk menjaga anak-anak tidak tertular Covid-19. Orang tua harus berperan dengan mengajarkan anak-anak mereka cara menjaga diri dengan baik. Perlu diberikan contoh seperti misalnya, tidak dibawa ke kerumunan seperti ke pusat perbelanjaan, piknik, atau ke restoran yang banyak orangnya,” jelas Guru Besar FK UI, Prof. Cissy Kartasasmita.

Baca Juga: Gaya Keren Jokowi dan Gibran Saat Jadi Wali Kota Solo

Ditulis oleh : Nugroho Meidinata

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.