Tidur dengan Mulut Terbuka? Awas, Ada Efek Sampingnya

Sering kali orang tidur dengan mulut terbuka. Jika Anda memiliki kebiasaan tidur dengan mulut terbuka, segera hentikan kebiasaan tersebut,

JEDA.ID-Sering kali orang tidur dengan mulut terbuka. Jika Anda memiliki kebiasaan seperti ini, alangkah baiknya segera menghentikan kebiasaan tersebut, karena bisa berdampak bagi kesehatan.

Sebuah Journal of Oral Rehabilitation menemukan bahwa tidur dengan mulut terbuka memberi dampak buruk bagi kesehatan gigi, karena aliran udara masuk melalui mulut yang membuat gigi akan mengering selain itu bakteri mudah masuk ke dalam. Tak heran terkadang saat bangun tidur mulut menjadi bau. Tips kesehatan kali ini membahas kebiasaan tidur dengan mulut terbuka.

Melansir detikcom, belum lama ini, berikut ini efek buruk bagi kesehatan ketika anda bernapas melalui mulut:

1. Mulut dan bibir kering

Saat bernapas melalui mulut, cairan (air liur) yang ada di dalam mulut akan hilang melalui penguapan. Sehingga mulut dan bibir menjadi kering yang mengakibatkan kesulitan untuk menelan.

2. Kerusakan gigi

Air liur memiliki manfaat untuk kesehatan mulut. Bernapas melalui mulut menyebabkan produksi air liur menjadi sedikit, sehingga meningkatkan bakteri berkembang biak di dalam mulut menyebabkan pembusukan pada gigi.

Tak Disarankan Sarapan Kesiangan, Ini Alasannya

3. Bau mulut

Bau mulut terjadi karena penurunan saliva atau air liur di mulut, udara kotor akan masuk ke dalam mulut. Kondisi tersebut mengakibatkan mulut menjadi penuh dengan bakteri dan menimbulkan bau yang tidak sedap saat bangun tidur.

4. Dehidrasi

Sebuah artikel di Australian Financial Review, dikutip dari Snoringnewzealand, mengatakan bahwa seseorang yang bernapas melalui mulut akan kehilangan kelembapan dalam tubuh sebesar 42 persen lebih besar daripada yang bernapas melalui hidung, sehingga saat Anda bernapas melalui mulut sepanjang malam akan mengalami dehidrasi.

5. Nyeri rahang

Membuka mulut sepanjang malam akan membuat posisi rahang terbuka yang akan menyebabkan rahang menjadi pegal dan sakit saat bangun tidur.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.