Tabrakan Beruntun Paling Sering Terjadi, Termasuk di Tol

Tabrakan beruntun kerap terjadi di jalan tol. Faktornya pun beragam, namun biasanya kecelakaan terjadi akibat kecerobohan dari pengguna jalan.

JEDA.ID–Sekitar 20 kendaraan terlibat dalam tabrakan beruntun di km 91 Tol Cipularang, Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019). Sedikitnya 9 orang meninggal dalam tabrakan beruntun itu.

Seorang saksi mata, Beny, menyebutkan kecelakaan maut itu terjadi di ruas Bandung menuju Jakarta. Dia menyebut ada dump truk yang melaju menabrak mobil di sampingnya. Lalu mobil itu membentur kendaraannya.

“Kita posisi sebelah kanan, lalu ada dump truk, enggak tahu blong atau bagaimana, menghantam mobil sebelah kiri,” kata Beny di tempat kejadian sebagaimana dikutip dari Detikcom.

Dugaan awal, kecelakaan itu terjadi karena faktor medan jalan dan faktor pengemudi yang tidak bisa menjaga jarak aman dengan kendaraan lain.

Tabrakan beruntun merupakan kecelakaan yang paling sering terjadi di Indonesia baik di jalan tol ataupun jalan raya umum. Berdasarkan data Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, pada triwulan I 2019, ada 6.966 kejadian kecelakaan depan belakang atau kerap disebut tabrakan beruntun.

Kecelakaan jenis ini merupakan yang paling tinggi dibandingkan kecelakaan jenis lainnya seperti berlawanan arah (depan-depan) yang berada di urutan kedua dengan 6.769 kejadian.

Dalam penelitian yang dilakukan Maya A. Simamora dari Universitas Sumatera Utara (USU) disebutkan kecelakaan depan belakang biasanya terjadi pada satu ruas jalan searah.

Kemudian ada faktor pengereman mendadak, jarak kendaraan yang tidak terkontrol alias terlalu dekat, terjadi pada jalan lurus dan searah, dan kendaraan menyalip kendaraan lain.

Pada triwulan II 2019, tabrakan beruntun turun berada di peringkat kedua dengan 986 kasus. Pada triwulan II 2019, kecelakaan berlawanan arah atau depan-depan yang paling banyak terjadi yaitu 1.280 kejadian.

Kerapnya kecelakaan beruntun itu juga diakui pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu. Dia menyampaikan banyak pengendara yang kerap mengabaikan bahaya ketika melintas di jalan tol.

”Semua kecepatan kendaraan di sana [tol] itu tinggi sekali. Sedangkan kalau di jalan biasa kan kebanyakan kondisi stop and go. Sehingga kejadian tabrakan beruntun memang lebih rentan terjadi di tol,” ungkap Jusri sebagai mana dikutip dari Detikcom.

Kecelakaan beruntun kerap terjadi di jalan tol. Faktornya pun beragam, namun biasanya kecelakaan terjadi akibat kecerobohan dari pengguna jalan.

Karakteristik Lalu Lintas

tabrakan beruntun

Tabrakan beruntun di Tol Cipularang (Antara)

Mengenai kecelakaan lalu lintas di jalan tol, Mujib Ridha, Jachrizal Sumabrata, dan Martha Leni Siregar, pernah melakukan penelitian berjudul Kajian Karakteristik Lalu Lintas di Jalan Tol Serta Korelasi dengan Kecelakaan Lalu Lintas, menyebutkan karakteristik lalu lintas di suatu ruas segmen memengaruhi bobot kecelakaan dan jumlah kecelakaan yang terjadi.

”Untuk ruas jalan yang kecelakaannya dipengaruhi oleh tingginya kecepatan kendaraan yang melintas, perlu dilakukan pembatasan kecepatan dengan memasang rambu petunjuk batasan maksimal kecepatan yang diizjinkan,” sebut mereka.

Tabrakan beruntun beberapa kali terjadi di tol Cipularang khususnya sekitar km 90-an. Dirjen Perhubungan Darat (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan dari sisi geometrik jalan, wilayah itu ada tikungan dan kemudian turunan.

Melihat geometrik tol Cipularang, khususnya dari arah Bandung menuju Jakarta,kecenderungan pengguna kendaraan akan memacu kecepatan tinggi.

”Nah mungkin di situ lah pada saat dari Bandung menikung itu mungkin kecepatan cukup tinggi kemudian turunan gitu,” tambah dia sebagaimana dikutip dari Detikcom.

Kondisi ini bisa menjadi perhatian serius bagi pengguna jalan utamanya jalan tol. Sebab, tabrakan beruntun di tol selalu berulang. Sebelum kejadian di Tol Padalarang, tabrakan beruntun yang memakan banyak korban pernah terjadi di tol Cipali.

Pada 17 Juni 2019, tabrakan beruntun di tol Cipali menyebabkan 12 orang meninggal. Menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, memperhatikan batas kecepatan menjadi beberapa hal yang bisa mencegah kecelakaan beruntun.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.