5 Kecelakaan di Flyover, Semuanya Tabrak Lari

Sebagian besar kecelakaan di flyover berupa tabrak lari.

JEDA.ID–Kecelakaan lalu lintas bisa terjadi di mana saja dan menimpa siapa saja. Tidak jarang dalam kecelakaan lalu lintas, pelaku melarikan diri atau dikenal dengan istilah tabrak lari.

Berdasarkan data Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, pada triwulan I 2019, kecelakaan lalu lintas mencapai 27.810 kejadian yang mengakibatkan 5.790 orang meninggal dunia.

Bila dilihat dari jenisnya, Korlantas Polri mencatat kecelakaan terbanyak melibatkan yang berjalan dari arah yang sama dan dari arah yang berlawanan. Ada 6.873 kasus kecelakaan yang terjadi dari arah yang sama dan 6.649 kecelakaan dari kendaraan yang berbeda arah.

”Perbandingan jenis kecelakaan menunjukkan bahwa kecelakaan yang paling fatal adalah tabrakan dari depan, yang merupakan dampak yang paling berbahaya, tetapi juga tabrakan dari belakang. Pejalan kaki juga sering yang terlibat dalam kecelakaan,” sebut Korlantas sebagaimana dikutip dari laman korlantas-irsms.info, Kamis (11/7/2019).

Kecelakaan yang menjadi perhatian adalah kecelakaan di jalan layang atau flyover. Kecelakaan ini menjadi sorotan karena sebagian besar dari kecelakaan itu berupa tabrak lari. Pelaku yang menabrak kendaraan atau orang kabur setelah kejadian. Berikut lima kecelakaan di flyover yang semuanya merupakan tabrak lari.

Flyover Manahan Solo

kecelakaan flyover tabrak lari

Rekaman kamera CCTV saat kecelakaan (Istimewa/Solopos.com)

Kasus tabrak lari di flyover Manahan, Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng), terjadi Senin (1/7/2019). Tabrak lari ini terjadi pada dini hari saat flyover itu cukup sepi. Berdasarkan video yang beredar, sepeda motor tampak melaju pelan dan sesuai jalur. Tak berapa lama, sepeda motor itu ditabrak mobil yang melaju cukup kencang dan tampak sedikit keluar dari jalurnya dari arah berlawanan.

Kecelakaan ini menyebabkan Retnoningtri, 54, warga Slembaran RT 003/RW 003 Serengan, Solo, meninggal dunia.”Identitas pelaku, pelat nomor mobil, dan lain-lain sudah diketahui tapi masih dirahasiakan,” ungkap Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Busroni, Kamis (11/7/2019), sebagaimana dikutip dari Solopos.com.

Polisi memeriksa 12 rekaman kamera CCTV sepanjang jalan antara wilayah Gendengan hingga Gapura Makutha. Namun, kamera CCTV yang terpasang di flyover Manahan, Solo memang hanya ada satu.

Flyover Pasar Rebo Jakarta Timur

Seorang Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau lebih dikenal dengan petugas oranye, Naufal Rasyid, meninggal seusai menjadi korban tabrak lari di flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur. Petugas PPSU tersebut ditemukan terkapar pertama kali di jalan raya oleh rekannya pada Selasa pagi, 26 Maret 2019.

Naufal ditabrak saat menyapu di kawasan flyover itu. Polisi berupaya mengusut kasus tabrak lari ini, namun menemui banyak kendala. Salah satu kendala yang dihadapi adalah tidak adanya kamera CCTV di kawasan itu sehingga kepolisian sulit mengidentifikasi kendaraan yang menabrak Naufal.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan kepada keluarga korban Rp196 juta. Dia menyebut santunan tersebut setidaknya dapat meringankan keluarga korban.

Flyover Kretek Bumiayu

Ilustrasi Flyover Kretek (Youtube)

Kecelakaan tabrak lari terjadi di flyover Kretek, Paguyangan, Bumiayu, Brebes, 12 Desember 2018. Kecelakaan ini menyebabkan ibu dan anak pengendara sepeda motor meninggal dunia. Satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian, satu lainya meninggal saat dalam perjalanan ke RSU Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu.

Kecelakaan ini terjadi petang menjelang magrib. Awalnya, sepeda motor korban melaju dari arah Purwokerto ke Bumiayu. Diduga sepeda motor korban terserempet kendaraan lainya saat di lokasi kejadian. Sebagaimana dikutip dari Liputan6.com, peristiwa nahas itu, terjadi saat korban hendak melewati flyover Kretek di sebelah selatan.

Lagi-lagi polisi kesulitan mengusut kasus kecelakaan tabrak lari ini. Ketiadaan kamera CCTV membuat polisi kesulitan mengidentifikasi jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan itu.

Flyover Tegal Parang Jakarta Selatan

Seorang pemulung yang tengah berjalan di flyover meninggal setelah ditabrak kendaraan pada 19 April 2016. Kejadian ini terjadi pada dini hari sehingga tidak banyak saksi mata. Kendaraan yang menabrak pemulung itu juga langsung kabur dari lokasi.

Mulanya pemulung tersebut tengah berjalan kaki dari arah Mampang ke arah Gatot Subroto. Sesampainya di flyover Tegal Parang, pemulung tanpa nama itu tertabrak kendaraan dari arah belakang. Korban ditemukan tergeletak di jalan layang sekitar pukul 05.00 WIB. Polisi mengetahui jenis kendaraan yang menabrak yaitu minibus. Namun, identitas kendaraan tidak diketahui.

Flyover Matraman Jakarta Timur

Jasad seorang perempuan ditemukan di flyover Matraman, Jakarta Timur pada 15 April 2015. Dia diduga menjadi korban tabrak lari truk. Jasad itu tergeletak di flyover dari arah Jalan Pramuka menuju Manggarai.

Saat itu ia hendak menuju ke Jl. Salemba sehingga menaiki flyover yang berbeda. Jasad wanita tersebut menarik perhatian warga sehingga banyak yang berhenti di pinggir jalan. Lagi-lagi karena tabrak lari, identitas pengemudi yang menabrak dan jenis kendaraannya tidak diketahui.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.