Sudah 3 Kasus, Seberapa Parah Dampak Virus Corona pada Hewan?

Kewaspadaan terhadap persebaran virus corona harus semakin ditingkatkan khususnya bagi mereka yang memiliki hewan peliharaan.

JEDA.ID— Kewaspadaan terhadap persebaran virus corona harus semakin ditingkatkan khususnya bagi mereka yang memiliki hewan peliharaan.

Pada perkembangannya virus ini ternyata juga menjangkiti hewan.  Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan orang yang sudah terinfeksi Covid-19 termasuk tanpa gejala bisa menularkan virus tersebut ke hewan peliharaan.

“Yang kita ketahui hewan peliharaan yang tertular. Sampai saat ini yaitu mamalia,” kata Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi seperti dilansir Antaranews, Rabu (8/4/2020).

Ia mengatakan merujuk kepada kasus yang sudah terjadi dan diumumkan secara luas terdapat tiga penularan Covid-19 dari manusia ke hewan.

Pertama, kejadian di Hong Kong yaitu anjing diketahui positif Covid-19 setelah tertular dari manusia. Kemudian, kasus kedua seekor kucing tertular dari penderita Covid-19 saat melakukan isolasi di Belgia. Dan yan terbaru, kasus harimau yang positif Covid-19 di sebuah rumah sakit di Amerika Serikat (AS).

Konsultasi Kesehatan Saat #Dirumahaja, 4 Aplikasi Ini Bisa Jadi Solusi

Dekat dengan Manusia

Dari tiga kasus tersebut, Kemenkes mendapatkan informasi bahwa dua di antaranya hewan itu menunjukkan gejala Covid-19 sedangkan seekor anjing di Hong Kong sama sekali tidak menunjukkan gejala.

Selain mendapatkan informasi hewan tertular Covid-19 tanpa gejala, Nadia mengatakan hewan yang terinfeksi juga dekat dengan pemilik atau pemeliharanya. Artinya penularan tersebut bukan dari manusia kepada hewan liar di alam bebas.

Hingga kini, kata dia, belum ada informasi lanjutan apakah virus tersebut juga bisa menular ke hewan jenis lainnya misalnya unggas seperti kasus flu burung atau H5N1.

“Penting diingat, menjaga jarak tidak hanya dengan manusia tapi dengan hewan juga harus,” ujarnya.

Belum Berpotensi Pandemi

Kasus penularan Covid-19 dari manusia ke hewan memang sudah ada. Namun hal itu belum menjadi masalah yang berpotensi pandemi seperti saat sekarang serta tidak termasuk kategori zoonotik.

Sebelumnya dilaporkan seekor harimau bernama Nadia di Kebun Binatang Bronx, New York, Amerika Serikat positif terinfeksi virus corona (Covid-19).

Harimau Malaya betina berusia empat tahun tersebut dites di Laboratorium Layanan Kedokteran Hewan Nasional Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) setelah harimau itu (dan enam kucing lain di kebun binatang) mengalami batuk kering.

Ini 3 Tips Tetap Bugar Saat Social Distancing Menurut Saran WHO

Tidak Berbahaya

Virus corona jenis baru yang menyebabkan COVID-19 memang memiliki potensi penularan ke hewan meski kejadiannya sangat langka dan tidak berbahaya bagi hewan itu

“Potensi penularan dari manusia ke hewan lain itu mungkin. Artinya mungkin virus tersebut punya kecocokan reseptor dengan hewan tersebut,” kata peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang juga pakar mikrobiologi Sugiyono Saputra seperti dilansir Antara, Senin (6/4/2020).

Penularan penyakit dari manusia ke hewan disebut dengan istilah zooanthroponosis dan biasanya terjadi karena kecocokan reseptor membuat virus itu dapat menempel ke inang di hewan dan bereplikasi atau memperbanyak diri.

Itu juga menandakan, kata dia, bahwa SARS-CoV-2 itu jangkauannya luas karena tidak hanya dapat terjadi penularan sesama manusia tapi juga antara manusia ke hewan terutama mamalia.

Beberapa Hewan Memiliki Jenis Virus Corona

Tapi zooanthroponosis itu sangat jarang terjadi dan masih perlu penelitian lebih lanjut bagaimana hal itu bisa terjadi.

“Tapi perlu ditekankan selain jarang terjadi tidak ada bukti yang memperlihatkan hewan yang tertular itu akan menularkan ke manusia lagi,” kata dia.

Virus corona bukanlah hal yang langka di hewan dengan beberapa hewan terbukti memiliki jenis virus itu seperti ular dan kelelawar meski tidak membuat hewan tersebut sakit.

Asumsi itu, kata pakar patologi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Agus Setiyono, muncul karena hewan-hewan itu tidak menunjukkan gejala klinis. Hal itu mirip dengan hasil penelitian yang telah dilakukannya terhadap kelelawar buah di Indonesia.

Kelelawar itu memiliki virus corona tapi hewan itu tidak menunjukkan sakit atau gejala klinis lain. “Kelelawar yang kita teliti tidak menunjukkan sakit tapi mengandung virus. Virusnya kebetulan betacoronavirus yang berpotensi menyebabkan persoalan di manusia,” ujar dia.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.