Siapkan Masa Depan, Ini Investasi yang Cocok untuk Kaum Milenial

Zaman sekarang kaum milenial seolah dituntut serba bisa, termasuk dalam urusan bisnis maupun investasi. Banyak investasi yang bisa dipilih kaum milenial.

JEDA.ID – Zaman sekarang kaum milenial seolah dituntut serba bisa, termasuk dalam urusan bisnis maupun investasi. Masa muda sebaiknya tidak dihabiskan untuk bersenang-senang saja. Sebagai generasi milenial Anda juga harus memikirkan masa depan. Investasi adalah salah satu cara yang tepat untuk mempersiapkan tabungan di masa depan.

Berikut beberapa macam investasi yang bisa dipilih generasi milenial sepert dilansir Jeda.id dari berbagai sumber, Jumat (28/2/2020)

1. Peer to Peer Lending

Peer to peer lending atau disingkat P2P Lending menjadi pilihan investasi yang bisa dipilih oleh masyarakat, khususnya generasi milienial.  Apabila dibandingkan dengan Deposito Berjangka atau Reksadana, tingkat pengembalian P2P bisa mencapai dua kali lipat bahkan lebih. Ditambah lagi jika terjadi default, risiko yang didapat juga akan lebih rendah disertai pengembalian dalam kurun waktu sebulan.

Selain P2P Lending memiliki diversifikasi yang bagus, jenis investasi ini juga tidak memiliki komitmen jangka panjang. Trik bagusnya adalah penyelenggara P2P Lending tengah gencar melakukan aksi untuk mengedukasi pasar dengan menjual kemudahan seperti mudah diakses dimana saja, baik melalui via mobile apps maupun website. Dengan kemudahan seperti itu, diharapkan kaum milenial bisa tertarik untuk ikut berinvestasi dengan P2P Lending.

Misteri Hewan Penyebar Virus Covid-19 dan Makanan Ekstrem di Dunia

2. Emas

Masih zaman kah untuk investasi emas khususnya bagi kaum milenial? Selama ini beberapa orang berpikir bahwa emas menjadi investasi yang konvensional. Namun rupanya, investasi ini cukup menunjukkan kenaikan signifkan dan diprediksi akan terus meningkat pada 2020.

Sama halnya seperti P2P Lending, nilai emas juga tidak mudah naik-turun dan tahan terhadap fluktuasi inflasi, serta minim risiko. Selain itu, kini dengan hadirnya layanan menyicil serta menabung emas mulai dari 1 gram di beberapa e-commerce yang menjadi digital touchpoint sehari-hari kaum milenial semakin memudahkan melatih investasi sejak dini.

Melalui teknologi, milenial diajak untuk dapat memantau harga emas saat ini di pasaran melalui mobile apps. Peredaran emas juga sudah sangat mudah sekali dijangkau.

3. Equity Crowdfunding

Crowdfunding adalah sebuah metode untuk meningkatkan modal melalui usaha kolektif yang berasal dari teman, keluarga, pelanggan, serta investor. Pendekatan ini memanfaatkan upaya kolektif sejumlah individu melalui basis internet dalam jaringan platform atau media sosial crowdfunding, sebagai alat jangakauan yang lebih besar.

Crowdfunding merupakan salah satu bentuk dari crowdsourcing dan keuangan alternatif yang mulai bangkit dan membantu para pengusaha pemula sejak tahun 2015.

Crowdfunding adalah era baru dalam dunia keuangan bisnis. Jika Anda berniat untuk meningkatkan modal untuk memulai suatu bisnis atau meluncurkan produk baru, maka Anda perlu mengemas rencana bisnis atau produk Anda untuk dipresentasikan kepada penyandang dana, baik indivudu maupun lembaga.

Sumber-sumber pendanaan ini bisa didapat dari bank, investor, atau perusahaan modal. Popularitas fintech saat ini sedang naik daun, investasi crowdfunding telah menjadi alternatif untuk menghimpun dana tanpa perlu IPO dan hanya dilakukan terhadap emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Equity Crowdfunding menjadi solusi yang tepat bagi generasi milenial untuk membantu Anda atau pun UMKM yang sedang merintis usaha kecil dan ritel yang cukup lekat dengan industri kreatif untuk bisa meningkatkan kapasitas produksi agar tumbuh lebih cepat.

Baca Juga : Bukan Wajib Militer, Ini Syarat-Syarat Menjadi Komponen Cadangan

4. Reksadana

Investasi yang cocok berikutnya untuk generasi milenial yakni reksadana. Investasi jenis ini mulai dilirik para generasi milenial karena keberadaannya yang mudah diakses melalui media sosial dan market place. Reksadana merupakan sebuah wadah untuk berinvestasi di pasar keuangan secara resmi karena tertera dalam undang-undang pasar modal nomor 8 tahun 1995.

Banyak orang memilih reksadana karena investasi yang ditanam dapat disalurkan ke beberapa instrumen, sehingga Anda tidak hanya berinvestasi pada satu perusahaan namun bisa dalam beberapa perusahaan.

Selain bisa mendapatkan keuntungan yang cukup banyak, investasi reksadana pun bisa dijangkau dengan sangat luas, Anda dituntut untuk aktif agar bisa menggali informasi lebih banyak mengenai alur investasi ini.

5. Saham

Saham adalah bukti penyertaan atau kepemilikan seseorang dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Saat ini, saham menjadi salah satu investasi yang mulai digandrungi kaum milenial. Semakin banyaknya akun investasi saham di media sosial menarik minat anak muda untuk mencari tahu lebih dalam mengenai saham dan tertarik untuk berinvestasi.

Apabila Anda memiliki saham, maka Anda juga bisa disebut sebagai pemilik perusahaan. Semakin hari investasi saham ini semakin diminati.

Beberapa perusahaan maupun bank di Indonesia sudah bersifat terbuka, saham yang mereka miliki tidak bisa dimiliki orang lain. Peluang pengembalian modal cenderung tinggi, Anda harus bisa mencari perusahaan yang memiliki track record baik terutama dalam hal keuangan.

Sebaliknya, jika Anda memilih perusahaan yang track recordnya kurang baik terutama dalam pengelolaan keuangan, ini akan berisiko pada hilangnya nilai investasi (Bunga Oktavia)

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.