Investasi Di Masa Penuh Ketidakpastian? Simak Tips dari Para Ahli

Berinvestasi di masa penuh ketidakpastian bisa dilakukan. Namun ada sejumlah rambu yang harus diingat investor saat berinvestasi di masa penuh ketidakpastian seperti sekarang ini.

JEDA.ID-Kita tetap saja bisa melakukan investasi di masa penuh ketidakpastian. Namun agar investasi di masa penuh ketidakpastian ini, investor perlu memilih instrumen yang tepat.

Tips keuangan kali ini membahas investasi di masa penuh ketidakpastian. Instrumen investasi apa sajakah yang bisa dipilih investor?

Instrumen pasar uang dan reksa dana dinilai menjadi pilihan terbaik untuk berinvestasi di tengah volatilitas pasar yang masih terus terjadi pada sisa tahun 2020. Terlebih bayang-bayang resesi kian nyata setelah terjadi deflasi tiga bulan beruntun.

Kepala Makroekonomi dan Direktur Strategi Investasi bahana TCW Investment Management Budi Hikmat mengatakan, di tengah kondisi pandemi, sebaiknya investor mengambil sikap defensif.

Dia beralasan, masih cukup banyak ketidakpastian yang akan mengganggu industri keuangan seperti pemilihan presiden Amerika Serikat, dan kejelasan penanganan virus corona.

4 Menu Sarapan Ini Pemicu Asam Lambung Naik

Untuk itu, sejumlah instrumen investasi masih dapat menjadi pilihan investor untuk menyimpan uangnya.

Dengan penyaluran kredit yang lamban dan berlebihnya likuiditas, investor dapat memanfaatkan capital gain jika terjadi penurunan suku bunga.

“Yang cukup bagus adalah dengan memasukkan modal ke pasar uang dan sebagian lainnya di reksa dana pendapatan tetap [RDPT],” katanya dalam sebuah acara seminar yang diselenggarakan secara virtual, seperti dikutip dari bisnis.com, Jumat (2/10/2020).

Budi melanjutkan, investor juga berpotensi mendapatkan return yang cukup baik dari pasar saham. Oleh karena itu, ia merekomendasikan para investor untuk melakukan stock picking atau memilah saham.

Ia memperkirakan, pemulihan ekonomi dunia dan Indonesia yang kemungkinan akan membentuk pola huruf K akan memunculkan saham-saham top picks dan top losers di Indonesia.

Budi mencontohkan, di Amerika Serikat, pandemi virus corona mendatangkan berkah bagi perusahaan-perusahaan di sektor teknologi seperti Amazon dan Netflix.

“Investor perlu menahan posisinya di tengah volatilitas yang terjadi demi keuntungan yang akan didapat ke depannya,” ujarnya.

Lakukan Sector Picking

Hal serupa juga diungkapkan oleh Head of Research MNC Sekuritas Edwin Sebayang. Di sisa tahun 2020 Ia merekomendasikan investor untuk masuk ke pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap.

Waduh! Seperempat Perempuan AS Ingin Berhenti Berkarier, Kenapa Ya?

Sementara itu, untuk strategi tahun depan, ia juga menyarankan pemilik modal untuk memasuki pasar saham dengan melakukan sector picking.

Menurutnya, apabila vaksin virus corona telah ditemukan dan didistribusikan maka hal ini dapat menjadi gambaran bagi para investor untuk menentukan portofolionya.

Ia melanjutkan, sektor-sektor seperti farmasi, rumah sakit, dan laboratorium kesehatan dapat ditinggalkan. Investor dapat beralih ke sektor yang memiliki potensi pertumbuhan besar seperti konstruksi dan properti.

“Saham-saham dengan dividend yield yang besar juga dapat menjadi pilihan untuk portofolio investasi,” imbuhnya.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.