Sejauh Mana Perkembangan Vaksin Merah Putih?

Begini perkembangan vaksin Covid-19 jenis Merah Putih, produksi anak bangsa yang juga didukung oleh Badan Pangan Obat dan Makanan (BPOM).

JEDA.ID — Bagaimana kabar perkembangan vaksin Covid-19, Merah Putih yang diproduksi oleh anak bangsa?

Kepala Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Subandrio menyebut, penelitian vaksin ini telah memasuki tahap akhir dan sesuai dengan target yang ditentukan untuk pengembangan bibit vaksin selama 12 bulan.

Eijkman saat ini dalam tahap optimasi agar produksi vaksin nanti bisa sebaik mungkin. Selain itu juga sedang dilakukan proses pengalihan vaksin dari skala R&D di laboratorium ke skala industri untuk dilakukan uji klinis.

“Proses selanjutnya akan lebih banyak dilakukan Bio Farma, tetapi Eijkman tidak lepas tangan tetap terlibat sampai dengan uji klinis fase 1,2, dan 3,” beber Amin, sebagaimana telah diberitakan Solopos.com pada Sabtu (17/4/2021).

Baca Juga: Kamu Vegetarian? Coba Deh Resep Sate Apus Solo Ini

Sementara itu, Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir, mengatakan pihaknya terus melakukan persiapan untuk memproduksi vaksin Merah Putih. Bio Farma juga menjalin kolaborasi dengan pihak ketiga, termasuk perusahaan farmasi swasta. “Saat ini kami juga sedang memproduksi vaksin lain, sehingga Bio Farma butuh berkolaborasi saat proses produksi massal vaksin Merah Putih dengan pihak ketiga,” kata Basyir.

Didukung Penuh BPOM

Kepala BPOM, Penny K Lukito terus mendukung percepatan proses penelitian hingga proses produksi vaksin karya anak bangsa ini.

Menurut Penny, penelitian pengembangan vaksin itu harus memenuhi standar high-tech dan advance sehingga semua tahapan harus diikuti dengan hatihati. Hal ini, lanjut Penny, juga sesuai dengan amanat yang disampaikan Presiden Joko Widodo yang menyatakan, pengembangan vaksin harus mengikuti persyaratan dan tahapan untuk membuktikan bahwa proses pembuatan vaksin mengedepankan unsut kehati-hatian dan dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Baca Juga: Lagi ke Solo? Yuk Kunjungi Lokasi Ngabuburit yang Lagi Hit Banget Ini!

BPOM juga memberikan segala upaya untuk pendampingan, relaksasi, juga break through, segala inovasi dalam setiap tahapannya. Tentunya, Penny kembali menekankan, tetap berpegang bahwa aspek mutu, keamanan, dan khasiat menjadi aspek prioritas untuk memberi perlindungan pada masyarakat.

“Kita all out membantu sehingga vaksin Merah Putih ini bisa secepatnya sesuai timeline yang ada atau akan dipercepat, kita lihat nanti progresnya untuk bisa terwujud setiap tahapannya,” jelas Penny.

Baca Juga: 5 Macam Jenis Sate yang Ada di Solo, Nomor 4 Pasti Baru Tahu Ya?

Penny menambahkan, BPOM memperkirakan vaksin Merah Putih yang diproduksi Bio Farma sudah bisa menyelesaikan uji klinis pada semester I-2022 dan proses produksi sudah bisa dilakukan pada semester I-2022. Adapun vaksin Merah Putih yang dikembangkan Universitas Airlangga Bersama Biotis saat ini sudah masuk tahap preklinik dan diharapkan sudah masuk uji klinis pada kuartal IV-2021.

Ditulis oleh : Nugroho Meidinata

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.