Sederet Manfaat Jika Mengurangi Makan Daging

Persediaan daging yang berlimpah di rumah, akan membuat kalian menyantap olahan daging terus-menurus. Tapi ternyata, makan daging terlalu banyak bisa berdampak buruk bagi tubuh.

JEDA.ID—Persediaan daging yang berlimpah di rumah, akan membuat kalian makan olahan daging terus-menurus.

Tapi ternyata, makan daging terlalu banyak bisa berdampak buruk bagi tubuh.

Walaupun sebenarnya, kandungan protein hewani sangat bermanfaat bagi tubuh. Seperti dapat memperbaiki sel-sel yang rusak, meningkatkan daya tahan, dan membantu meningkatkan fungsi otak.

Nah tetapi, konsumsi daging yang terlalu banyak juga kurang baik hlo. Malah akan mengakibatkan munculnya masalah kesehatan, seperti menurunnya fungsi ginjal, kenaikan badan, dan sembelit. Oleh karena itu, saat liburan Iduladha sebaiknya jangan terlalu banyak makan olahan daging.

Berikut beberapa manfaat ketika kalian mengurangi mengonsumsi olahan daging dilansir oleh detik.com.

1. Awet Muda

Hormon estrogen merupakan hormon yang dapat memicu sel fibroblast untuk memproduksi kolagen dan elastin. Apabila hormon estrogen berkurang produksinya, maka akan menyebabkan timbulnya keriput dan kulit menjadi kendur.

Untuk menghindari masalah yang akan muncul, para ilmuwan merekomendasikan untuk mengonsumsi makanan seperti tahu yang berbahan kedelai, beras merah, biji rami, sayuran segar, dan buah-buahan. Dan yang paling penting adalah mengurangi konsumsi daging dan protein hewani yang mampu menekan produksi hormon estrogen dalam tubuh.

2. Menurunnya risiko terkena kanker payudara

Penelitian menunjukkan, ketika wanita mengurangi konsumsi daging merah serta menggantinya dengan sumber protein yang lain seperti ayam, ikan, dan kacang-kacangan akan mengurangi risiko terkena kanker payudara.

Walaupun demikian, Anda masih tetap bisa mengonsumsi daging merah tetapi harus dibatasi. Pilihlah daging yang tidak mengandung banyak lemak dan perbanyak makan sayuran berdaun hijau yang mengangung antioksidan pencegah kanker.

3. Panjang umur

Menurut riset yang dilakukan oleh Mayo Clinic, membuktikan bahwa seseorang vegetarian memiliki harapan hidup 3,5 tahun lebih lama daripada seseorang nonvegetarian atau pemakan daging. Pada riset tersebut, para peneliti mengulas enam riset diet berskala besar yang melibatkan 1,5 juta partisipan.

4. Mengurangi bau badan

Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin David Colbert, MD, kandungan protein dalam daging merah yang dipecah oleh tubuh akan mengeluarkan bau yang tidak enak. Maka sebaiknya seseorang yang ingin mengurangi risiko bau badan, mulailah untuk mengurangi konsumsi daging merah dan menggantinya dengan konsumsi ikan. Karena saat mencerna ikan prosesnya dalam tubuh tidak meninggalkan bau menyengat.

Tips Membujuk Anak Memakai Masker di Masa Pandemi

Bagaimana Cara Mengonsumsi Daging Tapi Tetap Sehat?

Sebagian orang menyukai hidangan khas Iduladha semisal gulai daging kambing, sapi, satai dan lainnya. Namun, ada kekhawatiran masalah kesehatan semisal tekanan darah, kolesterol buruk naik mendadak hingga masalah pencernaan seusai menyantap sajian ini.

Agar masalah ini tak terjadi, sebaiknya perhatikan porsi Anda. Pada sajian rendang daging misalnya, Nutrition & Wellness Consultan Nutrifood, Moch. Aldis R menyarankan Anda mengurangi bumbunya.

Hal serupa juga bisa Anda lakukan pada hidangan gulai yang biasanya menggunakan santan. Anda bisa tetap menyantap gulai dari porsi tak berlebihan dan mengurangi kuahnya.

Mengutip Antaranews, Sabtu (1/8/2020), Spesialis Kedokteran Keluarga dari Canadian Hospital, Dubai, Dr Bobomurod Kelidyorov seperti dilansir Gulf News mengingatkan, berlebihan mengonsumsi makanan kaya lemak dan protein bisa menyebabkan mual, muntah, dan diare karena mengganggu sistem pencernaan.

Makanan berbahan daging yang dimasak dengan minyak dan rempah-rempah membutuhkan waktu delapan hingga 12 jam untuk dicerna.

Menurut dia, jangan mengonsumsi lebih dari 100 gram daging per sajian. Maksimal porsi daging Anda 200 gram antara dua waktu makan.

Saatnya Harus Berteman dengan Pandemi

Tambahkan Sayuran

Dokter spesialis saraf dari RSCM, Amanda Tiksnadi menyarankan mereka yang tekanan darahnya berada di angka 200 sebaiknya lebih ketat membatasi asupan daging sapi.

Menurut dia, ketimbang daging sapi, pilihlah ikan atau ayam karena kadar purinnya lebih rendah. Purin diketahui bisa menyebabkan asam urat naik tinggi dan menjadi faktor risiko tinggi stroke, penyakit jantung dan masalah ginjal.

Selain itu, ingatlah, jangan kalap menyantap semua makanan yang tersaji di meja. Jika ingin mengambil banyak makanan, ambilah dalam porsi sedikit (bukan sepiring penuh).

Makan secara berlebihan berisiko membuat Anda terkena gangguan pencernaan dan kembung, demikian catatan dalam laman Times of India.

Kemudian, cobalah menambah lebih banyak sayuran dalam sajian daging Anda seperti lobak, dan wortel sebagai asupan kaya antioksidan yang dapat melindungi sel-sel Anda dari kerusakan oksidatif, memudahkan pencernaan karena kadungan serat dalam sayuran dan memperlambat memasak membantu mencerna daging dengan mudah.

Pilih metode memasak yang sehat. Jika Anda menyiapkan hidangan sendiri, pilih untuk memanggang daging daripada menggorengnya. Tambahkan sedikit minyak zaitun dan panggang daging serta sayuran.

Selain itu, tak ada salahnya menyantap yogurt sebagai asupan probiotik dan tetaplah menjaga hidrasi Anda sepanjang hari.

Ditulis oleh : Harwin Mega Olivia

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.