• Thu, 21 October 2021

Breaking News :

Rencana Suntik Vaksin Covid-19 Desember, RI Dinilai Terburu-Buru

Indonesia punya rencana suntik vaksin Covid-19 Desember menyusul vaksin Covid-19 disebut-sebut akan tiba di Indonesia November 2020. Sejumlah ahli menilai  rencana suntik vaksin Covid-19 Desember ini terkesan terburu-buru saat hasil uji klinis di dunia belum selesai.

JEDA.ID-Indonesia punya rencana suntik vaksin Covid-19 Desember menyusul vaksin Covid-19 disebut-sebut akan tiba di Indonesia November 2020. Sejumlah ahli menilai  rencana suntik vaksin Covid-19 Desember ini terkesan terburu-buru saat hasil uji klinis di dunia belum selesai.

Dr Masdalina Pane dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) menyoroti belum adanya hasil uji klinis vaksin Covid-19  di seluruh dunia. Hal ini menjadi salah satu alasan untuk tidak terburu-buru menyuntikkan vaksin Covid-19.

“Menurut saya pemerintah sebaiknya tidak usah terburu-buru, jangan terburu-buru memberitakan atau meng-expose sesuatu yang belum jelas,” jelas Pane seperti dikutip dari detikcom, Kamis (15/10/2020).

“Jadi sebagian besar negara saat ini melakukan uji coba vaksin fase tiga, hasilnya itu kan belum ada sampai sekarang, kalau menyiapkan sistem atau existing system untuk melakukan vaksinasi jika nanti vaksinnya sudah ada dan diketahui efektivitasnya itu boleh saja,” lanjut  Pane.

Pane kembali menegaskan, ketersediaan vaksin Covid-19 bukan jalan mengakhiri pandemi. Cara pengendalian laju transmisi tidak dengan pemberian vaksin Covid-19.

Ide Cemerlang Muncul Saat di Kamar Mandi, Ini Penyebabnya

“[Anggapan] Vaksinasi itu dapat membuat pandemi ini berakhir, itu nggak ada hubungannya sama sekali. Vaksinasi itu terkait dengan perlindungan kepada warga negara, tetapi yang namanya laju transmisi itu cara pengendaliannya bukan dengan cara vaksinasi,” bebernya.

Diwawancara terpisah, pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, PhD menjelaskan bahwa fase ketiga yang sedang berjalan di dunia belum ada satu pun yang selesai.

“Kalau kita lihat perjalanan fase tiga belum ada yang selesai, semua masih berlangsung, bahkan Bio Farma dan Unpad itu menargetkan hasil final baru diketahui nanti bulan September tahun depan, tapi memang mereka bisa melihat ‘kebocoran’ trennya itu seperti apa Januari tahun depan,” jelas Ahmad.

Uji klinis vaksin Covid-19 menurutnya sangat perlu diperpanjang. Sebab, ada kemungkinan hasil uji klinis vaksin Covid-19 non-konklusif. Mengapa?

“Sukarelawan vaksin yang dapat plasebo itu mereka kan enggak akan membuka diri mereka masker dibuka, berkerumun, mereka tetap melakukan protokol,” sebut Ahmad.

“Artinya dari situ saja kemungkinan merekaa ada yang terpapar dan menjadi Covid-19 menjadi kecil, jadi memang ada kemungkinan hasil uji klinisnya menjadi non konklusif, maka ini penting waktunya itu diperpanjang, makanya sampai September tadi kan dari perhitungan tim Bio Farma,” bebernya.

Mitos Seputar Bra Bikin Payudara Kendur Hingga Picu Kanker Payudara

Sebelumnya diberitakan tiga vaksin Covid-19 disebut tiba bulan depan, November 2020, yakni buatan Sinovac, Sinopharm, dan Cansino. Meski direncanakan vaksinasi akan mulai di bulan Desember, hingga saat ini belum ada satupun vaksin yang selesai uji klinis.

Staf Ahli Menteri Kesehatan, Alexander Kaliaga Ginting menjelaskan rencananya penyuntikan vaksin Covid-19 dimulai Desember. Seluruh vaksin Covid-19 yang tiba di Indonesia disebut Alexander potensial dan bisa disuntikkan sambil menunggu hasil uji klinis vaksin Covid-19 selesai.

“Iya rencananya kan di Desember, planningnya. Banyak [vaksin Covid-19] disiapkan karena kan penduduk Indonesia tinggi ada 250 juta kan,” jelasnya, Rabu (14/10/2020).

“Semuanya potensial. Penggunaan vaksin dalam emergency use karena kita lagi situasi pandemi. Karena ini adalah dalam kondisi emergency use, persiapan sejalan dengan menunggu uji klinis. Uji klinisnya juga emergency use,” lanjutnya.
Menurut Alexander, Oktober dan November pemerintah fokus dalam persiapan program vaksinasi Covid-19 mulai dari perencanaan rantai distribusi. Dilanjut dengan persiapan lain seperti juru vaksinasi.

Juru vaksinasi dilatih untuk memastikan pemberian vaksin Covid-19 yang dilakukan sesuai prosedur, lalu lanjut kepada mapping penduduk. Selain itu klasifikasi mana penduduk pertama yang diberikan vaksin juga diatur, pemberian vaksin terbagi dalam gelombang.

“Tahap pertama [gelombang pertama] itu yang diprioritaskan adalah mereka di tenaga kesehatan, pelayanan publik,” pungkasnya.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.