Potret Megahnya Bandara Sorong yang Sempat Dirusak

Bandara Sorong menjadi salah satu bandara tersibuk di kawasan Papua.

JEDA.ID–Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, Papua Barat, sempat dirusak massa yang memprotes kekerasan dan pengusiran mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, Senin (19/8/2019). Ironinya Bandara Sorong ini baru tiga tahun selesai direnovasi besar-besar pada 2016 lalu.

Sebagaimana dikutip dari Antara, di kawasan Bandara Domine Eduard Osok Sorong, massa masuk ke kawasan bandara dan melempar sejumlah fasilitas yang ada meski sempat dihadang aparat kepolisian setempat dengan tembakan peringatan.

Menurut Yunus warga jalan kilometer delapan Kota Sorong bahwa aksi ini merupakan bentuk kekecewaan masyarakat Papua terhadap insiden pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya tersebut.

Renovasi besar-besaran Bandara Sorong dilakukan selama enam tahun pada 2011-2016. Sebagaimana dikutip dari laman Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pembangunan meliputi gedung terminal penumpang menjadi 2 lantai.

Bandara Sorong

Bandara Sorong (Kemenhub)

Fasilitas modern lain yang ditambahkan yaitu garbarata dan fixed bridge, baggage handling system, lift terminal, x-ray bagasi dan kabin multiview. Ada juga walkthrough metal detector, dan penambahan fasilitas lainnya seperti area konsesi, area kerbside, dan pembaruan desain interior terminal.

Uang negara yang dikucurkan untuk Bandara Sorong mencapai Rp236 miliar. Ditjen Perhubungan Udara (Kemenhub) menyatakan anggaran yang digunakan tersebut sepadan dengan manfaat yang didapatkan bagi Kota Sorong.

”Tampilan Bandara DEO Sorong tak kalah dengan bandara lainnya di kota-kota besar di Indonesia. Pada bagian eksterior terminal penumpang, terlihat bentuk ornamen unik menyerupai buah pinang yang mencerminkan budaya daerah setempat,” sebut Kemenhub.

Selain itu, bagian interiornya juga telah dipercantik dan dilengkapi fasilitasnya sehingga menambah kenyamanan penumpang. Dengan gedung terminal penumpang yang diperluas hingga 13.700 m2, Bandara DEO dapat menampung 782 penumpang.

Bandara Sorong

Interior Bandara DEO (Liputan6.com)

Selain itu terminal telah dilengkapi sejumlah toilet yang lebih modern dan bersih. Sebelumnya, toilet di bandara ini jumlahnya terbatas, sederhana, pakai closet jongkok, tidak ada tisu. Namun, kini sudah dirombak setara dengan bandara lain di kota-kota besar.

Sementara untuk area parkir kendaraan, kini juga lebih luas, tertata, lebih modern serta dilengkapi dengan taman. Pada pintu gerbang bandara telah diletakkan palang pintu otomatis.

Jumlah Penumpang Melonjak

bandara sorong

Bagian dalam bandara (Kemenhub)

Sebagai bandara pengumpan, Bandara Sorong melayani penerbangan berjadwal domestik yang dioperasikan oleh beberapa maskapai di antaranya Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Ekspress.

Bandara ini juga melayani penerbangan perintis yang dioperasikan maskapai Susi air ke beberapa wilayah sekitar seperti Ayawasi, Inawatan, Teminabuan, dan Waisai.

Dengan panjang 2.060 meter dan lebar 45 meter, runway bandara ini dapat didarati pesawat sejenis Boeing seri 737. Pergerakan pesawat di salah satu bandara tersibuk dan terbesar di semenanjung kepala burung Papua ini mengalami pertumbuhan signifikan setelah renovasi.

Berdasarkan data Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, disebutkan pada 2015 jumlah penumpang yang datang di Bandara Sorong mencapai 337.713 orang. Kemudian ada 261.515 orang yang berangkat dari bandara ini pada tahun itu.

Setahun kemudian terjadi penambahan penumpang yang datang menjadi 426.674 orang dan 420.955 orang yang berangkat. Pada 2017, pertumbuhan penumpang mulai terasa. Ada 546.768 orang yang datang dan 530.206 orang yang berangkat.

runway

Runway bandara (Kemenhub)

Rekor baru diciptakan Bandara DEO pada 2018 lalu. Ada lonjakan hingga empat kali dari tahun sebelumnya. Tercatat ada 2.410.059 orang yang datang di Bandara Sorong dan 2.256.270 orang yang berangkat.

”Dengan bandara yang dibangun lebih modern dan megah, diharapkan pelayanan jasa transportasi udara di Kota Sorong dan sekitarnya semakin meningkat. Dengan begitu, Bandara DEO Sorong sebagai pintu gerbang kota Sorong dapat menjadi pemacu kawasan timur Indonesia agar dapat terus berkembang maju,” sebut Kemenhub.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.