Modus Sama 2 Kali Pelesiran Setya Novanto

Sejak dieksekusi ke LP Sukamiskin Bandung pada Mei 2018, Setya Novanto dua kali tepergok pelesiran ke luar penjara. Dua kali itu pula modusnya sama yaitu dirawat di rumah sakit.

JEDA.ID—Mantan Ketua DPR yang menjadi terpidana kasus korupsi KTP elektronik (e-KTP), Setya Novanto (Setnov), tepergok pelesiran di toko bangunan di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Pelesiran Setya Novanto ini berbuntut panjang karena mantan Ketua Umum Partai Golkar itu langsung dipindah dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin Bandung ke LP Gunung Sindur di Bogor yang dikenal sebagai penjara super maximum security.

”Tindakan saya sebagai Kakanwil, malam ini juga Setnov akan saya pindah ke Lapas Gunung Sindur, setelah konfrensi pers ini,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat, Liberti Sitinjak, di LP Sukamiskin Bandung, Jumat (14/6/2019) malam, seperti dikutip dari Antara.

Liberti mengatakan perlu mengambil tindakan tegas terhadap narapidana kasus korupsi e-KTP itu. Menurut dia, pelesiran Setya Novanto tersebut merupakan salah satu pelanggaran berat.

pelesiran setya novanto

Setya Novanto dipindah ke LP Gunung Sindur (Antara)

Pengawal yang mendampingi Novanto langsung menjalani pemeriksaan terkait kejadian ini. Sedangkan Setnov akan diperiksa saat sudah berada di LP Gunung Sindur.

Novanto tepergok pelesiran ke toko bangunan di Padalarang. Dalam foto yang beredar, Setya Novanto terlihat mengenakan kemeja lengan pendek serta kepalanya memakai topi hitam dan wajahnya ditutup masker. Dalam foto itu, Novanto berbincang dengan seorang wanita berjilbab yang menenteng tas warna merah.

Setya Novanto bisa keluar dari LP Sukamiskin dengan izin berobat. Novanto yang dihukum 15 tahun penjara dalam kasus korupsi e-KTP itu sempat dirawat di RS Santosa Bandung selama tiga hari. Novanto mengaku sakit jantung dan ada masalah di bahu kirinya.

”Berawal tanggal 12 [Juni 2019], yang bersangkutan ini dirawat di rumah sakit, hari ini [Jumat] itu harusnya dia pulang,” ucap Liberti sebagaimana dikutip dari Detikcom.

Restoran Padang

Sejak dieksekusi ke LP Sukamiskin Bandung pada Mei 2018, Setya Novanto dua kali tepergok pelesiran ke luar penjara. Dua kali itu pula modusnya sama yaitu dirawat di rumah sakit.

Sebelumnya, Setya Novanto ketahuan berada di salah satu restoran Padang di Jakarta pada 29 April 2019 lalu. Kala itu, Setnov bisa keluar dari LP Sukamiskin untuk pengobatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Novanto disebut menjalani pengobatan sejumlah penyakit, antara lain aritmia, CAD (coronary artery disease), vertigo, perifier, LBP (low back pain), diabetes melitus tipe 2, dan CKD (chronic kidney disease).

Novanto mengaku hanya makan bubur ayam di restoran di kompleks RSPAD. ”Enggak benar [makan masakan Padang]. Saya makan bubur di dalam [RSPAD],” ujar Novanto setelah menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami mengatakan lokasi Novanto makan itu ada di dalam kompleks RSPAD.

”Kafe apa di situ namanya. Nah, yang bersangkutan jalan, jadi habis diperiksa terus jalan nyeruntul gitu, sebentar mau angin-angin, terus rupanya duduk di situ,” kata Sri Puguh, Selasa (30/4/2019).

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.